Pemerintahan

Titik Lokasi Wilayah Banjir di Tangsel Menurun

Titik lokasi wilayah sebaran rawan banjir di Kota Tangerang Selatan telah menurun secara signifikan. Penurunan jumlah lokasi dan debit ketinggian air dipengaruhi kebijakan menangani perbaikan infrastruktur yang intensif. Keberhasilan menangani masalah banjir tidak terlepas dari kolektivitas antar-Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Wakil Walikota Benyamin Davnie mengatakan, ada empat SKPD menyampaikan program kegiatan yang telah dilaksanakan dan saling berbeda. Keempatnya masing-masing Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan serta Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi.

“Jadi ada 33 blok banjir, dan Dinas Bina Marga sudah mencurahkan program dan kegiatan penanggulangan masalah banjir,” katanya usai acara Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) di Hotel Grand Zury BSD, Kecamatan Serpong, 17 Maret 2016 lalu.

Wakil Walikota Benyamin jelaskan, dari total 33 blok rawan banjir sudah 28 titik ditangani. Fakta di lapangan terlihat hasilnya dari sepanjang tahun berkurang signifikan. Kondisi tersebut menunjukan program kegiatan yang telah dilakukan oleh DBMSDA Kota Tangerang Selatan berhasil.

Advertisement

“Anggaran penanggulangan banjir seperti di Reni Jaya, Bukit Pamulang Indah tentunya menjadi konsentrasi. Partisipasi masyarakat juga tidak kalah pentingnya untuk penanggulangan banjir,” jelasnya.

Dinas Kesehatan juga telah melaporkan, dampak yang ditimbulkan dari meningkatnya curah hujan. Meski begitu tidak ada kejadian luar biasa seperti muntaber, typus, demam berdarah dengue.

“Banjir di Tangerang Selatan sekarang sudah di bawah dua jam sudah surut dan di bawah 30 centimeter. Kita akan terus tekan seminimal mungkin. Karena kejadiannya cepat tidak ada wabah-wabah penyakit menular,” tambah Wakil Walikota Benyamin.

Dari 31 titik blok banjir di tujuh wilayah kecamatan sudah 28 lokasi sarana dan prasarana infrastruktur pengendalian banjir sudah diperbaiki.

Advertisement

Sementara itu, Kepala Bidang‎ Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan, Bambang Hartoko Tribangun menjelaskan, trend angka terjadinya musibah banjir di Kota Tangerang Selatan sepanjang tahun mengalami penurunan signifikan.  “Makanya sekarang skor bencana nilainya 5 persen,” ungkapnya.

Ia mengaku, pemberian nilai skor‎ bencana di Kota Tangsel ditentukan langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB). Skor 5 persen terkait rendahnya kerawanan dan potensi bencana telah menjadi peringkat teratas se-Provinsi Banten.

‎Bambang mencatat, hasil inventarisir sepanjang periode 2012 ada 66 kejadian, 2013 ada 81, 2014 ada 59, 2015 ada 20, dan sampai dengan pertengahan Maret 2016 ini musibah banjir di Kota Tangsel baru ada 6 kejadian‎.

“Beda dengan wilayah lainnya di Banten. Seperti di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang‎, Kabupaten Lebak, angka bencana di Tangsel lebih rendah sekarang ini,” ujarnya.

Advertisement

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tangsel Khaerati meminta kader juru pemantau jentik (Jumantik) maupun kader kesehatan di tingkat RT harus rajin melakukan komunikasi dengan warga. Salah satunya, kerja bakti bersih-bersih lingkungan supaya nyamuk berkurang.

“Koordinasi dengan bina wilayah dan puskemas setempat jika memang ada indikasi atau potensi DBD. Jangan sampai sudah ada korban baru dilakukan dan dilaporkan,” terangnya. (rls)

Populer

View Non AMP Version
Exit mobile version