Pemerintahan

“Taman Kajian Budaya” Bakal Jadi Ikon Kota Tangsel Menuju Kota Berbudaya

Sebagai wilayah penyangga DKI Jakarta, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai terlihat membentuk ikon kota berbudaya. Berbarengan dengan peringatan HUT kota otonom termuda di Provinsi Banten itu pada 26 November 2014, setiap kecamatan menggelar pameran budaya.

Pengembangan budaya lewat Taman Kajian Budaya sudah direncanakan matang dan siap direalisasikan tahun depan. Konsepnya, pemerintah daerah memusatkan kegiatan pelestarian budaya lokal dengan memanfaatkan lahan Hutan Kota II di Kecamatan Setu.

“Konsep (Taman Kajian Budaya) sudah dibuat dan disepakati bersama DPRD. Tinggal dibahas detailnya. Asumsi sementara, anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp24 miliar,“ terang Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, kemarin.

Keberadaan taman budaya, lanjutnya, merupakan aspirasi masyarakat yang berharap memiliki sebuah wadah dalam menjalankan kegiatan.

Advertisement

“Jadi kami memfasilitasi, untuk kegiatan dijalankan masyarakat sendiri. Sebagai kota wisata, unsur kebudayaan di suatu daerah memang harus benar-benar melekat,“ ujarnya.

Setelah menjadi daerah definitif empat tahun lalu, sejumlah program positif bergulir di bawah kepemimpinan Airin Rachmi Diany, di antaranya program berobat gratis bagi seluruh warga Kota Tangsel serta kebijakan wajib belajar gratis 9 tahun.

Untuk program pembangunan, Pemkot Tangsel fokus pada bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.Kepala Dinas Tata Kota dan Permukiman Kota Tangsel Dedi Priyndana menambahkan, 33 unit gedung sekolah tahun ini masuk program perbaikan, baik renovasi total maupun rehabilitasi ringan. (kt/ris)

Advertisement

Populer

View Non AMP Version
Exit mobile version