Lifestyle
Peneliti Temukan Obat Radang Sendi Terbaru, Apakah Ampuh?
Beberapa peneliti dari Inggris tengah mempelajari obat terbaru untuk mengatasi radang sendi atau osteoartritis. Obat ini bekerja langsung pada sel-sel imun tertentu sehingga dinilai mampu meredakan peradangan dengan lebih efektif.
Jika biasanya obat bekerja dengan melawan sumber penyakit, justru tidak dengan obat yang satu ini. Menurut para peneliti, obat terbaru mereka dapat menekan fungsi sistem imun yang berlebihan tanpa mengurangi kemampuannya dalam melawan serangan infeksi.
Obat seperti apa yang dibutuhkan penderita radang sendi?
Penyakit radang sendi berawal ketika tulang rawan yang menjadi bantalan sendi mulai menipis. Lambat laun, gesekan terus-menerus antara dua tulang akan mengakibatkan kerusakan pada sendi, tulang, dan jaringan ikat di sekitarnya.
Kerusakan tersebut bisa menyebabkan infeksi. Saat terjadi infeksi, sel darah putih yang disebut neutrofil akan melepaskan sitokin. Sitokin adalah protein khusus yang berfungsi membawa sinyal untuk memanggil lebih banyak sel darah putih ke area infeksi.
Respons ini sebetulnya bermanfaat bagi tubuh. Namun, reaksi peradangan kadang bisa berlebihan jika neutrofil terlalu aktif atau ada yang salah dengan sistem imun penderita. Neutrofil pun terus melepaskan sitokin walaupun infeksi sudah berakhir.
Produksi sitokin secara besar-besaran menyebabkan peradangan parah. Sistem imun yang seharusnya melawan infeksi justru semakin merusak jaringan sendi dan tulang. Akibatnya, penderita bisa mengalami nyeri kronis, komplikasi berat, bahkan kehilangan fungsi anggota geraknya.
Obat terbaru yang kini diteliti di Inggris diklaim dapat menurunkan aktivitas sistem imun penderita radang sendi, tapi tidak sampai mengurangi kemampuannya melawan infeksi. Obat tersebut juga diyakini tidak mengganggu fungsi sistem imun lainnya.
Obat tersebut adalah kombinasi dari senyawa tumbuhan apocynin dan paeonol (APPA). Steve Edwards, profesor ahli neutrofil di University of Liverpool, Inggris, meyakini APPA bekerja langsung pada neutrofil yang berperan dalam peradangan.
Bagaimana cara kerja APPA?
Guna menguji efek APPA pada neutrofil, Edwards dan timnya mengambil sampel darah dari orang yang sehat. Mereka memberikan APPA dengan konsentrasi yang berbeda untuk melihat pengaruhnya pada sel darah terlebih dulu.
Mereka menemukan bahwa APPA bisa menghambat produksi reactive oxygen species (ROS), yakni senyawa lain seperti sitokin yang memicu reaksi peradangan. Pemberian APPA ternyata juga dapat mencegah pelepasan sitokin yang berlebihan.
Meski mampu menurunkan fungsi imun dan mencegah peradangan parah, obat ini tidak mengganggu fungsi utama neutrofil. Neutrofil tetap dapat bergerak membasmi bakteri dan melakukan fagositosis (membunuh bibit penyakit dengan ‘memakannya’).
Menariknya lagi, efek APPA terhadap sitokin ternyata lebih luas dari yang diperkirakan. Obat terbaru ini mungkin tidak hanya berpotensi meringankan gejala radang sendi, tapi juga penyakit rematik akibat autoimun atau bahkan peradangan pada organ pasien COVID-19.
Namun, penderita osteoarthritis mungkin perlu bersabar karena APPA baru diuji pada sel darah di laboratorium. Para peneliti masih harus mempelajari pengaruh APPA terhadap jaringan sendi sebelum bisa mengujinya sebagai obat sungguhan.
Pengobatan yang tersedia saat ini
Kondisi sendi penderita osteoartritis tidak dapat kembali seperti semula. Meski begitu, obat untuk radang sendi bisa meringankan gejala dan membantu Anda bergerak. Jenis pengobatan yang biasa diberikan yaitu:
- Obat golongan analgesik seperti paracetamol, tramadol, dan opioid mengandung oxycodone atau hydrocodone untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang.
- Obat antiradang non-steroid (NSAID) seperti ibuprofen, naproxen, dan aspirin. Beberapa obat NSAID harus diresepkan oleh dokter.
- Kortikosteroid seperti prednisone dan cortisone untuk mengatasi bengkak dan menurunkan fungsi imun.
- Salep atau krim mengandung mentol atau capsaicin untuk menghambat sinyal nyeri dari sendi menuju otak.
- Suplemen glukosamin dan kondroitin. Keduanya belum terbukti dapat mengatasi radang sendi, jadi efeknya mungkin berbeda pada tiap orang.
- Suntik asam hialuronat untuk memulihkan pelumas alami sendi.
Berbagai pengobatan tersebut bisa diandalkan selama obat terbaru untuk radang sendi belum ditemukan. Anda juga dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk mencegah radang sendi kambuh.
Pastikan badan Anda tetap aktif, misalnya dengan melakukan olahraga untuk radang sendi seperti peregangan badan, berjalan kaki, dan yoga. Ikuti pula pola makan sehat dengan memperbanyak sayur, buah, dan makanan kaya asam lemak omega-3.
Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.
Kabartangsel.com