Lifestyle

Kasus Merebak Hingga Afrika, Waspada COVID-19 Ada di Level Tertinggi

Wabah SARS-CoV-2 telah menyebar dari Tiongkok ke 68 negara di dunia, WHO menaikkan peringatan kewaspadaan ke level tertinggi. Waspada penyebaran wabah COVID-19 ini, termasuk ke beberapa negara di Afrika yang sebelumnya sudah diwanti-wanti oleh WHO.

“Kita berada di tingkat kewaspadaan level tertinggi  atau tingkat penilaian risiko tertinggi dalam hal penyebaran dan dampak,” ucap Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO

Saat ini, Selasa (3/3) COVID-19 mewabah ke puluhan negara di semua benua –kecuali Antartika. Virus ini telah menginfeksi lebih dari 90 ribu orang termasuk dua di antaranya di Indonesia.

Ryan menegaskan, imbauan ini tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kepanikan. “Ini adalah pengecekan realitas untuk setiap pemerintahan di planet ini: Bangun, bersiap-siap, virus ini mungkin sedang dalam perjalanan ke sana dan Anda harus siap. Anda memiliki kewajiban untuk warga negara Anda, Anda memiliki kewajiban untuk dunia,” tegasnya.

Advertisement

Waspada wabah COVID-19 di negara-negara di Afrika

Sebelum adanya kasus positif di COVID-19 di Afrika, WHO telah mengingatkan agar negara-negara Afrika harus lebih waspada dalam pencegahan COVID-19. WHO khawatir saat satu kasus COVID-19 menginfeksi di Afrika maka itu akan mewabah dengan cepat. 

Selama berminggu-minggu, para pejabat kesehatan telah memperingatkan bahwa skenario terburuk untuk wabah ini menyebar ke Afrika, di mana banyak negara dengan sistem kesehatan yang rapuh. 

Karena setelah membatasi mobilitas keluar masuk negara langkah selanjutnya yang terpenting adalah pada penerapan dan pelaksanaan langkah-langkah deteksi, pencegahan penularan, dan kontrol ketat.

Advertisement

Penerapan serangkaian intervensi teknis dan operasional yang luas tergantung pada fasilitas kesehatan dan infrastruktur laboratorium masing-masing negara.

Jurnal The Lancet berjudul Preparedness and vulnerability of African countries against importations of COVID-19 juga menjabarkan evaluasi kesiapan negara-negara di Afrika dalam menghadapi wabah ini.

Dalam laporan tersebut para peneliti memberikan pemodelan bagaimana COVID-19 berpotensi menginfeksi negara-negara di Afrika dan mereka harus waspada. Termasuk perkiraan sejauh mana negara tersebut bisa menangani kasus COVID-19 ini.

Para peneliti dalam jurnal itu membagi negara-negara di Afrika ke dalam dua kategori.  

Advertisement
  • Pertama negara yang memiliki kapasitas sedang hingga tinggi, bisa dikatakan mereka mapan dalam merespons COVID-19. Negara-negara tersebut yakni Mesir, Aljazair, dan Afrika Selatan. 
  • Sedangkan masuk kategori kedua adalah negara yang rentan dan memiliki kapasitas lemah dalam merespons wabah. Yakni Nigeria, Ethiopia, Sudan, Angola, Tanzania, Ghana, dan Kenya.

Menurut laporan tersebut, negara-negara dalam kategori kedua ini kemungkinan besar tidak siap untuk mendeteksi kasus dan tidak mampu membatasi penularannya. 

Aljazair, Ethiopia, Afrika Selatan, dan Nigeria adalah bagian dari 13 negara prioritas utama yang diidentifikasi oleh WHO berdasarkan jumlah dan volume penerbangan langsung ke Tiongkok.

Kondisi Afrika dalam menghadapi COVID-19

Di Afrika per Senin (2/3), di Mesir terjadi dua kasus, di Algeria 3 kasus, dan satu Nigeria di kota besar padat penduduk Lagos.

“Saya ingin meyakinkan semua orang Nigeria bahwa kami telah meningkatkan kemampuan kesiapsiagaan kami sejak kasus pertama di Tiongkok. Kami akan menggunakan semua sumber daya yang disediakan oleh pemerintah untuk menangani kasus ini,” kata Menteri Kesehatan Nigeria Osagie Ehanire dalam sebuah pernyataan yang di unggah di akun sosial media official.

Satu kasus positif COVID-19 di salah satu kota terpadat di Afrika ini menimbulkan banyak kekhawatiran dan meningkatkan kewaspadaan. Kekhawatiran meningkat karena kasus ini bisa cepat menyebar ke seluruh kota.

Advertisement

Beberapa mengatakan Nigeria telah siap dan waspada menghadapi COVID-19 melihat bagaimana mereka menangani Ebola dalam kurun waktu 2014-2016. Selain Ebola, mereka memiliki pengalaman melawan campak, kolera, dan polio, di antara banyak penyakit menular lainnya.

Pengalaman penanganan Ebola tidak cukup?

Namun beberapa ahli mengatakan COVID-19 bukan Ebola. Mereka berbeda dalam penularannya. COVID-19 adalah virus pernapasan dan lebih menular, dengan batuk atau bersin cukup untuk membuat seseorang tertular. Perbedaan ini menjadi salah satu alasan Afrika perlu lebih waspada soal COVID-19.

Laporan Jurnal The Lancet itu juga menyebut, beberapa negara tetap tidak dilengkapi dengan baik. Beberapa negara bahkan tanpa kapasitas diagnostik untuk pengujian virus secara cepat. Jadi jika ada kasus suspek harus membawa sampel untuk diuji di luar negeri. 

Hal ini mungkin secara kritis menunda identifikasi kasus suspek, menunda masa isolasi mereka, dan mempengaruhi kemungkinan penularan penyakit.

Advertisement

WHO saat ini mendukung negara-negara untuk meningkatkan kapasitas diagnostik mereka. Di wilayah Afrika, kapasitas ini sekarang telah berkembang dan menjadi rujukan sejumlah besar negara. Kapasitas laboratorium ini masih dibatasi karena kekurangan personel yang terlatih untuk menjalankan tes, dan stok material yang tidak memadai untuk melakukan tes ini.

Di beberapa negara di Afrika, sumber daya untuk menyiapkan ruang karantina atau untuk melacak kontak kasus positif seperti yang direkomendasikan oleh WHO mungkin langka. 

Karena meski 74 persen negara di Afrika memiliki rencana kesiapsiagaan menghadapi penyebaran virus sejenis influenza namun sebagian sudah ketinggalan jaman –yang digunakan untuk penanganan virus H1N1 2009. Fasilitas ini dianggap tidak memadai untuk waspada menghadapi COVID-19 di Afrika. 

Beberapa negara ini tidak memiliki kapasitas mapan untuk memulangkan warga negaranya yang berada di Hubei seperti yang dilakukan negara-negara lain. 

Advertisement

“Temuan ini bisa mampu membantu menginformasikan keadaan mendesak untuk membantu dan memberi dukungan pada negara-negara di Afrika yang rentan,” tulis jurnal tersebut dalam rekomendasinya.

Kabartangsel.com

https://platform.twitter.com/widgets.js

Source

Advertisement

Populer

View Non AMP Version
Exit mobile version