Sariawan di Lidah

By: kabartangsel.com Kamis, 11 Februari 2021

Sariawan bisa muncul di bagian mulut mana saja, termasuk di lidah. Rasa perih akibat luka sariawan sering membuat penderitanya kesulitan untuk mengunyah makanan dan berbicara. Lantas, apa saja penyebab sariawan yang muncul di lidah dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasan berikut untuk mencari tahu jawabannya.

Sariawan di Lidah

Sariawan biasanya berupa luka kecil dan dangkal yang berbentuk bulat atau oval. Deskripsi lainnya dari Mayo Clinic untuk sariawan adalah bagian tengah luka cenderung berwarna keputihan atau kekuningan, sementara tepiannya berwarna kemerahan.

Kemunculannya sering kali di balik atau di pinggiran lidah.

Gejala lainnya dari kondisi sariawan bisa muncul satu atau lebih dan menyebar di dalam rongga mulut.

Selain itu, luka akibat sariawan juga bisa menimbulkan nyeri yang sampai bikin malas makan atau bahkan berbicara.

Sebelum luka benar-benar muncul, biasanya Anda akan mengalami sensasi panas atau kesemutan di lidah.

Penyebab sariawan di lidah

Tanpa disadari, banyak kebiasaan sehari-hari yang bisa menyebabkan sariawan di lidah. Apalagi, belum ada penyebab pasti munculnya sariawan. Berikut beberapa penyebab yang perlu Anda waspadai.

1. Lidah tergigit

Anda mungkin pernah mengalami lidah yang tak sengaja tergigit ketika sedang asyik mengunyah makanan. Selain bikin nyeri tak karuan, hal ini pun juga bisa menjadi penyebab sariawan di lidah.

Iritasi di lidah karena Anda menyikat gigi atau membersihkan lidah terlalu keras juga bisa menyebabkan sariawan. Jadi, tidak ada salahnya untuk mencari tahu bagaimana cara sikat gigi yang benar. Bahkan, benturan keras yang mengenai bagian mulut juga bisa menyebabkan hal serupa.

2. Makanan pedas dan asam

Anda sering makan makanan yang bercita rasa asam dan pedas? Hati-hati, kedua jenis makanan ini dapat menjadi penyebab sariawan di lidah.

Faktanya, makanan yang terlalu pedas dan asam dapat mengiritasi lidah dan jaringan lunak di dalam mulut. Nah, hal inilah yang dapat memicu luka dan akhirnya menyebabkan sariawan.

Makanan asam dan pedas juga bisa memperburuk gejala sariawan yang Anda alami, lho!

3. Baru pasang behel

Kawat gigi alias behel adalah perawatan untuk merapikan atau memperbaiki struktur gigi yang tidak rata. Sama seperti prosedur medis lainnya, pasang kawat gigi juga punya sejumlah efek samping. Salah satunya jadi penyebab kondisi sariawan di lidah.

Sebenarnya sariawan tak hanya bisa muncul di lidah. Gesekan antara kawat dengan sisi dalam pipi, gusi, atau bibir juga dapat menyebabkan luka.

Biasanya efek samping ini dirasakan pada minggu awal-awal pemasangan behel atau setelah kawat gigi dikencangkan.

4. Alergi makanan

Punya riwayat alergi makanan? Barangkali sariawan yang Anda alami disebabkan karena Anda mengonsumsi makanan yang tidak sengaja memicu reaksi alergi.

Ya, alergi makanan tidak hanya membuat sekujur tubuh gatal-gatal, alergi makanan juga bisa menjadi penyebab sariawan di lidah.

Ada banyak sekali jenis alergi makanan. Akan tetapi, telur, susu, produk susu, cokelat, dan makanan laut merupakan sejumlah makanan yang paling sering menyebabkan alergi.

5. Mulut kering

Tanpa Anda sadari, mulut kering juga bisa menyebabkan sariawan di area mulut. Kenapa?

Air liur berperan penting untuk menjaga kelembapan mulut. Bila mulut Anda kering, maka kuman dan bakteri penyebab infeksi di mulut akan tumbuh dan berkembang biak lebih banyak.

Nah, pertumbuhan bakteri yang tidak terkendali inilah yang membuat Anda lebih mudah mengalami infeksi di mulut dan menjadi penyebab sariawan di lidah.

6. Kurang vitamin

Apakah Anda salah satu orang yang sering sariawan? Bisa jadi penyebabnya karena Anda kekurangan asupan vitamin tertentu.

Ketika tubuh Anda tidak mendapatkan nutrisi yang cukup maka sistem imun akan melemah dan menurun. Akibatnya, Anda akan lebih mudah untuk mengalami sariawan di lidah.

7. Perubahan hormon

Faktanya, wanita lebih rentan mengalami sariawan ketimbang pria. Hal ini disebabkan karena pengaruh perubahan hormon ketika masa menstruasi, kehamilan, dan menopause.

Hormon progesteron yang cenderung meningkat pada masa-masa itu berdampak langsung pada sirkulasi darah di mulut. Alhasil, jaringan lunak di dalam mulut pun jadi lebih sensitif terhadap rangsangan sekecil apa pun sehingga menjadi penyebab sariawan di lidah.

Cara mengatasi sariawan di lidah

Sariawan biasanya tidak membutuhkan obat khusus karena bisa membaik sendiri dalam beberapa hari. Namun, ada banyak cara untuk meredakan nyeri sekaligus membuat sariawan di area mulut cepat sembuh.

Tidak hanya menghindari penyebab, berikut beberapa cara mengatasi sariawan di lidah yang bisa Anda coba.

1. Kompres es batu

Kompres es batu efektif sebagai cara mengatasi penyebab sariawan di lidah. Suhu dinginnya dapat membantu meringankan rasa nyeri dan mengurangi pembengkakan pada jaringan mulut yang luka.

Cukup siapkan beberapa bongkah es batu lalu bungkus pakai kain atau waslap bersih. Setelahnya, tempelkan waslap di bagian lidah yang terluka selama beberapa menit.

Bila es batu tidak tersedia, Anda bisa mencoba cara lainnya seperti berkumur menggunakan air dingin.

2. Berkumur pakai air garam

Sebelum pakai obat kimia, Anda bisa berkumur air garam untuk mengobati sariawan di lidah. Selain mudah, cara satu ini pun efektif meringankan peradangan dan rasa sakit di lidah.

Larutkan sekitar 1/2 sendok teh garam dalam segelas air hangat. Kumurlah larutan garam ke kanan, kiri, dan seluruh penjuru rongga mulut. Setelah itu buang air bekas kumurannya. Ingat! Jangan ditelan, ya.

3. Bijak pilih makanan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sariawan bisa muncul karena Anda mengonsumsi makanan yang terlalu pedas atau asam. Oleh karena itu, menghindari kedua jenis makanan ini untuk sementara waktu cukup efektif untuk mengobati sariawan yang sudah ada.

Pastikan makanan yang Anda makan sehari-hari mengandung gizi seimbang, seperti karbohidrat, protein, serat, lemak baik, vitamin, dan mineral. Ketimbang makan makanan junk food atau fast food, lebih baik perbanyak makan buah dan sayur.

Memenuhi asupan nutrisi yang tepat juga membuat daya tahan tubuh Anda lebih kuat sehingga Anda pun terhindar dari berbagai penyakit lainnya.

Satu hal lain yang tak kalah penting, pastikan Anda mengunyah makanan pelan-pelan. Sering kali lidah tergigit akibat makan terburu-buru sehingga menjadi penyebab sariawan di lidah.

4. Berkumur pakai obat kumur

Obat kumur yang mengandung chlorhexidine dapat membantu mengatasi sariawan di area mulut Anda. Cairan hidrogen peroksida juga dapat digunakan sebagai obat kumur untuk membantu mempercepat penyembuhan sariawan.

Kedua obat kumur ini biasanya dapat dibeli bebas di apotek tanpa resep dokter. Akan tetapi, pastikan Anda membaca aturan pakainya lebih dulu sebelum menggunakan obat tersebut.

5. Minum obat

Bila luka akibat sariawan menyebabkan rasa perih yang tak tertahankan, Anda bisa minum obat Paracetamol atau Ibuprofen. Kedua obat ini masuk dalam golongan obat antinyeri yang efektif mengurangi rasa nyeri ringan hingga sedang.

Anda juga bisa pakai salep kortikosteroid. Obat kortikosteroid dapat membantu meredakan peradangan sekaligus nyeri akibat sariawan di lidah.

Obat antibiotik juga bisa diresepkan dokter untuk mengatasi sariawan yang disebabkan karena infeksi bakteri di mulut.

Sebelum minum obat jenis apa pun, pastikan Anda membaca aturan pakainnya dengan teliti. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter atau apoteker bila Anda tidak mengetahui cara pakai obat yang akan diminum.

6. Periksa ke dokter

Sariawan memang bukan termasuk masalah medis yang serius. Meski begitu, Anda tetap harus waspada. Sebab, sariawan yang tak kunjung sembuh bisa jadi tanda dari kondisi medis yang lebih serius. Misalnya saja kanker mulut atau herpes oral.

Kedua penyakit ini tidak boleh disepelekan dan harus diobati dengan cara yang tepat. Jangan menunggu sampai kondisi Anda parah.

Maka dari itu, bila Anda mengalami gejala sariawan yang tidak biasa, segera periksa ke dokter. Apalagi bila luka sariawan terasa sangat sakit dan sering berdarah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.(Hello Sehat)


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

View Non AMP Version