Kampus
UIN Jakarta Jadi PTKIN Pertama Laksanakan Vaksinasi Covid-19
UIN Jakarta menjadi PTKIN pertama yang melaksanakan pemberian vaksin Covid-19. Sekira 700 dosen UIN Jakarta telah melaksanakan vaksinasi yang dibagi dalam tiga hari, pada Sabtu, Minggu, dan Senin, (6-8/3/2021) di Gedung Fakultas Kedokteran (FK) dan Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes).
Rektor UIN Jakarta Prof Dr Amany Lubis MA didampingi Dekan FK dr Hari Hendarto PhD SpPD-KEMD, Dekan Fikes Dr apt Zilhadia MSi dan Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (AUK) Kastolan SPd MSi berkesempatan meninjau pelaksanaan vaksinasi pada Senin (8/3/21).
Amany mengatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi ini merupakan respon cepat UIN Jakarta terhadap Program Vaksinasi Nasional Covid-19.
“UIN Jakarta merespon cepat program pemerintah dalam menyukseskan percepatan vaksinasi Covid-19 dan menjadi PTIKN pertama yang melaksanakan vaksinasi,” ujar Amany.
Tim Vaksinasi UIN Jakarta Abdul Halim melaporkan, selama tiga hari vaksinasi ini tercatat sekira 1200 dosen yang NIKnya terdata. Dari jumlah tersebut kata Halim, yang sudah divaksin 691 orang, ditunda 10 orang, dan sisanya 500 orang tidak divaksin di UIN Jakarta.
“500 dosen ini ada yang divaksin di berbagai faskes lain, seperti MUI, Istiqlal, RS Haji, dan lainnya,” imbuh Halim.
“Dari jumlah tersebut, tidak semua dosen bisa diberikan vaksin karena ada kondisi tertentu yang menyebabkan dosen tersebut tidak diberikan vaksin atau ditunda pemberian vaksinnya,” ujar Halim.
Dosen yang ditunda vaksinasinya, sambung Halim, akan dijadwalkan kemudian bersama dengan vaksinasi Tenaga Kependidikan. Sementara, lanjutnya, untuk dosen yang sudah divaksin mereka mendapatkan cetak surat keterangan sudah divaksin dari aplikasi PCare dan dapat mengunduh sertifikat vaksin di PeduliLindungi.
“Dengan sertifikat ini, dosen bisa melanjutkan pelaksanaan vaksinasi tahap dua setelah 14 hari dari vaksin tahap pertama,” imbuh Halim.
Usai pelaksanaan vaksinasi dosen, tambahnya, akan segara dijadwalkan vaksinasi Tenaga Kependidikan (Tendik) untuk 900 orang selama dua hari yang direncanakan pada Selasa-Rabu depan.
“Penjadwalan ini untuk Tendik yang NIKnya valid saat daftar. Untuk dosen yang ditunda, akan dijadwalkan bersama Tendik,” pungkasnya. (uinjkt/red)