Connect with us

Lifestyle

Lockdown Kota, Mencegah Penularan COVID-19 Semakin Masif

China memperlihatkan berkurangnya angka kasus COVID-19 baru di negaranya berkat lockdown kota. Bahkan pada Selasa (10/3) Presiden China Xi Jin Ping bahwa hari itu adalah hari ketiga tidak adanya kasus baru di luar Provinsi Hubei. Para ilmuwan mengatakan hasil ini salah satunya karena ketanggapan pemerintah China yang segera melakukan lockdown di pusat penyebaran COVID-19. 

Saat China mulai menunjukkan keberhasilan dalam penanganan COVID-19. Sementara di negara lain penyebaran COVID-19 malah semakin masif. 

Minggu ini Italia menutup negaranya dari dunia luar. Setelah sebelumnya lebih dulu melakukan lockdown pada 11 kota, (9/3) Italia memutuskan untuk melakukan karantina di semua wilayah di negaranya. 

Korea Selatan menutup Kota Daegu, membatasi akses travel dalam negeri, dan meningkatkan pengawasan terhadap setiap warganya. Indonesia yang bisa dikatakan ‘baru’ disentuh COVID-19 selama dua minggu belakangan mengatakan lockdown kota belum menjadi opsi pemerintah.

Advertisement

Di Indonesia lockdown kota terkait COVID-19 belum menjadi opsi pemerintah

lockdown kota COVID-19

“Belum terpikir ke arah sana,” kata Presiden Jokowi saat ditanya soal pemberlakukan lockdown di Indonesia.

Dua kasus pertama positif virus SARS-CoV-2 di Indonesia pada Senin (2/3), lalu dalam berapa hari hasil tes positif bertambah relatif cepat. Per Jumat (13/3) mencapai 69 pasien, 4 di antaranya meninggal dunia.

Indonesia yang bisa dikatakan ‘baru’ disentuh COVID-19 selama dua minggu belakangan mengatakan lockdown kota belum menjadi opsi pemerintah. Tidak menutup sekolah atau membuat instruksi untuk bekerja dari rumah. 

Advertisement

Hanya himbauan ringan, berharap masyarakatnya akan secara sukarela mengikuti saran untuk tinggal di rumah, melakukan pencegahan dengan baik, dan menghindari pertemuan-pertemuan. Di Jakarta, transjakarta, bus mayasari, KRL tetap berdesakan, mayoritas orang-orang masih batuk dan bersin tanpa masker.

Seberapa penting lockdown kota mencegah penularan COVID-19 semakin masif?

wuhan lockdown kota

wuhan lockdown kota

Belum ada pedoman resmi kapan dan dalam kondisi seperti apa sebuah kota atau negara harus melakukan lockdown terkait COVID-19 ini. Mungkin statistik keberhasilan China bisa menjawab hal itu.

Lockdown di China diputuskan dengan cepat. Dimulai (23/1/2020) dari kota Wuhan, lokasi awal mula COVID-19 muncul. Dalam waktu satu minggu, China mengeluarkan aturan-aturan yang semakin ketat, lockdown berkembang menjadi se-provinsi.

NPR mengeluarkan laporan tentang bagaimana peraturan ketat di Provinsi Hubei diterapkan. Pemprov Hubei memberlakukan “closed management” di semua kawasan. Melarang menggunakan mobil pribadi, melarang keluar rumah tanpa seizin pemerintah, bahkan untuk membeli obat flu harus membawa kartu identitas dan dicatat. 

Advertisement

Pemerintah setempat menyediakan tim untuk mengantar makanan atau obat-obatan ke rumah-rumah. Sepenuhnya bergantung pada tim delivery dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, rumah sakit juga mengandalkan kurir untuk mengantarkan kebutuhan medis. 

Para kurir mengenakan seragam PPE lengkap dengan baju hazmat dan masker.

Pemberlakuan aturan yang ketat ini menimbulkan banyak kritik, dianggap melanggar hak individu hingga disebut langkah yang terlambat.

Tim penanggulangan COVID-19 China bulan lalu mempublikasi laporan dalam Journal of Thoracic Disease. Jurnal tersebut berusaha menjawab kritik langkah yang diambil China dalam pengendalian COVID-19.

Advertisement

Menurut ketua tim peneliti Zhong Nanshan, penundaan lima hari dalam menerapkan lockdown kota maka kasus COVID-19 di China akan bertambah tiga kali lipat dari total kasus saat ini.

Sekarang, hampir tiga bulan pemberlakuan lockdown di Hubei, jumlah kasus infeksi di provinsi ini lebih sedikit daripada yang terjadi di Italia. Penambahan kasus dalam beberapa hari terakhir hanya ada di dua digit –dua minggu lalu bertambah ribuan tiap harinya.

Terlepas dari kritikan yang menyebut langkah China itu melanggar hak asasi manusia. Respons China ini dipuji WHO, mereka menyebut kebijakan ini bahkan di luar pedomannya sendiri dan merupakan keputusan cepat tanggap yang baik.

Sebuah tajuk opini di Forbes mengatakan model yang dilakukan China dan Korea Selatan seperti satu-satunya cara pengendalian COVID-19.

Advertisement

Cara Korea Selatan: melakukan tes secara masif dan lockdown kota

Menganggap cara yang dilakukan China hanya bisa dilakukan China? Mari kita lihat upaya yang dilakukan Korea Selatan.

SARS-CoV-2 di Korea Selatan termasuk kasus yang paling menyentak, menyebar dengan cepat, kasusnya meningkat drastis dalam beberapa hari. 

Daegu, kota yang pertama kali satu orang dinyatakan positif COVID-19. Pasien ini merupakan superspreader yang tingkat penularan yang dilakukan lebih tinggi dibandingkan orang biasa. Ini membuat kasus positif COVID-19  meningkat cepat. 

Saat itu pemerintah Korea menaikkan status wabah menjadi siaga satu. Melakukan lockdown pada beberapa fasilitas publik di Kota Daegu. Semua orang diimbau untuk tetap berada di dalam ruangan.

Advertisement

Dilansir SCMP, pejabat Korea mengatakan apa yang dilakukan di Korea Selatan berbeda dengan yang dilakukan China. China melakukan peraturan dengan pemantauan ketat dimana mereka memberlakukan hukuman dan imbalan bagi warganya. 

Menurutnya yang dilakukan China sulit diterapkan di negara demokratis seperti Korea Selatan.

“”Tanpa merusak prinsip masyarakat yang transparan dan terbuka, kami merekomendasikan sistem respons yang memadukan partisipasi publik sukarela dengan aplikasi kreatif teknologi canggih,” kata Wakil Menteri Kesehatan Korea Selatan Kim Gang-lip.

Korea punya cara sendiri untuk menekan angka penularan dan mendeteksi dini adanya kasus positif baru. 

Advertisement

Majalah Forbes menyebut korea melakukan “test like crazy”. Korea melakukan pengetesan swab throat secara masif dan gratis. Uniknya pelaksanaan tes dilakukan dengan konsep drive thru yang membuat orang bersangkutan tidak perlu keluar mobil.

Tercatat, Jumat (13/3) korea telah melakukan tes kepada 210.144 warganya yakni lebih kurang 0.4 persen dari total populasi mereka. Dengan hasil 7.979 kasus positif dan sisanya negatif. 

Meskipun menjadi salah satu negara yang paling parah selain China. Korea memperlihatkan angka penurunan kasus secara stabil selama empat hari berturut-turut. 

“Jumlah total kasus baru dikonfirmasi sedang mengalami penurunan tetapi ada kekhawatiran atas kasus infeksi massal masih berlanjut,” kata Wakil Direktur KCDC Kwon Jun-wook.

Advertisement

Saat ini perhatian global soal COVID-19 bergeser ke Italia dan Iran.

Italia lockdown seluruh kota akibat COVID-19

Italia Lockdown kota karena covid-19

Italia Lockdown kota karena covid-19

Italia dikatakan telat dua minggu memutuskan lockdown negara. Tapi paling tidak mereka melakukan hal besar untuk menyelamatkan negara-negara tetangganya di Eropa.

Wabah COVID-19 di Italia yang masih terpusat di wilayah Lombardia menyebar dengan cepat. Pada 25 Februari pemerintah Italia mengkonfirmasi sebanyak 322 kasus positif COVID-19. 

Dua minggu kemudian angka itu meningkat menjadi 10.000 kasus dengan 800 kematian pada Rabu (11/3). Hari itu juga, dikarenakan COVID-19 Italia memutuskan untuk melakukan lockdown seluruh kota (satu negara), setelah sebelumnya telah menutup total 11 kota saat masih 100 kasus.

Advertisement

Setelah lockdown 11 kota berubah menjadi lockdown seluruh negara. Italia juga mengeluarkan peraturan-peraturan ketat untuk masyarakatnya. 

  • Dilarang melakukan pesta pernikahan besar-besaran.
  • Dilarang melakukan upacara pemakaman besar.

Krisis di Italia ini membuat negara-negara lain di Eropa gentar. Jika melihat grafik peningkatan jumlah kasus, beberapa negara di Eropa—Spanyol, Prancis, Jerman, dan Inggris—memiliki alur yang sama dalam peningkatan kasus. 

Dikutip dari The Economist, pemerintah negara-negara ini sedang mengamati apakah langkah yang dilakukan Italia berhasil menekan penularan COVID-19.

Saat ini negara-negara Eropa dan Amerika lainnya masih memilih opsi menerapkan pembatasan pada beberapa hal. 

Amerika misalnya peraturan pembatasan diberlakukan di tingkat daerah atau negara bagian. Juga semakin banyak universitas yang diliburkan, termasuk Universitas Harvard. 

Advertisement

Negara lain yang memutuskan lockdown

COVID-19

COVID-19

Filipina menjadi salah satu negara yang mengambil keputusan berani dengan melakukan lockdown Ibu Kota Manila saat kasus mereka mencapai 52 pasien pada Kamis (12/3). Tingkat kewaspadaan ditingkatkan bukan karena kasus meningkat tapi juga karena telah terjadi penularan secara transmisi lokal.

Selain itu ada Irlandia dan Denmark yang telah mengumumkan status lockdown pada kota di negaranya sebagai langkah penanggulangan COVID-19.

Lockdown atau karantina kota memang bukan jaminan utama keberhasilan dalam menanggulangi COVID1-9. 

Keefektifan penutupan kota atau negara ini tergantung pada beberapa hal lain salah satunya yakni sejauh mana peraturan dengan patuh diterapkan.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Nasional31 menit ago

Serap Aspirasi Nelayan Cilacap, Wapres Gibran Rakabuming Raka Pastikan Kendala Lapangan Segera Dituntaskan

Nasional34 menit ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Inovasi Energi Ramah Lingkungan dan Pemberdayaan Perempuan

Nasional35 menit ago

Jaga Lingkungan dan Ciptakan Nilai Ekonomi, Wapres Gibran Rakabuming Raka Apresiasi Peran Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah

Nasional35 menit ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Penguatan Pendampingan UMKM Cilacap

Pemerintahan4 jam ago

Benyamin Davnie Uji Coba Tanam Padi Apung di Tandon Ciater

Pemerintahan4 jam ago

Pemkot Tangsel Perkuat Pencegahan TPPO bagi Calon Pekerja Migran

Pemerintahan4 jam ago

Pilar Saga Ichsan Dorong Siswa Aktif Peduli Lingkungan

Sport14 jam ago

Hasil Persija vs Persik 2-1, Macan Kemayoran Tetap di Puncak Klasemen BRI Super League 2026/2027

Jabodetabek19 jam ago

Bobotoh Meninggal Dunia Usai Nonton Persib vs Garudayaksa FC di Pakansari Bogor

Sport22 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Selasa 27 Oktober: PSS Sleman vs Borneo FC Samarinda

Sport22 jam ago

Prediksi Persija vs Persik Kediri di BRI Super League 2026/2027, Macan Kemayoran Diunggulkan

Sport22 jam ago

Persija vs Persik Kediri, Shin Tae-yong Bidik Tiga Poin di JIS

Sport22 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Senin 26 Oktober: Persebaya vs Madura United, Bhayangkara FC vs PSM Makassar, dan Persija vs Persik

Sport2 hari ago

Hasil Garudayaksa FC vs Persib Bandung 1-2

Sport2 hari ago

Arema FC Hajar Dewa United 4-0, Kekalahan Perdana Banten Warriors di BRI Super League 2026/27

Sport2 hari ago

Hasil Arema vs Dewa United 4-0 di BRI Super League 2026/27 Pekan ke-7

Sport2 hari ago

Hasil Pertandingan Persita Tangerang Vs Bali United Berakhir 1-1

Nasional3 hari ago

4 Pernyataan Sikap MUI Soal Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Tangerang Selatan3 hari ago

Warga Kelurahan Kranggan Apresiasi Program Penataan Kawasan Kumuh Tangsel

Nasional4 hari ago

Sambut Konser Andrea Bocelli, Pemuda Ekonomi Syariah Dorong Sinergi Musik, Pendidikan, dan Ekonomi Kemanusiaan

Sport3 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport3 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Sport2 minggu ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport2 minggu ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Nasional2 minggu ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Sport2 minggu ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport3 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport3 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Jabodetabek4 hari ago

Wakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Sport1 minggu ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Nasional2 minggu ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Sport1 minggu ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport1 minggu ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport1 minggu ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Populer