Lifestyle

Bagaimana Post-Traumatic Stress Disorder Bisa Memicu Hipertensi?

Post-traumatic stress disorder (PTSD) merupakan sebuah kondisi di mana seseorang mengalami serangan panik yang dipicu dari trauma di masa lalu. Peristiwa yang traumatis tersebut berupa pengalaman yang sangat menyakitkan atau bahkan yang mengancam nyawa seperti kecelakaan dan peperangan. Tak hanya menyerang psikis, efek post-traumatic stress disorder juga dapat memicu masalah kesehatan fisik seperti hipertensi.

Post-traumatic stress disorder bisa picu hipertensi

Terkadang, post-traumatic stress disorder bisa diikuti oleh kondisi lainnya seperti gangguan kecemasan dan depresi. Namun, sebuah studi menemukan bahwa post traumativ disorder ternyata juga berpengaruh terhadap meningkatnya tekanan darah.

Studi yang diterbitkan pada tahun 2018 tersebut menganalisa data dari 3,846 tentara Amerika Serikat yang juga terlibat dalam perang melawan Iraq dan Afghanistan. Para tantara mengalami cedera parah dan telah didiagnosis memiliki gangguan stres pasca-trauma.

Advertisement

Seperti yang sudah disebutkan, orang-orang yang pernah terlibat dalam perang memiliki kemungkinan untuk mengalami PTSD. Menurut data dari Departemen Urusan Veteran Amerika Serikat, ada sekitar 11-20 dari 100 veteran yang bertugas di Operasi Kebebasan Iraq mengalami PTSD pada tahun tertentu.

Hal tersebut bisa terjadi karena para tantara telah dihadapkan pada berbagai peristiwa yang sarat kekerasan bahkan sebelum perang dimulai. Ketatnya didikan militer ditambah ketika berhadapan dengan medan perang yang sesungguhnya semakin menambah tingkat stres yang lalu akan berujung pada perasaan trauma.

Setelah melakukan pengamatan pada data kesehatan yang telah diambil dari pemeriksaan, tantara dengan PTSD  yang berkunjung ke dokter sebanyak satu hingga 15 kali memiliki risiko yang hampir dua kali lipat lebih tinggi terhadap hipertensi selama empat tahun terakhir daripada para tantara yang tidak didiagonisis PTSD.

Sedangkan yang melakukan kunjungan lebih dari 15 kali memiliki risiko lebih dari dua kali lipat terhadap kondisi tersebut.

Advertisement

Bagaimana post-traumatic stress disorder memicu hipertensi?

Dr. Stewart, salah satu dari tim menjelaskan bahwa cedera dan post-traumatic stress disorder memiliki peran yang hampir serupa.

Saat seseorang mengalami cedera dengan luka yang cukup parah, tubuh pun mengalami respons peradangan yang sangat besar dan butuh waktu yang lama untuk mengembalikannya pada kondisi normal.

Pada orang-orang yang mengalami gangguan stres, tingkat penanda peradangan yang muncul lebih tinggi. Hal ini nantinya akan berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh yang bisa berujung pada meningkatnya risiko hipertensi.

Teori lainnya, tubuh akan menghasilkan gelombang hormon ketika seseorang berada dalam situasi yang membuatnya stres. Dalam hal ini, orang-orang yang mengalami PTSD rentan akan serangan panik setiap teringat dengan hal-hal yang membuatnya trauma.

Advertisement

Pada saat itulah hormon yang dihasilkan akan membuat pembuluh darah menyempit serta membuat jantung berdetak lebih cepat.

Proses ini yang nantinya akan meningkatkan tekanan darah. Jika gejala post-traumatic stress disorder seperti serangan panik terus terjadi, tekanan darah yang selalu tinggi inilah yang memicu risiko hipertensi.

Risiko hipertensi dari PTSD juga ditemukan pada perempuan

Tidak hanya pada veteran perang, ternyata kemungkinan post-traumatic stress disorder yang bisa memicu hipertensi juga ditemukan pada sekelompok suster perempuan di Amerika Serikat.

Dari 2,709 suster yang tidak memiliki masalah dengan tekanan darah dan jantung, 925 wanita mulai menunjukkan adanya pertanda hipertensi setelah peristiwa traumatis terjadi.

Advertisement

Peneliti percaya bahwa gejala PTSD seperti gangguan pada pikiran, intuisi untuk langsung menghindar dari hal pengingat trauma, dan kewaspadaan yang berlebihan mungkin mendorong pada peningkatan aktivitas kardiovaskular yang bisa berujung pada hipertensi.

Meski demikian, masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut untuk benar-benar melihat hubungan sebab-akibat secara langsung dari dampak PTSD terhadap tekanan darah tinggi.

Selain itu, peneliti juga perlu mengamati apakah usaha untuk mengurangi ketakutan pasca trauma dapat memperbaiki kesehatan tekanan darah pasien PTSD.

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Populer

View Non AMP Version
Exit mobile version