Connect with us

Lifestyle

4 Bahaya Asam Lambung yang Bisa Berkembang Jadi Kondisi Medis Lain

Asam lambung naik kerap disebut-sebut sebagai dalang dari penyebab maag dan GERD. Sebenarnya, hal ini tidak selalu mengarah pada kondisi yang serius. Akan tetapi, jika telah berlangsung dalam waktu lama alias kronis, tidak menutup kemungkinan naiknya asam lambung bisa menimbulkan bahaya buruk bagi kesehatan. Simak penjelasan lebih lanjutnya berikut ini.

Kapan asam lambung bisa naik?

penyebab gerd

Kenaikan asam lambung adalah aliran balik atau naiknya asam lambung, dari sistem pencernaan ke kerongkongan (esofagus). Kondisi ini juga dikenal dengan nama refluks asam lambung, yang akrab dikaitkan dengan penyakit GERD dan maag.

Kerongkongan adalah tabung panjang berongga yang terbentang dari tenggorokan sampai ke perut. Fungsi kerongkongan yakni untuk mengalirkan makanan yang masuk melalui mulut, dan membawanya ke dalam sistem pencernaan.

Advertisement

Ketika asam lambung naik, biasanya Anda akan merasakan munculnya sensasi panas seolah terbakar di tengah dada dan kerongkongan. Bagian belakang mulut juga biasanya terasa seperti kesemutan, khususnya setelah makan pedas dan porsi besar.

Ya, sebagian besar kasus naiknya asam lambung memang muncul setelah makan terlalu banyak, makan makanan pemicu atau pantangannya, dan langsung berbaring usai makan.

Sebenarnya refluks asam lambung bisa terjadi kapan pun, tapi keluhannya paling sering muncul di malam hari. Meski asam lambung jarang menimbulkan kondisi yang serius atau bahaya, Anda tetap disarankan untuk tidak mengabaikan gejalanya.

Pasalnya, tentu ada risiko bahaya jika refluks asam lambung ini telah diderita sejak lama (kronis).

Advertisement

Apa saja bahaya kenaikan asam lambung?

Jangan disepelekan ketika Anda sudah memiliki kenaikan asam lambung dalam waktu lama, yang kerap kali hilang dan kambuh. Bukan tidak mungkin, kondisi asam lambung ini dapat menimbulkan bahaya dan mengarah pada kondisi medis lain yang lebih serius.

Berikut kemungkinan masalah serus yang akan muncul jika asam lambung telah ada dalam waktu lama, dan tidak diobati dengan tepat:

1. Striktur kerongkongan (esofagus)

mengobati radang tenggorokan

mengobati radang tenggorokan

Satu dari beberapa kondisi serius dan bahaya karena kenaikan asam lambung kronis yaitu terjadinya striktur kerongkongan. Striktur esofagus atau kerongkongan adalah rusaknya lapisan kerongkongan, karena mengalami iritasi akibat peningkatan asam lambung.

Kerusakan tersebut kemudian berdampak pada pembentukan jaringan parut, sehingga membuat rongga kerongkongan menyempit. Striktur kerongkongan memang bukan merupakan pertanda kanker.

Advertisement

Namun, kondisi ini bisa menimbulkan beberapa masalah. Mulai dari sakit saat menelan, susah menelan, meningkatkan kemungkinan tersedak, hingga makanan tersangkut dan tersumbat di kerongkongan.

Alhasil, makanan biasanya jadi lebih sulit untuk masuk ke dalam sistem pencernaan.

2. Esofagitis

gejala radang tenggorokan

gejala radang tenggorokan

Esofagitis adalah peradangan pada lapisan kerongkongan, sebagai komplikasi dari kenaikan asam lambung yang sudah tergolong parah. Itulah mengapa penting untuk mengatasi asam lambung sedini mungkin, karena dapat menimbulkan dampak yang cukup bahaya.

Esofagitis bisa mengakibatkan timbulnya perdarahan, luka, dan iritasi pada kerongkongan. Selain itu, adanya luka juga akan membuat kerongkongan menyempit. Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan jaringan parut kronis pada lapisan kerongkongan.

Advertisement

Kesemua hal tersebut, yang pada akhirnya menimbulkan komplikasi karena menyulitkan Anda saat menelan makanan dan minuman. Anda juga akan merasakan nyeri atau sakit saat menelan makanan, bahkan makanan mungkin saja tersangkut di kerongkongan.

Gejala esofagitis lainnya meliputi:

  • Nyeri atau sakit pada dada, terutama di belakang tulang dada yang semakin terasa saat makan.
  • Nyeri dada seperti terbakar (heartburn).
  • Radang tenggorokan.
  • Nafsu makan menurun.

3. Barret esophagus

obat radang tenggorokan

obat radang tenggorokan

Barret esophagus adalah kondisi ketika sel pada lapisan kerongkongan rusak akibat bahaya dari kenaikan asam lambung yang berlangsung terus-menerus. Alhasil, lapisan kerongkongan rusak dan berubah menyerupai serangkaian sel yang melapisi dinding usus di sistem pencernaan.

Sama halnya seperti esofagitis, barret esophagus tidak terjadi begitu saja. Peluang munculnya barret esophagus akan semakin besar ketika Anda sudah mengalami keluhan asam lambung dalam jangka waktu lama atau kronis.

Advertisement

Semua orang yang mengalami asam lambung kronis sebenarnya memiliki risiko dan bahaya yang sama untuk berkembang menjadi barret esophagus. Hanya saja, kebanyakan kasusnya biasanya terjadi pada kelompok lansia, dan khususnya pria ketimbang wanita.

Jika ingin memastikan kemungkinan Anda mengalami barret esophagus atau tidak, dokter biasanya akan melakukan tes bernama endoskopi (EGD). Tes ini bertujuan untuk melihat dan memeriksa lapisan esofagus (kerongkongan).

Dokter juga mungkin akan mengambil sedikit sampel jaringan dari kerongkongan (biopsi), untuk diperiksa lebih lanjut. Akan tetapi, tidak semua orang disarankan untuk melakukan tes endoskopi guna memastikan barret esophagus ini.

Tes endoskopi umumnya hanya direkomendasikan bagi Anda yang memang memiliki faktor risiko tertentu. Misalnya telah mengalami keluhan asam lambung yang cukup lama, dengan berbagai gejala pendukung lainnya.

Advertisement

Dalam beberapa kasus tertentu, barrret esophagus bisa berkembang menjadi kanker esofagus (kerongkongan). Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa penting untuk melakukan pemeriksaan dan tes rutin guna mendeteksi adanya sel prakanker. Meskipun dapat berubah menjadi lesi prakanker, kasus ini cukup jarang.

Jadi, ketika nantinya ditemukan hadirnya sel prakanker, dapat segera dilakukan pengobatan yang tepat untuk mencegah perkembangan kanker kerongkongan.

4. Kanker kerongkongan (esofagus)

radang laringi laringitis kronis

radang laringi laringitis kronis

Seperti namanya, kanker kerongkongan atau esofagus adalah jenis kanker yang menyerang bagian kerongkongan. Awal kemunculan kanker kerongkongan biasanya dimulai dari sel-sel yang melapisi bagian dalam kerongkongan.

Bukan hanya di bagian tertentu saja, tapi kanker kerongkongan bisa terjadi di seluruh bagian kerongkongan mana pun. Salah satu alasan kuat penyebab kanker kerongkongan yang cukup bahaya yakni ketika Anda memiliki refluks asam lambung kronis.

Advertisement

Terlebih jika peningkatan asam lambung tersebut sudah berkembang menjadi barret esophagus. Dalam hal ini, risiko Anda untuk mengalami kanker kerongkongan juga akan semakin meningkat. Gejala yang mungkin ditimbulkan adalah sulit menelan, berat bada turun tanpa sebab, nyeri dada, sensasi terbakar pada dada (heartburn), batuk dan suara serak. Pada awal munculnya kanker ini sering tidak menimbulkan gejala yang spesifik.

Atas dasar itulah, penting untuk bertanya pada dokter lebih lanjut. Terutama mengenai tanda dan gejala apa saja yang perlu diperhatikan, jika refluks asam lambung Anda sudah tergolong kronis.

Pada tahap awal perkembangannya, kanker kerongkongan umumnya tidak memiliki gejala yang cukup spesifik. Namun, kemungkinan muncul gejala umum seperti susah dan sakit saat menelan, karena pertumbuhan sel kanker yang mempersempit rongga kerongkongan.

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Hukum8 jam ago

Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Bareskrim Polri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta dan Eko Hadi Jadi Tersangka

Nasional10 jam ago

Konferensi Pers Polri soal Isu Penyadapan Presiden dan Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal Polisi

Hukum13 jam ago

Presiden Prabowo dan Seskab Teddy Disebut Jadi Target Penyadapan, Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap

Hukum14 jam ago

Sejumlah Jenderal Polisi Dikabarkan Ditangkap, Mabes Polri Angkat Bicara

Nasional16 jam ago

QUTB GLOBAL Apresiasi Doa Lintas Agama di Konser Andrea Bocelli

Jabodetabek2 hari ago

UIN Jakarta Gelar Seminar Kertas Tema SOM MABIMS ke-50

Sport2 hari ago

Hasil Persib vs Isenmulang Kalteng FC 4-0, Luka Menalo Cetak Brace dan Pangeran Biru Raih Kemenangan Terbesar Musim Ini

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Hari Ini, Minggu 1 November: PSIM vs Borneo FC, Persib vs Isenmulang FC, dan Garudayaksa FC vs PSS Sleman

Sport3 hari ago

Persita Pesta Lima Gol di Kediri, Carlos Pena Puji Karakter Dan Mental Pemain

Sport3 hari ago

Hasil Dewa United vs Persija 2-1, Shin Tae-yong Sebut Kekalahan Jadi Alarm untuk Macan Kemayoran

Sport3 hari ago

Hasil Persik Kediri vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Bantai Tuan Rumah 1-5, Pablo Ganet Hattrick

Nasional4 hari ago

FISIP UIN Jakarta dan LW MUI Perkuat Kolaborasi Pengembangan Wakaf Produktif

Opini4 hari ago

Mengapa Aset PDAM Kabupaten Tangerang di Kota Tangerang Selatan Belum Juga Diserahkan?

Banten4 hari ago

Pelatihan Hidroponik PD Wanita Islam Kota Serang, Manfaatkan Pekarangan Rumah Jadi Kebun Produktif

Nasional4 hari ago

MA Kabulkan Kasasi Nomor 742 K/TUN/2026, Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka Dinyatakan Tidak Sah

Hukum4 hari ago

Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Desak Pembersihan Internal Polri dan Penegakan Sistem Merit

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 30 Oktober 2026: Java United FC vs Bhayangkara FC dan Persebaya vs Persijap

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan ke-8, 30 Oktober–1 November

Nasional5 hari ago

Konser Andrea Bocelli Digelar 31 Oktober di Borobudur dan 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran

Banten5 hari ago

Untirta Dorong Pengembangan Produk Lokal Banten untuk Ketahanan Pangan Nasional

Nasional3 minggu ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Jabodetabek2 minggu ago

Wakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Sport2 minggu ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Nasional3 minggu ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport2 minggu ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport2 minggu ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport2 minggu ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Nasional3 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Serba-Serbi1 minggu ago

Link Download Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Persija vs Persik 2-1, Macan Kemayoran Tetap di Puncak Klasemen BRI Super League 2026/2027

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Sport2 minggu ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Banten2 minggu ago

80 Santri Mathla’ul Huda Kunjungi Perpusda Banten

Sport1 minggu ago

Prediksi Persija vs Persik Kediri di BRI Super League 2026/2027, Macan Kemayoran Diunggulkan

Sport3 minggu ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport2 minggu ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Nasional2 minggu ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Pemerintahan2 minggu ago

Pemkot Tangsel Tunda Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya, Penutupan Jalan Belum Berlaku

Serba-Serbi1 minggu ago

Teks Sumpah Pemuda

Populer