Lifestyle
4 Makanan yang Boleh bagi Penderita Diabetes Gestasional • Hello Sehat
Diabetes gestasional adalah kondisi kadar gula darah yang meningkat pada ibu hamil. Kondisi ini biasanya terjadi selama pada masa kehamilan, sekalipun sebelumnya si penderita tidak memiliki riwayat diabetes. Diabetes gestasional biasanya mulai muncul pada masa akhir kehamilan dan dapat meningkatkan risiko pre-eklampsia selama masa akhir kehamilan.
Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kehamilan adalah kelebihan berat badan sebelum kehamilan, riwayat keluarga pada sakit diabetes, atau kehamilan pada usia di atas 30 tahun. Biasanya, kadar gula darah akan kembali normal setelah melahirkan. Meski begitu, tetap dibutuhkan pengelolaan diabetes yang tepat untuk menghindari komplikasi pada ibu dan janin selama masa kehamilan.
Mengontrol kadar gula darah pada ibu hamil dengan diabetes gestasional
Berolahraga
Menjadi aktif secara fisik telah diakui sebagai salah satu cara untuk mengontrol kadar gula darah. Ditambah lagi, melakukan aktivitas fisik selama masa kehamilan juga dapat membantu ibu hamil dalam menjalani proses persalinan yang lebih lancar.
Ketika Anda hamil dan memiliki diabetes gestasional, dokter Anda mungkin saja menganjurkan porsi olahraga yang ditambah. Sebaiknya Anda mengonsultasikannya terlebih dahulu kepada dokter Anda. Dokter akan mengizinkan Anda melakukan olahraga apabila Anda dan janin yang dikandung dalam keadaan baik.
Berenang dan berjalan santai dapat menjadi pilihan yang baik bagi ibu hamil dengan diabetes gestasional, karena jenis olahraga ini merupakan olahraga low impact. Lakukanlah olahraga ini setidaknya 30 menit dalam sehari.
Berolahragalah setelah Anda mengonsumsi makanan untuk mencegah terjadinya hipoglikemia. Anda juga dapat menunda waktu mengonsumsi makanan ringan sampai setelah Anda berolahraga, untuk menyuplai kembali glukosa bagi tubuh. Apabila sudah lewat dua jam dari waktu makan Anda terakhir, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan ringan sebelum memulai olahraga.
Melakukan pengecekan kadar gula darah
Bagi penderita diabetes, pengecekan gula darah dilakukan untuk mengetahui seberapa berhasil pengobatan yang telah diberikan terhadap diabetes yang diderita. Kontrol yang baik terhadap diabetes akan membantu Anda terhindar dari komplikasi dan masalah kesehatan jangka panjang bagi Anda dan janin.
Bagi ibu hamil dengan diabetes gestasional, kadar gula darah normal yang diharapkan ketika pengecekan kadar gula darah puasa dan sebelum makan berada di angka 95 mg/dL. Sementara itu, kadar gula darah dua jam setelah makan dikatakan normal apabila berada pada angka kurang dari 120 mg/dL.
Ketika Anda memiliki diabetes gestasional, pastikan Anda melakukan cek gula darah sebelum sarapan (gula darah puasa) dan setiap dua jam setelah makan, untuk memastikan bahwa pengobatan yang diberikan bekerja dengan baik.
Perencanaan makan
Sebagai ibu hamil tanpa diabetes gestasional, menjaga makanan sudah menjadi kewajiban untuk memastikan anak yang dikandungnya mendapatkan nutrisi yang cukup. Apalagi jika Anda memiliki diabetes gestasional. Perencanaan makan mutlak diperlukan bahkan bisa menjadi lebih ketat daripada jika Anda tidak memiliki diabetes. Pembatasan makanan, khususnya karbohidrat dan makanan serta minuman mengandung gula harus dijalankan agar diabetes gestasional yang dimiliki tak memicu terjadinya komplikasi lain. Namun yang tetap harus diingat, jangan sampai asupan yang Anda makan tersebut tidak bisa memenuhi gizi yang dibutuhkan oleh janin.
Anda mungkin dapat menambahkan makanan ringan di sela waktu makan besar Anda. Selain memenuhi kebutuhan gizi bayi Anda, mengonsumsi makanan ringan yang aman bagi penderita diabetes di sela waktu makan dapat membantu mengontrol kadar gula darah.
Perencanaan makan untuk ibu hamil dengan diabetes gestasional
Sangat penting bagi ibu hamil dengan diabetes gestasional menjaga asupan makannya. Dengan menjaga makanan yang Anda konsumsi dan disiplin dalam mengontrol kadar gula darah, bukan tidak mungkin Anda akan memiliki kehamilan normal yang sehat.
Ada baiknya Anda membatasi konsumsi lemak. Lemak jenuh yang diizinkan hanyalah 10 persen dari jumlah kalori total yang Anda miliki. Hal lain yang tak kalah penting adalah pengaturan waktu makan. Jangan melewatkan waktu makan Anda. Anda dapat makan tiga kali sehari dan makanan ringan dengan frekuensi empat sampai lima kali sehari. Namun, ingat untuk tetap memperhatikan kadar nutrisinya. Konsumsilah makanan dengan kandungan gizi yang seimbang.
Makanan yang boleh dimakan ibu hamil dengan diabetes gestasional
1. Karbohidrat
Sebagai sumber energi, Anda membutuhkan sekitar 40 – 45 persen karbohidrat dari total kebutuhan kalori Anda. Makanlah karbohidrat yang berasal dari gandum utuh, seperti beras merah. Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung tepung olahan, seperti roti tawar atau mi.
2. Protein
Pilihlah sumber protein yang berasal dari daging, ayam, dan ikan. Namun ingatlah untuk hanya memilih dagingnya saja. Jangan mengonsumsi kulitnya atau lemak yang terkandung pada daging. Konsumsi pula telur, kacang-kacangan, kedelai, dan tahu sebagai sumber protein.
3. Lemak
Lemak baik yang dapat Anda konsumsi adalah yang berasal dari alpukat, kacang, dan minyak zaitun. Hindari penggunaan mentega (yang berasal dari lemak hewan) dan beralihlah ke minyak sayur atau minyak zaitun
4. Produk susu
Produk susu, seperti susu itu sendiri, keju, yogurt, dan mentega bisa Anda konsumsi. Namun pastikan bahwa yang Anda konsumsi hanyalah yang rendah lemak.
Kabartangsel.com