Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta untuk memulihkan ekonomi agar skema cash transfer atau bantuan langsung ke masyarakat dipercepat dan menjaga jangan sampai investasi tumbuhnya minus di atas 5 persen.
Kepala Negara meminta kepada Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) agar terus memantau Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, Bantuan Sosial Tunai, BNPT yang sudah ditambah, dan hari ini akan ada bantuan Presiden (Banpres) Produktif, dan bantuan untuk subsidi gaji.
“Ini betul-betul diikuti karena ini yang paling banyak terkendala adalah urusan data, urusan nomor account di bank,” tutur Presiden pada bagian lain pengantarnya pada Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Senin (24/8).
Diharapkan nantinya, lanjut Kepala Negara, dengan tersalurkannya bantuan tersebut di pertengahan Agustus sampai pertengahan September selesai sehingga bisa mengungkit growth ekonomi.
Pada bagian lain pengantarnya, Presiden meminta kepada Menko Kemaritiman dan Investasi agar bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga yang kuncinya selain konsumsi domestik juga jangan sampai investasi tumbuhnya minus di atas 5 persen.
“Jadi, karena kemarin tumbuh kita berapa untuk investasi? Kalau enggak keliru 8, minus 8. Nah, itu usahakan betul-betul bisa, kalau tidak bisa plus ya jangan sampai di atas 5 minusnya. Kuncinya di situ,” kata Presiden.
Tadi malam, Minggu (23/8), menurut Kepala Negara, telah menyampaikan kepada Kepala BKPM terkait hal tersebut dan telah disanggupi.
Kepala Negara menirukan ucapan Kepala BKPM, “Sanggup Pak, Rp213 triliun,” sehingga hal ini diharapkan betul-betul bisa terealisasi agar dapat mendongkrak growth.
“Karena kalau kita ingin meningkatkan ekspor dalam jumlah yang itu sulit pasarnya, kemudian untuk konsumsi domestik kita juga daya beli, dan penerimaan pajak di bulan Juli ini mulai stuck lagi, tidak begini (naik) tapi sudah begini lagi (datar),” ujarnya.
Hal ini, menurut Presiden, menunjukkan bahwa memang daya beli di masyarakat itu sudah mentok lagi karena terkendala misalnya restoran hanya buka 50 persen, kemudian tempat wisata dan okupansi hotel juga belum bisa tinggi.
“Saya kira ya enggak apa-apa, tetapi harus ada jurus yang lain yang bisa kita lakukan yaitu dengan meningkatkan investasi agar di kuartal ketiga itu bisa mengungkit. Saya kira kuncinya ada diinvestasi,” pungkas Presiden. (rls/fid)
Nasional2 minggu agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport2 minggu agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Sport2 minggu agoTimnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2
Nasional2 minggu agoProfil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo
Nasional2 minggu agoProfil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri
Nasional2 minggu agoPernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri
Nasional2 minggu agoSuyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Pemerintahan2 minggu agoKadispora Tangsel Mengundurkan Diri, Pemkot Tangsel Pastikan Pelayanan Dispora dan Persiapan Porprov Banten 2026 Tetap Berjalan










