Connect with us

Lifestyle

5 Kiat Cerdas Mengatasi Kebiasaan Belanja Impulsif

Kegiatan berbelanja saat ini semakin dipermudah. Mulai dari barang yang bisa dibeli dengan dicicil, potongan harga yang cukup menjanjikan, hingga fitur belanja secara online yang membuat konsumen bisa belanja dari mana saja. Sayangnya, semua kemudahan ini dapat mengakibatkan kebiasaan belanja yang impulsif. Apa itu kebiasaan belanja impulsif? Simak penjelasannya berikut ini.

Kebiasaan belanja impulsif yang membuat “kantong kering”

belanja online

Belanja impulsif mungkin sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh banyak orang. Padahal, kebiasaan belanja yang satu ini tidak termasuk kebiasaan yang baik.

Pasalnya, belanja secara impulsif adalah kebiasaan belanja yang tidak direncanakan. Hal ini bisa saja terjadi hanya karena faktor yang tidak terlalu mendesak seperti melihat barang yang disukai di toko.

Advertisement

Kebiasaan belanja impulsif biasanya didukung oleh beberapa faktor.

Berdasarkan sebuah artikel yang dimuat dalam Psychology Today, kebiasaan belanja impulsif biasanya dilakukan orang yang menyadari status sosialnya dan memerhatikan penampilan serta image yang dimilikinya.

Kebiasaan belanja ini dilakukannya agar dirinya terlihat baik di mata orang lain.

Selain itu, kebiasaan belanja secara impulsif biasanya dilakukan oleh orang yang cenderung lebih mudah cemas dan tidak bisa mengontrol emosinya

Advertisement

Hal ini yang kemudian membuatnya kesulitan menghindari dorongan dalam dirinya untuk mengeluarkan uang tanpa pertimbangan lebih lanjut.

Jika Anda memiliki kebiasaan impulsif saat belanja, Anda mungkin merasa ada yang kurang jika tak membelinya.

Hal ini membuat Anda merasa bahwa berbelanja mungkin salah satu cara yang dapat mengubah suasana hati tanpa memikirkan konsekuensi setelahnya yang muncul.

Contohnya, saat Anda sedang jalan-jalan di mall, Anda tidak sengaja melihat tas yang disukai. Padahal, saat itu Anda tidak membutuhkan tas baru dan uang yang Anda miliki seharusnya digunakan untuk suatu kebutuhan lain.

Advertisement

Namun, karena Anda menyukai tas tersebut dan merasa tidak nyaman jika tidak segera membelinya, Anda secara impulsif membeli tas tersebut.

Akibatnya, uang Anda habis dan kebutuhan yang seharusnya disegerakan malah tidak bisa terpenuhi. Konsekuensi seperti ini biasanya luput dari ingatan.

Cara untuk mengatasi kebiasaan belanja impulsif

Meski banyak yang melakukannya, bukan berarti kebiasaan impulsif saat belanja dibenarkan.

Justru, Anda harus mulai berlatih untuk mengendalikannya jika merasa sudah mulai sering melakukan kebiasaan ini. Bagaimana caranya? Baca penjelasan lebih lengkapnya di sini.

Advertisement

1. Berhenti dan berpikir sejenak

Berpikir jernih saat barang yang benar-benar Anda inginkan ada di depan mata memang bukan hal yang mudah.

Akan tetapi, hal ini bukan berarti tidak mungkin. Saat berada di sebuah mall dan melihat barang yang benar-benar Anda inginkan, cobalah untuk pergi dari toko tersebut sembari berpikir.

Tarik napas dalam-dalam dan buat tubuh Anda merasa lebih rileks, agar Anda bisa berpikir lebih jernih. Lalu, pikirkan baik-baik langkah yang hendak Anda ambil.

Jika perlu, bayangkan kondisi yang berbeda saat Anda membelinya dan saat Anda tidak membeli barang tersebut. Pikirkan juga kebutuhan lain yang mungkin jauh lebih penting saat itu.

Advertisement

Jika hal tersebut masih belum membantu mengatasi kebiasaan impulsif saat belanja, pikirkan juga bagaimana jika Anda kehilangan sejumlah uang seharga dengan barang yang hendak Anda beli.

Bayangkan jika Anda tidak bisa menabung hanya karena membeli barang itu.

2. Buat budget setiap bulannya

Kebiasaan impulsif saat berbelanja sering kali tidak disadari.

Hal yang kemudian terjadi adalah uang yang Anda miliki bisa lebih cepat habis karena kebiasaan ini menuntun Anda menghabiskan uang lebih banyak dari yang seharusnya.

Advertisement

Untuk menghindarinya, cobalah selalu membuat budget untuk setiap kebutuhan Anda. Misalnya, pisahkan uang untuk kebutuhan makan, transportasi, atau kebutuhan tersier seperti menonton film di bioskop dan belanja.

Saat menentukan besaran uang untuk masing-masing kebutuhan, pikirkan prioritas agar Anda lebih bijak menentukan seberapa besar uang yang harus Anda keluarkan.

Jadi, semisal uang untuk kebutuhan belanja sudah Anda habiskan, jangan pernah menambahnya atau menggunakan budget untuk keperluan yang lain. Tunggu hingga pergantian bulan untuk mengisinya lagi.

3. Hindari menggunakan kartu

Kartu debit maupun kredit memang memudahkan Anda dalam berbelanja. Sayangnya, kebiasaan ini meningkatkan potensi Anda untuk belanja secara impulsif.

Advertisement

Pasalnya, Anda tidak bisa benar-benar melihat bentuk fisik dari uang yang Anda keluarkan untuk berbelanja suatu barang.

Jika Anda mengambil uang terlebih dahulu di mesin ATM sebelum belanja, Anda akan melihat sisa saldo, dan bentuk fisik uang yang Anda akan gunakan berbelanja.

Hal ini mungkin membantu Anda untuk berpikir kembali apakah Anda rela menghabiskan uang tersebut atau tidak.

4. Buatlah daftar kebutuhan

tips belanja sehat

tips belanja sehat

Cobalah untuk membuat daftar kebutuhan saat berbelanja. Khususnya, saat Anda sedang belanja bulanan di supermarket.

Advertisement

Pasalnya, saat Anda berbelanja di supermarket yang luas dan serba ada, Anda mungkin menjadi “lupa diri”. Ada saja alasan yang tiba-tiba muncul di kepala misal, “Sepertinya saya butuh barang ini,” dan semacamnya.

Padahal, Anda belum tentu benar-benar membutuhkannya.

Maka dari itu, buatlah daftar barang kebutuhan yang hendak Anda beli sebelum Anda pergi ke supermarket.

Setelah itu, pastikan Anda menaati daftar tersebut dan tidak membeli barang yang tidak tercantum di dalamnya. Dengan menerapkan hal ini, kebiasaan impulsif saat belanja bisa lebih mudah dihindari.

Advertisement

5. Jangan berbelanja saat sedang emosional

anak remaja sedih

anak remaja sedih

Saat hati sedang gundah gulana, berbelanja sering kali jadi kegiatan yang menghibur. Siapa sih yang tidak suka memiliki barang baru?

Jadi, tidak heran jika banyak orang yang memilih untuk mengatasi hati yang sedang gelisah dengan berbelanja.

Padahal, kebiasaan belanja saat suasana harti sedang tak karuan membuat Anda lebih mudah untuk membeli barang secara impulsif.

Contohnya, jika Anda baru putus dengan pasangan Anda. Lalu, Anda memutuskan untuk berbelanja, ada kemungkinan bahwa Anda akan berbelanja dalam jumlah banyak tanpa berpikir panjang.

Advertisement

Hal ini terjadi karena Anda merasa belanja adalah bagian dari melepaskan segala emosi yang Anda sedang hadapi.

Seolah dengan berbelanja, masalah Anda akan selesai. Padahal, bisa saja kebiasaan belanja impulsif justru menimbulkan masalah baru lainnya.

Kebiasaan ini juga berlaku jika Anda hendak membeli makan. Hindari berbelanja di supermarket saat sedang lapar.

Saat sedang lapar, semua makanan yang Anda temui di supermarket tentu terasa menggiurkan. Lapar yang Anda rasakan juga dapat mendorong Anda untuk berbelanja secara impulsif.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Sport3 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport3 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport3 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport3 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional4 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan4 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport5 hari ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport5 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport5 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan5 hari ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan5 hari ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan6 hari ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan1 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan1 minggu ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional1 minggu ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional1 minggu ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional1 minggu ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional1 minggu ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Nasional1 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport1 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Sport3 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional1 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Banten3 minggu ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport1 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis1 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport1 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis1 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis1 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis1 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Bisnis1 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis1 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis1 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Nasional1 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Nasional1 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Populer