Connect with us

Lifestyle

6 Informasi Penting Soal Operasi Usus Buntu (Appendektomi) yang Perlu Anda Tahu

Pada kebanyakan kasus, radang penyakit usus buntu (apendisitis) tidak perlu langsung operasi. Apalagi jika kondisinya tidak terlalu parah. Untuk kasus yang seperti ini, dokter biasanya akan lebih dulu meresepkan obat pereda nyeri atau antibiotik jika penyebabnya adalah infeksi. Menurut penelitian dari Inggris, obat antibiotik efektif mengobati hampir sekitar 63% kasus radang usus buntu yang disebabkan oleh infeksi bakteri. 

Namun demikian, penggunaan antibiotik saja untuk mengobati radang usus buntu tanpa operasi masih kontroversi. Inilah mengapa operasi masih menjadi pilihan utama untuk menangani usus buntu. Dalam dunia medis, operasi apendisitis disebut appendektomi.

Apa itu appendektomi?

Advertisement

Appendektomi adalah operasi pembedahan untuk mengangkat usus buntu yang bermasalah. Usus buntu atau apendiks adalah kantong kecil berbentuk tabung yang menempel di usus besar, lokasinya di sisi kanan bawah perut.

Appendektomi telah menjadi andalan sebagai pengobatan radang usus buntu akut sejak tahun 1889. Appendektomi termasuk prosedur operasi darurat. Dokter dapat menganjurkan operasi usus buntu jika kondisi Anda tidak membaik, atau justru makin parah setelah berobat. 

Apa sebenarnya fungsi usus buntu pada tubuh tidak diketahui pasti. Sejauh ini usus buntu diduga dapat mempercepat pemulihan diare, peradangan, serta infeksi pada usus kecil dan besar. Akan tetapi, tubuh juga tetap dapat berfungsi normal apabila usus buntu dibuang atau diangkat. 

Apa yang menyebabkan usus buntu harus diangkat?

Advertisement

Anda kemungkinan besar harus menjalani operasi jika usus buntu sampai meradang.

Penyebab usus buntu meradang di antaranya adalah karena penyumbatan dari benda asing atau kotoran. Sumbatan ini akhirnya menjadi tempat ideal bagi bakteri berkembang biak hingga menyebabkan infeksi dan pembentukan kantong nanah (abses).

Usus buntu yang tersumbat dan meradang dapat menyebabkan rasa sakit di bagian kanan bawah perut, sakit perut saat batuk atau berjalan, hingga muntah dan diare.

Jika tidak segera diangkat, usus buntu yang bengkak atau terinfeksi bisa pecah dan menyebabkan komplikasi yang lebih parah. Tanpa adanya intervensi bedah, radang usus buntu sangat berisiko menyebabkan perforasi (perlubangan) usus. Perforasi usus adalah kondisi yang dapat mengancam nyawa. 

Advertisement

Seperti apa prosedur operasi usus buntu (appendektomi)?

Metode operasi usus buntu (appendektomi) ada dua pilihan. Pertama adalah operasi appendektomi terbuka yang menjadi prosedur standar untuk mengangkat usus buntu, dan appendektomi laparoskopi sebagai alternatif prosedur bedah yang lebih baru dan minim risiko.

Berikut penjelasan dan perbedaan keduanya:

Operasi usus buntu terbuka (open appendectomy surgery)

Advertisement

Operasi ini dilakukan dengan membuat sayatan pada sisi kanan bawah perut Anda. Luka atau sayatan yang dibuat umumnya sepanjang 4-10 sentimeter (cm).

Namun sebelum operasi, Anda akan lebih dulu dibius total agar tidak merasakan sakit sama sekali. Selama operasi berlangsung, Anda akan tertidur pulas alias tidak sadarkan diri.

Setelah Anda tidak sadarkan diri dan sayatan dibuat, dokter bedah akan memotong usus buntu yang menempel di usus besar dan dikeluarkan dari tubuh. Bekas potongan kemudian akan dijahit dengan staples medis khusus dan sayatan juga akan ditutup dengan jahitan.

Selama operasi, dokter juga bisa membersihkan rongga perut Anda jika usus buntu telanjur pecah dan infeksi telah menyebar ke organ lain. 

Advertisement

Operasi usus buntu laparoskopi (laparoscopic appendectomy)

Sama seperti operasi apendisektomi terbuka, Anda juga akan lebih dulu dibius agar tidak merasakan sakit. Setelah itu, operasi dimulai dengan dokter bedah yang membuat 1-3 sayatan kecil di perut kanan bagian bawah Anda.

Salah satu dari sayatan tersebut nantinya akan menjadi pintu masuknya selang laparoskopi. Alat ini dilengkapi dengan pisau medis khusus dan kamera video kecil. Lewat kamera yang terpasang di laparoskopi, dokter bedah dapat melacak lokasi usus buntu dan memonitor isi dalam perut Anda di layar TV.

Nantinya dokter akan mengikat dan memotong usus buntu yang akan dikeluarkan melalui alat laparoskopi. Sesudahnya, bekas sayatan akan ditutup dengan staples atau jahitan. 

Advertisement

Selama proses laparoskopi, dokter dapat memutuskan untuk melakukan operasi usus buntu terbuka jika memang diperlukan. Biasanya ini dilakukan bila usus buntu Anda pecah dan infeksinya telah menyebar ke organ tubuh lain. 

Pemeriksaan dan persiapan sebelum operasi usus buntu

Seperti prosedur medis lainnya, Anda perlu lebih dulu berkonsultasi ke dokter. Konsultasi bertujuan untuk memastikan apakah radang usus buntu itu perlu dioperasi atau tidak, dan jika ya, kapan harus dilakukan.

Saat konsultasi, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan melakukan beberapa pemeriksaan fisik. Selama pemeriksaan fisik, biasanya dokter akan menekan perut kanan bawah untuk menentukan sumber nyeri perut Anda.

Advertisement

Dokter juga dapat menjalankan tes darah dan USG (ultrasonografi) untuk memastikan gejala tersebut adalah akibat usus buntu. Jika keputusannya adalah operasi, Anda mungkin akan disarankan untuk menjalani tes alergi obat bius sebelum jadwalnya diresmikan.

Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, memiliki alergi obat tertentu, atau sedang menggunakan obat-obatan lain (resep, nonresep, herbal, vitamin, jamu, dst).

Anda kemudian akan diwajibkan untuk berpuasa makan dan minum setidaknya 8 jam sebelum operasi usus buntu dilakukan. Puasa ini dilakukan untuk mengurangi risiko aspirasi, kondisi isi perut masuk yang ke paru-paru. Perut yang kosong juga memudahkan dokter untuk melihat rongga perut.

Apa saja risiko dari operasi usus buntu?

Advertisement

Risiko komplikasi dari kedua jenis operasi usus buntu tersebut umumnya sama-sama rendah. 

Berikut adalah beberapa kemungkinan risiko yang bisa terjadi setelah operasi:

  • Perdarahan 
  • Infeksi pada organ di sekitar usus buntu atau di luka jahitan
  • Usus besar tersumbat

Meski begitu, operasi appendektomi dengan laparoskopi lebih minim sayatan dan risiko komplikasi. Durasi opname, waktu penyembuhan, dan risiko infeksinya juga lebih kecil ketimbang operasi terbuka.

Perawatan dan pemulihan setelah operasi usus buntu

Segera setelah operasi, Anda akan dibawa ke ruang pemulihan. Di sana, dokter akan mengawasi organ vital seperti detak jantung dan pernapasan Anda. Setelah tekanan darah, denyut nadi, dan pernapasan stabil, Anda akan dipindah ke kamar rawat inap biasa.

Advertisement

Waktu pemulihan tiap orang setelah operasi berbeda-beda. Ini tergantung dari kondisi, tingkat keparahan infeksi, dan apakah usus buntunya pecah atau tidak. Menurut American College of Surgeons, jika apendiks tidak pecah, pasien biasanya dapat pulang dalam 1-2 hari setelah operasi.

Beberapa jam setelah operasi, Anda mungkin diperbolehkan minum cairan. Sehabis itu, Anda juga mungkin diperbolehkan makan makanan padat, belajar duduk, dan berjalan kembali pelan-pelan.

Anda mungkin butuh diopname lebih lama jika usus buntu mengalami infeksi parah hingga pecah. Dokter akan meresepkan Anda obat antibiotik dengan dosis kuat sambil terus mengawasi kondisi Anda untuk melihat adanya tanda-tanda komplikasi.

Selama masa pemulihan, dokter akan memberikan daftar aktivitas apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan setelah operasi. Biasanya Anda akan dilarang beraktivitas berat seperti nge-gym atau mengangkat benda berat. Larangan aktivitas biasanya berlaku hingga 14 hari setelah operasi usus buntu selesai.

Advertisement

Artikel Berjudul ” 6 Informasi Penting Soal Operasi Usus Buntu (Appendektomi) yang Perlu Anda Tahu ” Bersumber dari Situs Hello Sehat.

Source

Sport5 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport5 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport5 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport5 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional6 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan6 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport6 hari ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport7 hari ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport7 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport7 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport7 hari ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan1 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan1 minggu ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan1 minggu ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan1 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan1 minggu ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional1 minggu ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional1 minggu ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional1 minggu ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional1 minggu ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Banten3 minggu ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport1 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis3 minggu ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Sport2 minggu ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Populer