Connect with us

Lifestyle

3 Tips Memilih Jenis Bronkodilator untuk Pasien PPOK

PPOK (penyakit paru obstruktif kronik) adalah penyakit yang menyebabkan peradangan pada saluran paru sehingga menghambat aliran udara. Orang dengan penyakit ini, akan sering batuk berdahak, mengi, dan sulit untuk bernapas. Untuk meredakan gejala, pasien PPOK memerlukan obat, salah satunya bronkodilator. Namun, seperti apa jenis bronkodilator yang cocok untuk pasien PPOK?

Bronkodilator adalah obat untuk PPOK

Bronkondilator adalah obat PPOK yang paling sering digunakan, baik untuk emfisema maupun bronkitis. Obat ini bekerja dengan mengendurkan saluran udara untuk membantu pernapasan jadi lebih baik.

Bronkodilator tersedia dalam berbagai bentuk, seperti tablet, inhaler, dan obat yang disemprotkan langsung ke mulut. Namun, yang paling umum digunakan adalah bronkodilator dalam bentuk semprot.

Tips memilih jenis bronkodilator yang tepat untuk pasien PPOK

PPOK berisiko tinggi terjadi pada perokok, kemudian diikuti dengan paparan polusi dan asap pabrik. Pasalnya, paparan kimia dari asap rokok dan polusi bersifat iritan sehingga membuat paru meradang.

Advertisement

Menurut Mayo Clinic, pengobatan yang paling utama dilakukan oleh pasien PPOK adalah terapi untuk berhenti merokok. Ini merupakan cara paling tepat agar kesehatan paru tidak semakin memburuk.

Selain penyuluhan kembali mengenai bahaya rokok, pasien yang kesulitan untuk berhenti merokok kemungkinan akan diberi obat-obatan untuk mengurangi efek penarikan nikotin. Kemudian, untuk meredakan gejalanya pasien akan diberikan obat kelas bronkodilator.

Terdapat beberapa jenis bronkodilator. Supaya Anda tidak salah pilih, simak langkah-langkah memilih jenis bronkodilator yang tepat untuk meredakan gejala PPOK berikut ini.

1. Konsultasi dengan dokter

Advertisement

dokter kandungan yang bagus

Tidak hanya bronkodilator, ada banyak obat yang direkomendasikan untuk mengobati PPOK, seperti obat steroid minum atau hirup dan antibiotik. Jadi, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan bronkodilator.

Tujuannya, untuk menilai efektivitas obat dalam meredakan gejala serta mengawasi kemungkinan adanya efek samping mengganggu atau membahayakan.

2. Pilih jenis bronkodilator sesuai kebutuhan

bronkodilator adalah

bronkodilator adalah

Untuk mengobati PPOK, ada beberapa jenis bronkodilator yang biasanya digunakan, yakni agonis beta-adrenergik, antikolinergik, dan methylxanthines. Mari bahas satu per satu jenis bronkodilator untuk PPOK.

Agonis beta-adrenergik (agonis beta)

Jenis obat ini mengikat reseptor spesifik di paru, yakni beta-adrenoreceptor. Obat ini bereaksi dapat bertahan lebih cepat sekitar 4 hingga 6 jam. Bisa juga bertahan lebih lama, yaitu lebih dari 12 jam. Obat ini lebih digunakan dengan metode inhalasi karena dapat meredakan gejala lebih cepat.

Advertisement

Jenis agonis-beta yang disetujui penggunaannya antara lain:

  • Beta-agonis short acting: albuterol, xopenex, metaproterenol, dan terbutaline
  • Beta-agonis long acting: salmeterol, performomist, bambuterol, dan indacaterol

Efek samping obat lebih sering terjadi pada obat oral karena dosisnya yang mungkin saja tidak tepat. Efek samping yang muncul umumnya detak jantung lebih cepat, jantung berdebar, tremor, dan gangguan tidur.

Antikolinergik

Jenis bronkodilator untuk PPOK ini bekerja dengan memblokir neurotransmitter yang disebut asetilkolin sehingga kejang dan kontraksi pada saluran udara dapat terhenti. Obat ini biasanya tersedia dalam bentuk inhalasi karena efek sampingnya yang lebih ringan.

Antikolinergik menjadi pilihan terbaik bila pasien PPOK tidak bisa menggunakan agonis-beta karena memiliki masalah pada jantung. Jenis antikolinergik yang disetujui penggunaannya, antara lain atrovent (ipratropium), spiriva (tiotropium), dan aclidinium.

Efek samping yang umum terjadi adalah mulut kering dan terasa ada logam di mulut. Pada beberapa kasus, obat ini dapat menyebabkan glukoma.

Advertisement

Methylxanthines

Jenis bronkodilator untuk PPOK ini bekerja meringankan penyumbatan aliran udara, mengurangi peradangan, dan meredakan kontraksi bronkial. Obat ini dijadikan pilihan terakhir saat agonis-beta maupun antikolinergik tidak memberikan efek maksimal. Sayangnya, obat ini menimbulkan efek samping yang lebih besar dibanding obat lain.

Obat ini tidak dapat dihirup, melainkan diminum dalam bentuk pil secara oral, supositoria, atau disuntikkan pada pembuluh darah vena. Obat methylxanthine yang disetujui penggunaannya, antara lain teofilin dan aminofilin.

Efek samping lebih umum terjadi ketika methylxanthines diberikan lewat suntikan. Efek sampingnya yang biasanya terjadi adalah sakit kepala, susah tidur, mual, diare, dan mulas.

3. Perhatikan hal ini

penyakit asma

penyakit asma

Setelah memilih jenis bronkodilator yang tepat untuk pasien PPOK. Langkah selanjutnya adalah mengecek tanggal kedaluwarsa yang tercantum di tabung atau kemasan obat.

Advertisement

Anda juga harus menyimpannya dengan benar. Jangan meletakkan obat ini di tempat yang terkena sinar matahari atau menggunakannya di dekat api.

Hindari memakai tabung bronkodilator milik orang lain atau meminjamkan tabung milik Anda pada orang lain. Bila merasakan efek samping yang mengganggu setelah menggunakan obat, jangan ragu konsultasi pada dokter. Dokter akan mengganti atau menambahkan obat lain untuk mengurangi efek samping tertentu.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Sport3 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport3 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport3 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport3 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional3 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan4 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport4 hari ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport4 hari ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport4 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport4 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport4 hari ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan5 hari ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan5 hari ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan5 hari ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan7 hari ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan7 hari ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional7 hari ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional7 hari ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional1 minggu ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional1 minggu ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Nasional1 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport1 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Sport3 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Banten3 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Nasional1 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport3 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Banten2 minggu ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport1 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport3 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis1 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis1 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis1 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis1 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Bisnis1 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Populer