Tangsel Punya Situs Peninggalan Belanda dan Jepang

By on Senin, 11 Juni 2018

Lapangan terbang Pondok Cabe. Lapangan terbang ini mungkin tidak asing bagi orang Tangerang Selatan (Tangsel). Sehari-hari jika ingin bekerja kadang kita melihat dan melewati lapangan terbang ini. saya selalu bertanya-tanya, kapan lapangan terbang ini dibuat? dan siapa yang membuat?.

Lapangan terbang Pondok Cabe dibuat pada awal bulan Februari tahun 1942 oleh Belanda ketika mereka tahu bahwa Jepang melakukan Invasi ke Asia Tenggara, termasuk Hindia Belanda kala itu. ketika lapangan terbang Cililitan dan Bekasi sudah rampung akhir tahun 1941, militer Belanda membuat lapangan terbang pondok Cabe untuk keperluan militer dan Evakuasi warganya jika Jepang sudah memasuki ibu kota.

Pembangunan lapangan terbang ini dibuat berdasarkan tata letak yang strategis untuk melakukan Evakuasi dini warga Belanda.

1. Daerah pondoktjabe pada masa itu adalah padang rerumputan.

2. Tidak jauh dari daerah Meester Cornelis, Pabayoran, Paroeng dan jalan raya Buitenzorg.

3. Tidak jauh dari stasiun Djoerangmangoe.

4. Evakuasi dari arah Utara (Batavia) dan Selatan (Buitenzorg) memungkinkan.

Belanda pada akhir bulan sudah rampung dalam pembuatan landasan pacunya, tetapi tidak sempat membuat bangunanya karena Jepang sudah dengan cepat menguasai daerah Pabayoran. Maka pengerjaan untuk membuat bangunan pendukung Lapangan terbang pondoktjabe dihentikan.

Pengerjaan lapangan terbang Pondoktjabe lalu dilanjutkan oleh Tentara Jepang. Untuk pertahanan Lapangan terbang Pondoktjabe tidak di jelaskan. tetapi jika musim hujan tiba jalan untuk menuju lapangan terbang akan terasa sulit karena berlumpur. Belanda sudah mengantisipasi jika Lapangan terbang PondokTjabe direbut oleh musuh, maka pasukan Paratroopers dapat diturunkan di sekitar sawah dekat dengan Kali doekoe dan situ Pamoelang (nama Pamulang sudah tercatat sejak tahun 1901).

Ditulis oleh: Argi Arafat

Sumber: SPECIAL REPORT, ALLIED GEOGRAPHICAL SECTION S W P A. Departemen pertahanan Canbera. 20 Februari 1942.