Setelah Januari lalu meresmikan program ZMart untuk wilayah Bogor, kini Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali meluncurkan ZMart untuk wilayah Kota Tangerang Selatan, Senin (11/6).
Bertempat di Jalan Swadaya RT 004/RW 005, Pondok Benda, Pamulang, Tangsel, BAZNAS telah me-launching program ZMart untuk 12 mustahik se-wilayah Kota Tangerang Selatan.
“Realisasi program ini menggunakan dana zakat yang dihimpun dari para muzaki. BAZNAS telah mendirikan 72 ZMart yang dimiliki oleh mustahik di wilayah Bogor, Bandung dan Tangerang Selatan dengan total anggaran yang telah tersalurkan sebesar Rp 717 juta,” ujar Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Mohd. Nasir Tajang.
Turut hadir Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS, Randi Swandaru; amil BAZNAS Hadiyanto dan Wahyu Alamsyah, Ketua Pemberdayaan Masyarakat Tangsel, Ahmad Husen; tokoh masyarakat Kelurahan Pondok Benda, Rudi Hartono, dan Moh. Subhan dari Islamic Mart Foundation.
Tahun ini, tutur Nasir, BAZNAS akan merealiasikan 600 Zmart dengan total anggaran dana zakat sebesar Rp 5,469 miliar. “BAZNAS akan terus berupaya untuk mengembangkan usaha mikro dengan modal dari dana zakat,” ucap Nasir.
Dalam program ini, imbuh dia, selain memberikan modal usaha, BAZNAS juga memfasilitasi perbaikan tempat berjualan, pelatihan manajemen dan sistem keuangan serta pendampingan usaha.
Nasir menjelaskan, ZMart adalah program pemberdayaan ekonomi mustahik BAZNAS untuk meningkatkan eksistensi dan kapasitas usaha retail mikro untuk mengangkat skala usaha mustahik binaan BAZNAS.
“Kehadiran program ini diharapkan agar terbentuk sebuah gerakan untuk berbelanja di warung kelontong, sehingga omzet mustahik pemilik warung akan terus meningkat,” kata dia.
Nasir memaparkan, ZMart akan terbagi ke dalam tiga jenis. Pertama, Z-Mart Points yang merupakan unit usaha yang di miliki satu keluarga. Kedua, usaha yang dikembangkan dalam jenis Z-Mart Store dengan skala yang lebih besar dan dimiliki oleh beberapa keluarga mustahik. Ketiga, Distribusi Center, baik grosir maupun eceran guna menyuplai dagangan ke warung-warung kelontong.
“Keberhasilan program ini sudah mulai terlihat dengan adanya kenaikan omset usaha,” ujar Nasir.
Dia mencontohkan salah satunya yakni ZMart milik mustahik atas nama Ibu Mustari yang beralamat di Kp. Setu, Bojonggede, Bogor. Rata-rata kenaikan omzet usaha Ibu Mustari Rp 200.000-Rp 300.000 per hari.
Setelah bantuan dari BAZNAS diberikan, tambah dia, stok barang di warung menjadi bertambah dan lengkap, sehingga warga sekitar lebih sering berbelanja di warungnya.
Dengan dana zakat yang didayagunakan akan bermanfaat untuk membangkitkan kondisi perekonomian masyarakat yang tergolong mustahik produktif dan memiliki usaha retail menjadi lebih berkembang serta maju dengan menerapkan sistem muamalah yang baik dan benar secara islami.
Selanjutnya, terang Nasir, untuk melakukan percepatan program ini, BAZNAS akan melakukan screening dan pendampingan mustahik pemilik warung kelontong bekerja sama dengan mitra-mitra lokal di daerah, sehingga usaha mustahik dapat cepat meningkat untuk menopang perekonomian keluarga. (rls/fid)
Banten1 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Sport3 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM
Sport3 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Nasional1 minggu agoPurbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Sport3 hari agoJadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga
Sport3 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Politik1 minggu agoWI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik
Sport3 hari agoTiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID












