Connect with us

Lifestyle

4 Vitamin Ibu Menyusui yang Kebutuhannya Harus Terpenuhi Dengan Baik

Selama masa menyusui, Anda dituntut untuk memastikan produksi ASI senantiasa memadai untuk mencukupi kebutuhan harian si kecil. Itulah mengapa penting untuk memenuhi kebutuhan zat gizi harian ibu menyusui, yang tidak hanya penting untuk Anda, tapi juga bagi tumbuh kembang bayi. Dari beragam asupan zat gizi, vitamin masuk ke dalam salah satu daftar yang tidak boleh terlewatkan oleh ibu menyusui.

Maka itu, mari cari tahu jenis vitamin apa saja yang kebutuhannya penting di masa menyusui dalam ulasan ini!

Apa saja vitamin yang dibutuhkan ibu menyusui?

asi terlalu banyak

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi selama usia 6 bulan alias ASI eksklusif. Atas dasar inilah, para ibu menyusui sebisa mungkin disarankan untuk memastikan produksi ASI tetap prima selama masa menyusui.

Advertisement

Asupan zat gizi harian dari berbagai sumber makanan dan minuman merupakan salah satu cara utama guna mendukung kesehatan ibu, sekaligus menjaga produksi ASI-nya.

Bukan hanya dari zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, tapi Anda juga sebaiknya tidak melewatkan zat gizi mikro termasuk vitamin. Nah, demi memastikan kebutuhan vitamin harian ibu menyusui tidak kekurangan, berikut jenis vitamin yang setidaknya perlu Anda penuhi:

1. Vitamin C

Vitamin C termasuk ke dalam kelompok vitamin larut air yang banyak terkandung di dalam aneka sayur dan buah-buahan. Bagi ibu menyusui, kebutuhan vitamin C dalam tubuh meningkat sekitar 25 miligram (mg) dari kebutuhan semulanya.

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan vitamin C untuk wanita usia subur 20-35 tahun yakni 75 mg. Jadi jika usia Anda berada di rentang 20-35 tahun dan sedang menyusui, total kebutuhan vitamin C harian menjadi 100 mg.

Advertisement

Vitamin yang identik terkandung di dalam buah jeruk ini merupakan antioksidan sebagai pelindung tubuh dari serangan radikal bebas. Bukan hanya itu, vitamin C juga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka sekaligus penyerapan zat besi.

Terlebih lagi karena tubuh tidak dapat memproduksi vitamin C sendiri, sehingga sangat mengandalkan dari asupan harian. Ibu menyusui bisa memenuhi kebutuhan vitamin C harian untuk diri dan bayinya dari buah kiwi, tomat, jambu biji, pepaya, stroberi, hingga paprika.

Jika asupan vitamin C Anda terlalu banyak, ginjal bertugas untuk menyaring sehingga kelebihannya akan dikeluarkan oleh tubuh.

2. Vitamin B12

Sama halnya seperti vitamin C, vitamin B12 juga tergolong ke dalam vitamin larut air. Asupan vitamin B12 yang memadai pada tubuh ibu, kemudian akan dihantarkan untuk mencukupi kebutuhan tubuh bayi melalui ASI.

Advertisement

Bayi yang menyusui dari ibu yang mendapatkan asupan vitamin B12 dengan baik, juga menerima cukup vitamin B12. Sebaliknya, ibu yang kekurangan asupan vitamin B12, tentu membuat bayinya berisiko tidak mendapatkan vitamin B12 yang cukup juga.

Pentingnya vitamin B12 bagi bayi bukan tanpa alasan. Ini karena vitamin B12 mampu mendukung perkembangan otak dan produksi sel darah merah untuk bayi.

Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kekurangan vitamin B12 pada bayi dalam waktu lama berisiko menyebabkan kerusakan otak permanen.

Oleh karena itu, berdasarkan AKG tahun 2013, ibu menyusui usia 20-35 tahun dianjurkan untuk mencukupi sekitar 2,8 mikrogram (mcg) kebutuhan vitamin B12 harian. Sumber vitamin B12 bisa Anda peroleh dari produk susu, daging, ikan, telur, dan lain sebagainya.

Advertisement

3. Vitamin D

Vitamin D merupakan kelompok vitamin larut lemak, sehingga berbeda dengan vitamin B dan vitamin C. Asupan vitamin D yang cukup pada ibu menyusui bisa membantu mendukung perkembangan tulang yang sehat pada bayi.

Selain vitamin D, zat gizi lain yang tidak tercukupi dengan baik sehingga mengakibatkan rakitis yakni fosfat dan kalsium. Semua zat gizi tersebut diperlukan agar tulang dapat berkembang menjadi lebih sehat dan kuat.

Jika asupannya kurang, tulang bisa menjadi rapuh, lemah, pertumbuhannya terganggu, hingga mengalami kelainan pada bentuknya. Sebenarnya, kekurangan vitamin D pada bayi yang sedang menyusui jarang sekali terjadi.

Namun, tidak ada salahnya untuk tetap berusaha memenuhi kebutuhan vitamin D harian dari berbagai sumber makanan. Agar tidak kekurangan, menurut AKG tahun 2013, ibu menyusui usia 20-35 tahun disarankan untuk memenuhi sebanyak 15 mcg vitamin D.

Advertisement

Jumlah ini sebenarnya sama dengan wanita usia subur lainnya yang tidak sedang menyusui. Di samping itu, Anda juga bisa membantu memenuhi asupan vitamin D tubuh Anda dan bayi dengan rutin berjemur di bawah sinar matahari.

Sementara dari sumber makanan harian, Anda bisa memperbanyak makan ikan, kuning telur, hati sapi, jamur, susu, dan lainnya.

4. Vitamin A

Masih sama dengan vitamin D, vitamin A juga merupakan salah satu jenis vitamin yang bisa dengan mudah larut dalam lemak. Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, vitamin A berfungsi penting untuk menjaga kesehatan mata.

Namun bukan itu saja, vitamin A juga dapat menjaga sistem kekebalan tubuh, bahkan mendukung kesehatan tulang bagi ibu menyusui serta bayinya. Menurut World Health Organization (WHO), kurangnya vitamin A pada anak bisa meningkatkan risiko penyakit infeksi, termasuk campak dan diare.

Advertisement

Itu sebabnya, asupan vitamin A ibu menyusui sebaiknya selalu tercukupi dengan baik sehingga bisa diberikan pada bayi melalui ASI.

Asupan makanan ibu selama masa menyusui bisa dibilang sebagai penentu penting, baik bagi kesehatan tubuh ibu maupun bayinya. Kebutuhan vitamin A harian untuk ibu menyusui usia 20-35 tahun paling tidak sekitar 850 mcg.

Menurut AKG dari Kementerian Kesehatan RI, normalnya, wanita usia subur 20-35 tahun membutuhkan 500 mcg vitamin A. Kebutuhan tersebut meningkat 350 mcg ketika Anda sedang menyusui. Jadi, total yang Anda butuhkan yakni 850 mcg vitamin A.

Anda bisa memperoleh sumber vitamin A dari sumber makanan hewani maupun nabati, seperti hati sapi, keju, sayur bayam, wortel, dan lain sebagainya.

Advertisement

Perlukah ibu menyusui minum suplemen vitamin tambahan?

obat euthyrox adalah

obat euthyrox adalah

Sebenarnya, kebutuhan vitamin harian pada ibu menyusui bisa tercukupi dengan makan beragam sumber makanan, maupun dari kegiatan lainnya. Contohnya mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup di pagi hari agar memperoleh asupan vitamin D.

Sedangkan untuk suplemen tambahan, bisa disesuaikan kembali dengan kebutuhan Anda dan bayi. Jika memang dibutuhkan, ibu menyusui bisa mengonsumsi suplemen vitamin A untuk membantu memenuhi kebutuhan hariannya.

Berdasarkan Drugs and Lactation Database, dosis harian sebanyak 1500 mcg vitamin A diperkirakan tidak akan membahayakan kondisi kesehatan ibu menyusui dan bayinya. Namun, Anda sebaiknya menghindari dosis harian vitamin A yang lebih dari 3000 mcg.

Begitu pula dengan suplemen vitamin tambahan lainnya, Anda bisa menyesuaikannya kembali dengan kondisi dan kebutuhan tubuh Anda. Memang, sumber makanan dan minuman harian seharusnya sudah menyediakan semua zat gizi yang dibutuhkan ibu menyusui.

Advertisement

Akan tetapi, beberapa ibu menyusui mungkin membutuhkan suplemen vitamin tambahan guna membantu mencukupi kebutuhan zat gizi yang meningkat.

Penting untuk dipahami bahwa suplemen tidak dapat menggantikan asupan makanan harian. Pastikan Anda telah berkonsultasi dan mendapatkan rekomendasi dari dokter sebelum memutuskan untuk minum suplemen vitamin tambahan selama masa menyusui.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Sport3 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport3 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport3 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport3 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional4 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan4 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport5 hari ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport5 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport5 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan5 hari ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan6 hari ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan6 hari ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan1 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan1 minggu ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional1 minggu ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional1 minggu ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional1 minggu ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional1 minggu ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Nasional1 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Banten3 minggu ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport1 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport1 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Nasional1 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Nasional1 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport2 minggu ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Populer