Ads
Creativehead IT Solution : Application Development | Mobile Enterprise | Web Development | eCommerce Specialist

Kelurahan Kranggan Setu Dijadikan Sentra Pembuatan Oleh-Oleh Khas Tangsel

By on May 27, 2013
Seorang perajin makanan  lokal sedang mengolah kacang sangrai di Kranggan Setu Tangsel (pw)

Setu – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan, Senin (27/5), meletakan batu pertama pembangunan dapur umum oleh-oleh khas kota tersebut: kacang sangrai.

“Sesuai motto kota Tangsel, cerdas, kita harus cerdas memanfaatkan potensi yang ada. Seperti di Kelurahan Kranggan ini dikenal sebagai pusat produksi kacang sangrai. Maka kita menjadikan daerah ini sebagai sentra pembuatan oleh-oleh khas Tangsel,” ucap Muhamad, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangsel.

Selama ini kata Muhamad, warga di Kelurahan Kranggan, banyak yang menjadi pelaku IKM (industri kecil menengah). Mereka umumnya memproduksi oleh-oleh khas Tangsel berupa penganan kecil seperti kacang sangrai, keripik singkong, kue kering, dan lain-lain.

“Mereka belum dikenal. Padahal potensi yang ada cukup luar biasa. Mereka memproduksi masih untuk memenuhi kebutuhan lokal,” ucapnya.

Menurut Muhamad, dengan dijadikannya Kelurahan Kranggan sebagai sentra pembuatan oleh-oleh khas Tangsel, maka diharapkan ke depannya daerah ini bisa berkembang dan dikenal seantero nusantara.

“Semua dinas akan saya tarik untuk masuk ke Kelurahan Kranggan, guna mengembangkannya. Jadi nanti kalau ada tamu dari luar kota atau luar negeri bisa ditunjukkan sentra oleh-oleh ini,” ucapnya.

Alwani, Ketua Koperasi Cipta Boga di Kelurahan Kranggan, mengatakan, saat ini ada sekitar 100 orang pengrajin oleh-oleh khas Tangsel. Mereka memproduksi 15 jenis produk IKM. Namun sekitar 50 orang adalah produsen kacang sangrai.

“Kapasitas produksi sekitar 10 ton per minggu. Jika sudah ada bantuan teknis dari pemerintah saya targetkan bisa 20 ton per minggu,” ucapnya.

Saat ini kata Alwani, perputaran uang mencapai Rp1 miliar per tahun. Namun ke depannya diharapkan bisa mencapai Rp2 miliar per tahun. “Sekarang penjualannya baru sebatas Jabodetabek. Kalau sudah keluar kota dan masuk toko, bisa lebih banyak,” ucapnya. (wk/vf/rkt)

About kabartangsel

Kabartangsel.com | Berbagi Kabar Tentang Tangerang Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>