Jumlah Penduduk Banten Bulan September 2020 Sebanyak 11,90 Juta Jiwa

By: kabartangsel.com Jumat, 22 Januari 2021

Hasil Sensus Penduduk 2020 (SP2020) mencatat penduduk Banten pada bulan September 2020 sebanyak 11,90 juta jiwa.

“Angka ini selaras dengan hasil penghitungan jumlah penduduk berdasarkan data Adminduk yang dilakukan oleh Ditjen Dukcapil kondisi Desember 2020 sebanyak 11,64 juta jiwa,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Adhi Wiriana pada rilis bersama Hasil Sensus Penduduk 2020 melalui live streaming YouTube BPS Banten, Kamis (21/1/2021).

Menurut Adhi, perbedaan angka tersebut semata-mata disebabkan oleh perbedaan referensi waktu pencatatan dan penghitungan. “SP2020 pada bulan September 2020 sementara Adminduk pada bulan Desember 2020,” katanya.

Sedangkan pada tingkat provinsi, perbedaan jumlah penduduk antara hasil SP2020 dan data Dukcapil merupakan gambaran banyaknya penduduk yang melakukan perpindahan, baik untuk keperluan bekerja, sekolah, maupun alasan lainnya.

Dibandingkan dengan hasil sensus sebelumnya, jumlah penduduk Banten terus mengalami peningkatan. Dalam jangka waktu sepuluh tahun sejak tahun 2010, jumlah penduduk Banten mengalami penambahan sekitar 1,27 juta jiwa atau rata-rata sebanyak 106,03 ribu setiap tahun.

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2010-2020), laju pertumbuhan penduduk Banten sebesar 1,10 persen per tahun. Terdapat pengurangan laju pertumbuhan penduduk lebih dari dua persen jika dibandingkan dengan periode 1971-1980 yang sebesar 3,12 persen.

Dari 11,90 juta penduduk Banten tersebut, sebesar 90,96 persen atau sekitar 10,82 juta penduduk berdomisili sesuai KK/KTP. Sementara sebesar 9,04 persen atau sekitar 1,07 juta penduduk lainnya berdomisili tidak sesuai KK/KTP.

“Jumlah ini merupakan indikasi banyaknya penduduk yang bermigrasi dari wilayah tempat tinggal sebelumnya karena sekarang sudah tidak tinggal pada alamat yang tertera di KK/KTP,” katanya.

Hasil SP2020 mencatat mayoritas penduduk Banten didominasi oleh Generasi X, Generasi Milenial dan Generasi Z. Proporsi Generasi X sebanyak 28,28 persen dari total populasi, Generasi Milenial sebanyak 28,11 persen dari total populasi dan Generasi Z sebanyak 21,76 persen dari total populasi Banten. Ketiga generasi ini termasuk dalam usia produktif yang dapat menjadi peluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi demografi, seluruh Generasi X dan Generasi Milenial merupakan penduduk yang berada pada kelompok usia produktif pada tahun 2020. Sedangkan Generasi Z terdiri dari penduduk usia belum produktif dan produktif.

“Sekitar 7 tahun lagi, seluruh Generasi Z akan berada pada kelompok penduduk usia produktif. Hal ini merupakan peluang dan tantangan bagi Indonesia khususnya Banten, baik di masa sekarang maupun masa depan, karena generasi inilah yang berpotensi menjadi aktor dalam pembangunan yang akan menentukan masa depan Indonesia,” katanya.

Persentase penduduk usia produktif (15-64 tahun) terus meningkat sejak tahun 2000. Pada tahun 2000 proporsi penduduk usia produktif adalah sebesar 62,93 persen dari total populasi dan meningkat menjadi 71,81 persen di tahun 2020.

Perbedaan yang tajam antara persentase penduduk usia produktif dan non produktif (0-14 tahun dan 65 tahun ke atas) terlihat lebih tajam di tahun 2020. Hal ini mencerminkan bahwa Banten masih berada dalam masa bonus demografi karena sebesar 71,81 persen penduduknya masih berada di usia produktif.

Namun disisi lain, seiring dengan peningkatan angka harapan hidup, persentase penduduk usia lanjut (60 tahun ke atas) juga mengalami peningkatan. Persentase penduduk lansia Banten meningkat menjadi 6,75 persen di tahun 2020 dari 4,6 persen pada 2010 berdasarkan hasil SP2010.

“dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2020 Banten belum memasuki era ageing population yaitu ketika persentase penduduk usia 60 tahun ke atas mencapai 10 persen ke atas,” kata Adhi.

SP2020 mencatat jumlah penduduk laki-laki di Banten sebanyak 6,07 juta orang, atau 50,99 persen dari penduduk Banten. Sementara, jumlah penduduk perempuan sebanyak 5,83 juta orang, atau 49,01 persen dari penduduk Banten.

Dari kedua informasi tersebut, maka rasio jenis kelamin penduduk Banten sebesar 104, yang artinya terdapat 104 laki-laki per 100 perempuan di Banten pada tahun 2020.

Rasio jenis kelamin bervariasi menurut kelompok umur. Secara umum, rasio jenis kelamin di Banten tahun 2020 menunjukkan pola yang semakin menurun dengan bertambahnya umur.

Rasio jenis kelamin tertinggi pada kelompok umur 65-69 tahun sebesar 114 dan terendah pada kelompok umur 75 tahun ke atas yaitu sebesar 83. Rasio jenis kelamin pada umur 75 tahun ke atas yang sebesar 83 mengindikasikan bahwa jumlah penduduk lansia perempuan lebih banyak dari pada jumlah penduduk lansia laki-laki.

Hasil SP2020 menunjukkan rasio jenis kelamin di level provinsi secara umum selaras dengan level nasional, yaitu penduduk laki-laki lebih banyak dari pada perempuan.

Namun demikian, terdapat beberapa provinsi yang penduduk perempuannya lebih banyak daripada laki-laki. Provinsi tersebut antara lain di Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh. Provinsi dengan rasio jenis kelamin tertinggi adalah Kalimantan Utara dan yang terendah adalah Nusa Tenggara Barat.

Dengan luas daratan Banten sebesar 9.662,92 kilometer persegi, maka kepadatan penduduk Banten sebanyak 1.232 jiwa per kilometer persegi. Angka ini meningkat dari hasil SP2000 yang mencatat kepadatan penduduk Indonesia sebanyak 838 jiwa per kilometer persegi dan hasil SP2010 yang mencapai 1.100 jiwa per kilometer persegi.

Sebaran penduduk Banten masih terkonsentrasi di Wilayah Tangerang. Meskipun luas geografis sebesar 14 persen wilayah Banten, namun wilayah Tangerang dihuni oleh 6,5 juta penduduk atau 54,56 persen penduduk Banten. Sebaran penduduk terbesar kedua terdapat di Wilayah Serang-Cilegon dengan jumlah penduduk sebanyak 2,75 juta orang, yaitu sebesar 23,09 persen dan wilayah Pandeglang-Lebak dengan jumlah penduduk sebanyak 2,70 juta orang, yaitu sebesar 23,35 persen. (ant)

(Sumber Data: BPS Banten)


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

View Non AMP Version