Lifestyle
Mencegah Flu Saat Hamil Itu Penting, Ini 4 Caranya
Selama kehamilan, fungsi sistem kekebalan tubuh menurun sehingga Anda lebih mudah terkena penyakit influenza (flu). Siapa pun dapat terjangkit flu, tapi flu pada ibu hamil tidak boleh dianggap sebelah mata karena bisa mengakibatkan komplikasi parah. Inilah mengapa mencegah flu saat hamil sangatlah penting.
Flu berbeda dengan pilek biasa yang bisa sembuh dengan mudah. Penyakit ini dapat mengakibatkan infeksi saluran pernapasan, bronkitis, pneumonia, hingga peradangan pada otak atau otot jantung bila tidak dicegah dan ditangani. Simak informasi berikut untuk mengetahui langkah-langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan.
Tips mencegah flu saat hamil
Flu disebabkan oleh infeksi virus influenza pada hidung, tenggorokan, serta paru-paru. Penularan penyakit terjadi melalui percikan cairan mengandung virus dari mulut orang yang sakit ketika ia batuk, bersin, atau berbicara.
Flu ringan sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya, tapi ibu hamil dengan sistem kekebalan yang menurun biasanya butuh waktu lebih lama untuk sembuh. Agar flu tidak membahayakan ibu dan janin, berikut beberapa tips pencegahan yang bisa diterapkan:
1. Vaksinasi flu
Langkah terbaik untuk mencegah flu saat hamil adalah dengan vaksinasi. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pemberian vaksin flu saat hamil terbukti mengurangi risiko flu serta infeksi sejenis yang menyerang saluran pernapasan.
Cara kerja vaksin flu sama dengan vaksin pada umumnya. Vaksin flu terbuat dari virus influenza yang sudah dilemahkan sehingga tidak bisa menyebabkan penyakit. Virus ini akan memasuki tubuh ibu, lalu memicu pembentukan antibodi sebagai pertahanan.
Jika sewaktu-waktu ibu terpapar virus influenza, antibodi ibu sudah mengenali virus dan mampu melawannya. Antibodi tersebut tidak hanya akan melindungi tubuh ibu, tapi juga janin yang belum memiliki sistem kekebalan tubuh sendiri.
2. Menjaga kebersihan tangan
Virus influenza dapat bertahan pada permukaan benda selama berjam-jam. Ibu hamil dapat tertular flu apabila menyentuh barang yang terkontaminasi, lalu menyentuh wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
Untuk mencegah terjangkit flu saat hamil, ibu dan setiap anggota keluarga yang tinggal bersamanya harus rajin menjaga kebersihan tangan. Cara yang paling mudah adalah dengan mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.
Cucilah telapak tangan, jari-jari, kuku, dan pergelangan tangan Anda setidaknya selama 20 detik. Molekul sabun akan menguraikan lapisan pelindung virus sehingga virus mati. Busa dan air juga akan mengikat kotoran dan membersihkannya dari tangan Anda.
3. Membersihkan benda-benda yang sering disentuh
Tanpa disadari, virus influenza dapat menempel pada benda-benda yang sering Anda sentuh atau gunakan setiap hari. Anda perlu rutin membersihkan benda-benda tersebut untuk mencegah diri sendiri maupun orang lain terjangkit flu.
Siapkan semprotan disinfektan dan segulung tisu kering. Siapkan juga sabun cuci dan air untuk mencuci barang berbahan kain. Jangan gunakan spons atau lap karena keduanya justru dapat menyebarkan kuman.
Guna mencegah terjangkit flu saat hamil, berikut barang-barang yang perlu Anda bersihkan:
- Ponsel dan telepon rumah
- Remote
- Meja makan, meja belajar, meja ruang tamu, dan sejenisnya
- Komputer dan laptop
- Kamar mandi, termasuk kran air, bak mandi, dan jamban
- Selimut, handuk, jubah mandi, dan sejenisnya
- Bantal, guling, dan boneka
4. Tetap istirahat di rumah ketika tidak enak badan
Saat Anda demam, meriang, atau tidak enak badan, ini merupakan tanda bahwa tubuh Anda sedang melawan penyakit. Beristirahat di rumah, minum air yang cukup, serta makan makanan bergizi bisa membantu Anda kembali pulih.
Selama beristirahat di rumah, batasi kontak dekat dengan anggota keluarga yang lain. Hindari berbagi makanan, alat makan dan gelas, ataupun handuk dan pakaian dengan orang lain sebelum Anda betul-betul pulih.
Kapan Anda harus memeriksakan diri ke dokter?
Bila Anda mengalami gejala flu, segera periksakan diri Anda ke dokter. Dokter dapat memberikan penanganan yang sesuai dan aman bagi ibu hamil. Langkah ini juga perlu dilakukan sekalipun Anda sudah pernah mendapatkan vaksin untuk mencegah flu saat hamil.
Mengingat risiko komplikasinya lebih tinggi, ibu hamil biasanya memang disarankan mengonsumsi obat antivirus untuk mengatasi gejala flu. Obat-obatan ini lebih efektif bila dikonsumsi dalam waktu 48 jam sejak munculnya gejala.
Selain itu, flu juga kerap menyebabkan demam. Meskipun tidak berdampak besar bagi ibu, demam bisa saja berbahaya bagi janin. Anda dapat meredakan demam dengan paracetamol dengan tetap memeriksakan diri ke dokter.
Kabartangsel.com