Serba-Serbi
Puri Pamerkan Robot Canggih, Menkominfo: Jangan Takut Tergantikan
Kabartangsel.com, JAKARTA – Pusat Robot Indonesia (Puri) baru saja memamerkan serangkaian robot yang bakal membantu memudahkan beberapa sektor pekerjaan di Indonesia. Setidaknya ada empat jenis robot yang dikenalkan. Semuanya sama, yakni ditujukan untuk berbagai sektor pekerjaan yang akan membantu pekerjaan manusia.
Untuk robot pertama bernama Snow. Robot Snow terlihat seperti karakter kartun yang lucu. Robot ini dirancang secara strategis sebagai robot promosi dengan layar Android 13,3 inci. Adapun robot bernama Snow ini dikatakan cocok untuk industri retail atau hospitality, promosi, dan broadcast support, serta sarana peraga pendidikan.
Kedua, ada robot bernama Amy Service. Robot ini hadir dengan tinggi 1,55 meter. Amy dikatakan dapat menyediakan layanan tanpa batas sebagai robot kantor dan pengiriman. Dia dapat membawa barang hingga berat 10 kg di nampannya. Robot ini diklaim cocok untuk industri restoran, pameran, retail, dan pendamping lainnya di perkantoran.
Untuk robot ketiga bernama Amy Plus. Job desk yang mampu dikerjakannya mirip dengan Amy Service biasa. Terakhir ada robot bernama Alice. Robot ini juga mirip dengan robot Amy. Beberapa pekerjaan seperti office delivery, resepsionis, promosi di berbagai sektor hingga payment processing.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan pandangannya bahwa manusia tidak perlu takut tergantikan oleh robot di masa depan. Menurut dia, jika menguasai teknologi, kita tidak akan digantikan oleh robot.
“Di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat, setiap orang harus menyiapkan diri untuk menguasai teknologi,” kata Rudiantara sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenkominfo, Senin (17/12).
Lebih jauh, pria asal Bogor, Jawa Barat, itu mengimbau bahwa saat ini sudah sewajarnya manusia perlu melakukan persiapan guna menyambut teknologi yang akan semakin canggih. Apa lagi menjelang revolusi industri keempat. “Tidak perlu takut untuk digantikan oleh robot karena pekerjaan yang bersifat intelligence itu akan tetap dilakukan oleh manusia,” terang pria yang karib disapa Chief RA itu.
(ryn/JPC)