Tangerang Selatan

PGMI Tangsel Gelar Seminar Nasional

SERPONG (Kabartangsel.com) – Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) kota Tangsel pada Kamis (24/10/2019) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Komitmen Pemerintah dalam Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kesejahteraan Guru Madrasah di Era Industri 4.0” yang diadakan di aula MAN IC Serpong Tangsel.

Hadir pada acara tersebut, Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Abdul Rojak, Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher Parasong, Kasi Penmad Kemenag Tangsel, Suhardi, Ketua PGMI Tangsel, Lili Ghozali, dan para peserta seminar.

Seminar tersebut menghadirkan beberapa Narasumber, antara lain Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher Parasong, Kepala Kanwil Kemenag Banten yang diwakili oleh Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kemenag RI, yang diwakili oleh Kasi Bina Guru MI-MTs, Mustofa Fahmi, Kasi Penmad Kemenag Tangsel, Suhardi, dan seorang pengusaha, Hanifah Husain.

Advertisement

Kepala Kantor Kemenag Tangsel yang mewakili Kepala Kanwil Kemenag Banten dalam sambutannya menegaskan kepada keluarga besar Madrasah agar terus optimis dan semangat dalam mewujudkan Madrasah yang berkualitas, hebat, dan bermartabat.

“Madrasah akan menjadi sekolah utama dan pertama di masa yang akan datang. Dan ini sudah mulai tampak di beberapa tahun terakhir ini, di mana masyarakat mulai memilih menyekolahkan anak-anaknya di madrasah sebagai pilihan utama,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher, dalam paparannya menjelaskan bahwa Komisi VIII secara berkesinambungan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk konsen dalam meningkatkan SDM guru-guru madrasah.

“Kami terus mendesak pemerintah agar konsen terhadap pendidikan dan kesejahteraan para guru. Bahkan baru-baru ini, pada bulan September 2019 lalu, setelah melalui perjuangan panjang, Undang-undang Pesantren akhirnya resmi disahkan oleh DPR RI. Semua fraksi di DPR RI mendukung pengesahan undang-undang tanpa terkecuali,” terangnya.

Advertisement

Menurutnya pesantren adalah lembaga pendidikan khas Indonesia yang memiliki kontribusi nyata dalam sejarah peradaban Indonesia, sehingga dengan pengesahan undang-undang pesantren adalah bentuk aprisiasi dan penghormatan negara terhadap pesantren.

Ia juga mengingatkan para guru madrasah untuk menjadi guru yang milenial di era industri 4.0 ini. Walaupun di era revolusi Industri 4.0 peran guru tak tergantikan, namun diperlukan guru profesional yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang cepat.

“Guru harus bisa memanfaatkan itu untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada setiap satuan pendidikan. Ini agar dapat mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan kompetensi global,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Penmad Kemenag Tangsel, Suhardi, menegaskan agar para guru madrasah memiliki tiga sikap, yaitu Attitude, Knowledge, Skill.

Advertisement

“Madrasah yang kecil akan menjadi besar, jika pengelolanya memiliki mimpi yang besar,” tegasnya.

Dirinya memotivasi para guru agar tetap semangat dan terus berinovasi dalam rangka mewujudkan madrasah yang hebat dan bermartabat.

“Ubahlah air mata kemiskinan menjadi air mata kebahagiaan,” ujarnya dengan bahasa kiasan.

Pembicara selanjutnya seorang pengusaha air mineral, Hanifah Husain, yang menekankan kepada para pengelola madrasah agar memiliki jiwa kewirausahaan untuk mendukung kemandirian finansial sebuah lembaga pendidikan.

Advertisement

Menurutnya, perjuangan juga harus dibarengi dengan kekuatan finansial agar apa yang diprogramnya dapat berjalan lancar.

Kasi Bina Guru MI-MTs, Mustofa Fahmi, pada kesempatan tersebut menjelaskan materi terkait Sosialisasi Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama (SIMPATIKA).

Dalam menghadapi revolusi industri 4.0, menurutnya ada tiga 3 hal yang perlu diperhatikan oleh guru. Pertama, guru harus punya kompetensi kepribadian, cirinya harus punya karakter. Kedua, guru itu harus pintar dan cerdas.

“Karena guru itu akan menjadi idola para siswa, tempat siswa bertanya, jadi pengetahuannya pun harus luas,” tuturnya.

Advertisement

Ketiga, tambahnya, guru harus memiliki wawasan dan kemampuan enterpreneur.

“Dulu, setiap guru itu memiliki keterampilan seperti membuat kerajinan. Jadi harus pandai mengasah kemampuan. Itulah modal guru,” tambahnya.

Ia menabahkan harapan masyarakat dunia cukup tinggi terhadap guru yang mampu mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas. Untuk itu guru perlu menguasai sejumlah pengetahuan baru sebagai role model bagi anak didiknya.

“Terlebih lagi saat ini masuk era industri 4.0 yang menuntut manusia menguasai pengetahuan yang serba digital. Guru yang mengajar anak didik di era industri 4.0, tidak lagi menggunakan metode konvensional. Ia dituntut memiliki pengetahuan yang luas dan modern. Sebab era ini menekankan pada pola kerja yang rumit dan detail,” terangnya.

Advertisement

Kegiatan Seminar Pendidikan yang diselenggarakan oleh PGMI Tangsel ini diikuti oleh 500 orang guru madrasah se-kota Tangsel. (Kemenag Tangsel)

Populer

View Non AMP Version
Exit mobile version