Sport
Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sejumlah sanksi kepada klub, panitia pelaksana pertandingan, pemain, dan ofisial akibat berbagai pelanggaran dalam kompetisi BRI Super League 2026/2027 dan Pegadaian Championship 2026/2027.
Keputusan tersebut merupakan hasil sidang Komdis PSSI yang digelar pada 8, 10, 15, dan 16 September 2026. Jenis pelanggaran yang ditindak beragam, mulai dari pelemparan benda dan penyalaan flare oleh suporter, kericuhan di tribune, pelanggaran administrasi pertandingan, hingga tindakan pemain yang berujung kartu merah.
Salah satu hukuman terbesar diberikan kepada Panitia Pelaksana Pertandingan Persija Jakarta terkait laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung pada 12 September 2026.
Panitia pelaksana Persija Jakarta dinyatakan melakukan pelanggaran setelah sebelum hari pertandingan terjadi penyalaan kembang api di area hotel tempat Tim Persib Bandung menginap. Selain itu, terdapat beberapa peristiwa kerusuhan yang berkaitan dengan pertandingan tersebut.
Atas pelanggaran itu, Persija dilarang menyelenggarakan pertandingan saat menjadi tuan rumah di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat sebanyak dua pertandingan. Panitia pelaksana juga dijatuhi denda Rp40 juta.
Pelanggaran pada Sidang 8 September
Dalam sidang 8 September 2026, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi kepada dua klub BRI Super League.
Bali United FC didenda Rp60 juta setelah pada menit ke-82 pertandingan melawan PSS Sleman, 4 September 2026, terdapat penyalaan satu buah petasan di Tribun Utara sisi Timur yang dilakukan oleh suporter Bali United.
Sementara itu, Madura United FC didenda Rp30 juta akibat pelemparan satu buah makanan ke area bench Tim Persijap Jepara pada menit ke-90+3 dalam pertandingan pada 6 September 2026. Pelemparan dilakukan suporter Madura United dari Tribun Timur VIP bagian Utara.
Persik Kediri Ditegur Keras
Pada sidang 10 September 2026, Komdis PSSI memberikan teguran keras kepada Panitia Pelaksana Pertandingan Persik Kediri.
Sanksi tersebut berkaitan dengan pertandingan Persik Kediri melawan Dewa United Banten FC pada 5 September 2026. Pada menit ke-76 terjadi kericuhan berupa aksi saling pukul dan dorong antara penonton Persik Kediri dan steward yang berusaha melerai.
Kericuhan tersebut mengakibatkan pagar pembatas roboh dan sejumlah penonton terjatuh di Tribun Selatan.
Persija Dijatuhi Tiga Denda dalam Satu Laga
Dalam sidang 15 September 2026, Persija Jakarta menjadi salah satu klub yang menerima beberapa sanksi sekaligus akibat pertandingan melawan Persib Bandung pada 12 September 2026.
Persija didenda Rp30 juta setelah suporter di Tribun Barat melempar empat botol air minum kemasan ke arah pemain Persib pada menit ke-39. Lemparan tersebut tidak mengenai pemain Persib.
Persija kembali didenda Rp60 juta setelah pada menit ke-90+3 terjadi penyalaan tiga flare di Tribun Utara dan pelemparan satu petasan dari Tribun Barat yang dilakukan suporter Persija.
Selain itu, Persija dikenai denda Rp50 juta karena setelah pertandingan berakhir terdapat banyak personel yang tidak menggunakan ID Card di area FOP dan di depan ruang ganti Tim Persija Jakarta.
Dengan demikian, dari tiga pelanggaran tersebut, total denda Persija Jakarta mencapai Rp140 juta.
Bali United dan Klub Lain Turut Disanksi
Bali United FC juga menerima dua sanksi dalam sidang 15 September 2026.
Pada pertandingan melawan Isenmulang Kalteng FC, 12 September 2026, suporter Bali United melakukan pelemparan satu paper roll dari Tribun Timur pada menit ke-90+1. Atas pelanggaran itu, klub didenda Rp30 juta.
Bali United juga didenda Rp50 juta karena ofisial tim bernama Hendrickus Gijsbertus Johannes Aben tidak menggunakan ID Card selama pertandingan.
Sementara itu, Tim Persijap Jepara didenda Rp50 juta karena tidak membawa seragam penjaga gawang tanpa nomor saat pertandingan melawan Borneo FC Samarinda pada 12 September 2026.
PSIM Yogyakarta juga dikenai denda Rp100 juta setelah tim terlambat memasuki lapangan pada babak kedua saat menghadapi Persebaya Surabaya pada 13 September 2026. Keterlambatan tersebut membuat pertandingan babak kedua mundur selama 110 detik.
Pemain PSIM Yogyakarta, Adrian Cyprian Purzycki, turut mendapat sanksi. Ia dinyatakan menghalangi tim lawan mencetak gol dan mendapat kartu merah langsung.
Komdis PSSI menjatuhkan tambahan larangan bermain satu pertandingan serta denda Rp10 juta kepada Adrian.
Sanksi di Pegadaian Championship
Sejumlah pelanggaran juga terjadi di kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.
RANS Nusantara FC didenda Rp15 juta karena tidak dapat menunjukkan seragam yang telah ditentukan oleh I.League sebelum kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dimulai.
Pemain PSMS Medan, Rudi N Rajak, mendapat tambahan larangan bermain tiga pertandingan dan denda Rp5 juta setelah melakukan pelanggaran serius dengan bertindak kasar menggunakan tubuhnya secara berlebihan terhadap pemain lawan. Rudi juga mendapat kartu merah langsung dalam pertandingan Sumsel United melawan PSMS Medan pada 13 September 2026.
PSBS Biak kemudian didenda Rp25 juta karena tidak didampingi dokter tim saat pertandingan melawan Deltras FC pada 13 September 2026.
Rincian Sanksi Komdis PSSI
Berikut sejumlah sanksi yang dijatuhkan dalam rangkaian sidang Komdis PSSI tersebut:
- Bali United FC: denda Rp60 juta atas penyalaan petasan saat menghadapi PSS Sleman.
- Madura United FC: denda Rp30 juta atas pelemparan makanan ke area bench Persijap.
- Panitia Pelaksana Persik Kediri: teguran keras atas kericuhan penonton dan steward.
- PSS Sleman: denda Rp30 juta atas pelemparan dua botol air minum.
- Persija Jakarta: denda Rp30 juta atas pelemparan empat botol air minum.
- Persija Jakarta: denda Rp60 juta atas penyalaan tiga flare dan pelemparan petasan.
- Persija Jakarta: denda Rp50 juta karena banyak personel tidak menggunakan ID Card.
- Bali United FC: denda Rp30 juta atas pelemparan paper roll.
- Bali United FC: denda Rp50 juta karena ofisial tidak menggunakan ID Card.
- Persijap Jepara: denda Rp50 juta karena tidak membawa seragam penjaga gawang tanpa nomor.
- PSIM Yogyakarta: denda Rp100 juta karena terlambat memasuki lapangan babak kedua.
- Adrian Cyprian Purzycki: tambahan larangan bermain satu pertandingan dan denda Rp10 juta.
- RANS Nusantara FC: denda Rp15 juta terkait seragam yang ditentukan I.League.
- Rudi N Rajak: tambahan larangan bermain tiga pertandingan dan denda Rp5 juta.
- PSBS Biak: denda Rp25 juta karena tidak didampingi dokter tim.
- Panitia Pelaksana Persija Jakarta: larangan menjadi tuan rumah di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat selama dua pertandingan serta denda Rp40 juta.
Rangkaian keputusan tersebut menunjukkan bahwa Komdis PSSI tidak hanya menjatuhkan sanksi atas tindakan suporter, tetapi juga menindak pelanggaran yang berkaitan dengan keselamatan pertandingan, administrasi, perlengkapan tim, serta perilaku pemain dan ofisial.
Sport7 hari agoTiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID
Banten2 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Sport7 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Sport7 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM
Sport7 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Sport7 hari agoJadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026
Sport7 hari agoDaftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026
Sport7 hari agoJadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga






























