Connect with us

Lifestyle

3 Wabah Flu yang Paling Mematikan Dalam Sejarah Dunia

Flu adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit yang gejalanya bikin batuk, bersin, dan pilek ini sebetulnya cukup mudah diobati dengan minum obat. Namun tahukah Anda, sekitar seratus tahun lalu penyakit flu termasuk wabah mematikan yang menelan hingga ratusan ribu korban jiwa di berbagai belahan dunia? Apa yang membuat influenza dulu mematikan?

Sejarah kasus wabah flu di dunia

Di zaman sekarang ini, flu terbilang sebagai penyakit menular yang cukup ringan dan bisa cepat disembuhkan. Berbeda jauh dengan puluhan tahun lalu.

Catatan sejarah melaporkan ada tiga kasus wabah flu yang paling terkenal mematikan di dunia, dan terjadi di abad ke 20; yakni di tahun 1918, 1957, dan 1968. Ketiga kasus wabah influenza tersebut masing-masing dikenal sebagai flu Spanyol, flu Asia, dan flu Hongkong. Jika ditotal, angka kematian dari ketiga pandemik ini dapat mencapai 100 juta lebih jiwa.

Advertisement

Berikut kilasan baliknya:

1. Flu Spanyol tahun 1918

Flu Spanyol adalah salah satu wabah penyakit menular yang paling mematikan dalam sejarah dunia. Sampai saat ini awal mula terjadinya pandemik flu Spanyol masih diperdebatkan.

Namun, yang sudah pasti diketahui adalah flu Spanyol disebabkan oleh virus H1N1. Virus H1N1 itu sendiri merupakan subtipe dari virus influenza tipe A, yang menjadi cikal bakal wabah Flu Babi pada tahun 2009 silam.

Pandemik influenza di Spanyol yang terjadi di tahun 1918 dilaporkan menjangkit setidaknya 40 juta orang, dan hampir 100 juta orang tewas akibat virus ini. Uniknya, pemeriksaan postmortem pada waktu itu menemukan adanya tanda infeksi bakteri di paru-paru.

Advertisement

2. Flu Asia tahun 1950-an

Setelah sempat mewabah di Eropa tahun 1918, penyebaran kasus flu baru kembali marah pada tahun 1930 sampai tahun 1950-an di benua Asia.

Kali ini, masyarakat dunia dihadapkan oleh jenis virus influenza yang sepenuhnya baru dan sama sekali belum pernah diketahui asal-usulnya. Ilmuwan kemudian menyimpulkan bahwa jenis virus yang mendalangi wabah flu Asia adalah virus H2N2. Virus ini adalah spesies baru dari campuran virus yang berasal dari burung dan manusia. 

Keberadaan virus H2N2 pertama kali dilaporkan di Singapura pada Februari 1957, di Hongkong pada April 1957, dan di beberapa negara bagian Amerika Serikat pada musim panas 1957. Virus H2N2 kemudian digolongkan menjadi subtipe dari virus Influenza A.

Pada tahun 1957, kasus flu ini menewaskan hingga 2 juta orang di Asia.

Advertisement

3. Flu Hongkong tahun 1968

Pada tahun 1968, pandemik influenza baru muncul di kawasan Asia Tenggara dan Hong Kong. Pandemik 1968 diprakarsai oleh kemunculan virus yang dikenal sebagai subtipe influenza A H3N2 (juga disebut virus flu Hong Kong).

Virus ini diperkirakan berevolusi dari virus influenza H2N2 yang dahulu sempat merebak di Asia tahun 1957. Virus flu H2N2 diyakini oleh para ilmuwan mengalami mutasi genetik sehingga berubah menjadi H3N2.

Virus ini sifatnya sangat menular dan penyebarannya juga cepat. Itu kenapa dalam dua minggu setelah kemunculan kasus pertamanya, dilaporkan muncul sekitar 500.000 kasus penyakit baru di seluruh Asia Tenggara. Pada akhir Desember 1968, virus sudah menyebar ke benua Amerika, Australia, Jepang, beberapa negara di Afrika, Inggris, dan akhirnya Eropa Timur dan Barat.

Tercatat sekitar 1 sampai 4 juta orang di dunia tewas karena pandemi influenza pada tahun 1968.

Advertisement

Kenapa penyakit flu zaman dulu mudah mewabah dan mematikan?

Mengutip Center for Disease Control and Prevention (CDC), dulu influenza sulit disembuhkan karena para ilmuwan belum dapat menemukan penyebab pastinya sehingga sulit untuk menentukan tes apa yang bisa mendeteksi penyakit ini beserta obat penyembuh dan pencegahannya. 

Maka dari itu, tindak penanganan kasus influenza pada zaman dulu masih bersifat non-medis. Umumnya berupa pengobatan tradisional, pemakaian desinfektan, hingga isolasi atau karantina pasien dari ruang publik.

Dilansir dari Sydney Morning Herald, profesi Dominic Dowyer, seorang dokter ahli virus dan infeksi di University of Sydney, mengatakan bahwa sebetulnya flu bukanlah penyakit yang mematikan. Meski begitu, tindak pengobatan dan pencegahan yang kurang memadai di masa itulah yang menjadi salah satu faktor utama kenapa flu mudah menular dengan cepat sampai menyebabkan kematian. 

Secara umum, pengobatan untuk infeksi virus itu sendiri memang lebih sulit daripada infeksi bakteri karena ukuran virus sangat kecil dan mudah bereproduksi di dalam sel yang sehat. Virus akan menempel di suatu sel dan mengambil alih sel tersebut untuk mengembangbiakkan virus-virus lain sampai akhirnya sel tersebut mati.  

Advertisement

Flu yang tidak tertangani dengan tepayt rentan menyebabkan komplikasi berupa penyakit pneumonia. Saat terkena flu, saluran pernapasan akan menjadi lemah, virus dan bakteri lain jadi gampang masuk menginfeksi tubuh. Lalu, bakteri seperti Staphylococcus dan pneumococcus yang menyebabkan pneunomia dapat masuk dengan mudah ikut masuk ke paru-paru.

Bakteri pneumonia yang masuk ke paru-paru ini juga akan masuk ke aliran darah. Aliran darah akan tersebar ke seluruh tubuh, termasuk organ penting seperti ginjal dan jantung hingga menimbulkan kerusakan. Komplikasi flu akibat pneumonia ini dapat berakhir menyebabkan kegagalan organ penting yang berakhir pada kematian.  

Sekarang, influenza bisa diatasi dengan baik oleh dokter

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, ilmu kedokteran dan juga teknologi, kini pandemi flu bisa dicegah serta ditangani dengan lebih baik. 

Umumnya flu ringan saja dapat diatasi dengan istirahat, minum air yang cukup, dan minum obat pereda nyeri. Sedangkan flu yang sudah parah, dokter akan meresepkan obat-obatan sebagai antivirus dan antibakteri yang dapat langsung mengatasi penyebab infeksi.

Advertisement

Pandemi influenza sebetulnya juga dapat dicegah dengan cara melakukan vaksin, Vaksin  ini bisa membuat sistem kekebalan tubuh berkembang untuk melawan virus flu lebih kuat. Namun vaksin untuk mencegah wabah influenza ini harus dilakukan sekali dalam setahun, terutama untuk anak-anak, lansia, orang yang kekebalan tubuhnya lemah.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Sport3 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport3 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport3 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport3 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional3 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan4 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport4 hari ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport4 hari ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport4 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport4 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport4 hari ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan5 hari ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan5 hari ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan5 hari ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan7 hari ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan7 hari ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional7 hari ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional7 hari ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional1 minggu ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional1 minggu ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Nasional1 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport1 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Sport3 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Banten3 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Nasional1 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport3 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Banten2 minggu ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport1 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport3 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis1 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis1 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis1 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis1 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Bisnis1 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Populer