Serba-Serbi
Bos BlackBerry Nyinyirin Smartphone Lipat, Katanya Besar dan Mahal
Kabartangsel.com – Samsung dan Huawei berlomba menghadirkan smartphone lipat. Mereka percaya bahwa, smartphone lipat ini bakal menjadi tren di masa depan. Namun, petinggi BlackBerry rupanya tak sependapat dengan hal itu. Brand asal Kanada tersebut justru menilai bahwa smartphone lipat itu aneh.
Sebagaimana dilansir dari laman Gizmochina, Senin (11/3), CEO BlackBerry John Chen mengatakan, selain membawa harga yang sangat tinggi, smartphone lipat juga ukurannya terlalu besar. Saking tidak sukanya terhadap smartphone lipat, dia bahkan mengultimatum siapa pun di perusahaannya yang membeli perangkat tersebut.
Dia tidak akan membiarkan siapa pun di luar pengujian lab di perusahaannya membeli telepon yang dapat dilipat. Menurutnya, tidak ada terobosan lain setelah pembaca sidik jari, pengenalan wajah, dan pemindai iris.
Siapa pun memang boleh mengemukakan penadapatnya. Namun, pandangan CEO BlackBerry ini dinilai terlalu dini mengingat smartphone lipat belum ada yang terpajang di etalase toko dan dijual secara bebas. Hanya waktu yang akan memberi tahu apakah CEO BlackBerry benar atau tidak atas pendapatnya.
Sebagai informasi, smartphone lipat pertama yang memasuki pasar global adalah Samsung Galaxy Fold dan mungkin akan tersedia mulai Mei mendatang.
Seperti sudah kami ulas sebelumnya, harga smartphone lipat diprediksi tak akan murah. Samsung misalnya. Galaxy Fold besutannya kabarnya akan dibanderol dengan harga awal sekitar USD 2.000 atau setara dengan Rp 28,5 jutaan.
Setelah itu, pada musim panas atau sekitar Juli 2019, Huawei Mate X dengan konsep yang sama sekali berbeda dengan Galaxy Fold juga akan masuk ke pasar.
(JPC)