Bisnis

Digibank by DBS Rilis Tiga Fitur Baru

Data yang dirilis Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa selama pandemi, tingkat ketertarikan masyarakat Indonesia untuk berinvestasi meningkat. Terbukti, jumlah investor pasar modal meningkat 3,5 kali jika dibandingkan dengan akhir tahun 2019, yakni menjadi 8,6 juta pada April 2022. 

Sementara itu, studi DBS di 2022 menunjukkan bahwa lebih dari 50% kustomer Digibank tidak percaya diri untuk berinvestasi, lantaran mereka merasa kurang informasi tentang investasi. Studi itu sejalan dengan riset yang dilakukan YouGov bahwa 44% masyarakat Indonesia berencana untuk menabung lebih banyak di tahun depan, sayangnya mereka masih bingung ingin berinvestasi apa.

Head of Customer Experience PT Bank DBS Indonesia Nita Octaviani Aji menjelaskan, “Hasil riset kami menunjukkan bahwa lebih dari 50% nasabah digibank by DBS yang telah berinvestasi masih membutuhkan pendampingan untuk menentukan keputusan finansial yang tepat serta sesuai dengan profil dan kebutuhan mereka. Responden masih menaruh kepercayaan tinggi kepada bank untuk mengelola mayoritas uang mereka, termasuk investasi.”

Advertisement

Berangkat dari hasil temuan tersebut, digibank by DBS meluncurkan kampanye “Born Ready: Kita Semua Terlahir Siap Investasi”, pada hari ini (22/6), di Jakarta. Melalui kampanye tersebut, digibank by DBS memperkenalkan tiga fitur terbarunya, Notifikasi Pintar, digibank Advisor, dan Digital Financial Tools. Ketiga fitur itu dihadirkan untuk menjawab segmen emerging affluent, yang notabene merupakan target yang disasar digibank by DBS. 

“Kami berupaya menjawab tantangan yang dihadapi oleh nasabah emerging affluent, dengan menghadirkan produk dan layanan yang dipersonalisasi berdasarkan profil dan tujuan investasi nasabah, yakni Notifikasi Pintar, digibank Advisor, dan Digital Financial Tools,” kata Head of Digital Banking PT Bank DBS Indonesia Erline Diani.

 

Lebih jauh ia menerangkan, Notifikasi Pintar adalah untuk mengecek curated information mengenai tren pasar. Sementara itu, digibank advisor untuk berkonsultasi secara online mengenai pilihan produk investasi. Adapun Digital Financial Tools untuk mempermudah nasabah memilih rangkaian produk investasi dengan scoring reksa dana dan financial-goal calculator dari Infovesta. 

Advertisement

“Ke depannya, dengan personalisasi layanan yang diberikan oleh aplikasi digibank by DBS, nasabah didorong untuk dapat semakin aktif berinvestasi dan lebih percaya diri untuk mencapai tujuan finansial mereka,” lanjutnya.

Dikatakan Erline, segmen ermerging affluent yang dibidik oleh digibank adalah mereka yang berusia lebih muda, cukup mapan, dan sudah memiliki kemampuan menabung secara rutin. Bahkan, mereka sedang mencari cara untuk mengoptimalkan tabungan mereka. Adapun besaran tabungan mereka berkisar Rp 20 juta hingga Rp 50 juta. 

“Dan sejak produk invetasi mulai hadir di digibank pada dua tahun lalu, secara keseluruhan dana dari saldo nasabah, 25%-nya sudah terkonversi untuk masuk produk investasi. Harapannya, dengan hadirnya tiga fitur baru ini, akan bisa lebih banyak lagi yang terkonversi. Selain itu, tiga tahun ke depan, kami juga menargetkan pertumbuhan tiga kali lipat untuk nasabah dari segmen emerging affluent,” patok Erline.

Head of Product, Research, and Consulting Services PT Infovesta Utama Edbert Suryajaya turut menyampaikan pandangannya terhadap kampanye Born Ready. “Kami memerhatikan geliat investasi di masyarakat kian meningkat, di mana lebih dari 75% investor di pasar modal Indonesia berada pada usia muda atau produktif. Ini membuktikan bahwa banyak nasabah yang secara finansial siap berinvestasi. Kehadiran kampanye Born Ready kami rasa relevan untuk masyarakat Indonesia saat ini, mengingat mereka membutuhkan sarana serta pendampingan yang tepat untuk menemukan investasi yang menguntungkan dan terpercaya melalui sebuah aplikasi digital.”

Advertisement

(rls/MC)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Populer

View Non AMP Version