Connect with us

Lifestyle

Gejala Usus Buntu Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Sering mengalami sakit perut bagian bawah hingga menghambat aktivitas sehari-hari? Bisa jadi Anda mengalami gejala usus buntu. Penyakit usus buntu atau dalam istilah medisnya disebut dengan apendisitis adalah kondisi yang menyebabkan peradangan pada usus buntu. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera. Jika tidak, usus buntu akan pecah dan menyebabkan infeksi berat yang dapat mengancam nyawa.

Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mewaspadai tanda dan gejala awal dari usus buntu. Dengan begitu, Anda dapat mengurangi risiko komplikasi dari penyakit ini di kemudian hari.

Berbagai tanda dan gejala usus buntu yang paling khas

Gejala usus buntu yang paling khas adalah rasa nyeri di perut. Meski begitu, penting untuk diketahui bahwa gejala usus buntu tidak hanya sekadar sakit perut saja. Ada gejala usus buntu lainnya yang bisa terjadi.

Pada beberapa orang, gejala usus buntu bisa tidak terjadi secara keseluruhan, namun bisa juga muncul hanya beberapa saja. Secara umum gejala-gejala usus buntu adalah:

Advertisement

1. Sakit perut bagian kanan bawah

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, usus buntu biasanya diawali dengan gejala nyeri atau kram pada perut yang terjadi secara mendadak. Akan tetapi kebanyakan orang lebih sering mengalami sakit perut yang intens dibanding dengan kram perut. Gejala usus buntu satu ini terjadi karena usus buntu mengalami pembengkakan dan peradangan. Hal tersebut pun mengiritasi lapisan dinding perut, sehingga Anda jadi mengalami nyeri di bagian perut.

Lokasi nyeri yang akan dialami pasien mungkin berbeda-beda, tergantung pada usia dan posisi usus buntunya. Dalam banyak kasus, nyeri perut ini dimulai pada perut tengah atas dekat pusar dan biasa berpindah ke bagian perut kanan bawah. Namun, ada beberapa orang yang mengalami usus buntu di bagian belakang sehingga rasa sakit, nyeri, atau kram terjadi di punggung bagian bawah atau panggul. Sementara jika Anda sedang hamil, rasa nyeri mungkin akan muncul di perut bagian atas. Pasalnya posisi usus buntu cenderung lebih tinggi selama kehamilan karena terdorong janin.

Secara umum nyeri perut akibat gejala usus buntu biasanya cenderung semakin meningkat bila Anda melakukan gerakan, menarik napas dalam-dalam, mengejan, batuk atau bersin.

Advertisement

2. Mual, muntah, dan nafsu makan menurun

mual muntah disertai demam

Selain sakit perut, gejala usus buntu lainnya juga bisa menyebabkan mual dan muntah. Akibatnya, nafsu makan Anda mungkin akan menurun secara drastis. Hal ini terjadi karena radang usus buntu terkadang berdampak pada saluran pencernaan dan sistem saraf, sehingga memungkinkan Anda mengalami mual dan muntah.

3. Gangguan pencernaan

penyebab diare

Anda juga mungkin akan mengalami beberapa gangguan pencernaan seperti konstipasi (sembelit) atau diare ketika gejala usus buntu menyerang.

Beberapa orang juga mengalami kesulitan buang angin, alias kentut. Bila Anda salah satu orang yang mengalami kesulitan untuk buang angin, maka kemungkinan besar penyumbatan pada usus sudah terjadi sebagian atau menyeluruh.

4. Demam ringan

mandi saat sakit demam

Penyakit ini bisa menyebabkan demam yang berkisar antara 37 sampai 38 derajat Celcius. Bila semakin parah, demam bisa mencapai 38 derajat Celcius disertai dengan peningkatan denyut jantung.

Advertisement

Demam terjadi sebagai reaksi alami sistem kekebalan tubuh saat melawan infeksi guna mengurangi jumlah bakteri jahat yang akan menyerang tubuh.

5. Sering buang air kecil

frekuensi buang air kecil dalam sehari infeksi saluran kencing

Usus buntu terletak di bawah panggul, sehingga posisinya bisa dibilang dekat dengan kandung kemih. Nah, ketika kandung kemih bersinggungan dengan usus buntu yang sedang meradang, maka hal tersebut juga akan memengaruhi kandung kemih. Akibatnya, kandung kemih pun akan mengalami peradangan.

Hal tersebut membuat Anda jadi lebih sering buang air kecil. Dalam beberapa kasus, Anda juga mungkin akan merasakan buang air kecil yang sedikit menyakitkan.

Gejala usus buntu pada anak dan ibu hamil berbeda

gejala usus buntu 1

Dilansir dari Everyday Health, tidak semua pasien merasakan gejala usus buntu seperti yang sudah disebutkan. Beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala usus buntu secara menyeluruh (atipikal).

Advertisement

Bahkan menurut penelitian yang diterbitkan pada 2007 dalam The Journal of American Medical Association, gejala usus buntu antara anak-anak dengan orang dewasa tidak selalu sama. Oleh karena itu, orangtua harus paham betul apa yang gejala-gejala usus buntu pada anak. Pasalnya, penyakit satu ini dapat dialami oleh semua orang di kalangan usia berapapun.

Dilansir dari Healthline, batita yang berusia 2 tahun atau kurang sering menunjukkan gejala usus buntu seperti berikut ini:

  • Demam
  • Muntah
  • Perut terasa kembung
  • Keadaan perut membengkak, ketika ditepuk pelan terasa empuk

Sedangkan untuk anak-anak dan remaja cenderung mengalami:

  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri perut di sisi kanan bawah perut

Pada ibu hamil, gejala usus buntu mungkin mirip dengan beragam keluhan selama kehamilan seperti morning sickness. Pasalnya gejala penyakit ini pada ibu hamil meliputi berkurangnya nafsu makan, kram perut, mual, dan muntah.

Namun, perlu ditekankan bahwa usus buntu saat hamil bisa menyebabkan rasa nyeri bukan di sisi kanan bawah perut melainkan di perut bagian atas. Hal ini sedikit berbeda karena posisi usus terdorong menjadi lebih tinggi akibat adanya janin pada rahim. Selain itu, gejala lainnya adalah terasa sakit ketika buang air. Gejala usus buntu yang umum seperti demam dan diare jarang terjadi pada ibu hamil.

Usus buntu bisa pecah jika tidak mendapatkan pengobatan yang tepat

usus buntu kambuh setelah operasi

Jika Anda sering abai terhadap berbagai gejala usus buntu yang sudah disebutkan di atas, bisa jadi usus buntu Anda akan pecah. Apabila usus buntu Anda pecah, hal tersebut dapat mengancam jiwa dan bahkan menyebabkan kematian. Meski tidak semua kasus usus buntu menyebabkan usus buntu pecah, jika semakin lama kondisinya tidak terkendali, maka semakin besar pula risikonya.

Advertisement

Pecahnya usus buntu biasanya terjadi setelah 24 jam pertama setelah gejala-gejala awal usus buntu muncul. Namun, risiko akan semakin meningkat terutama pada 48-72 jam setelah gejala awal usus buntu Anda rasakan.

Biasanya tanda khas ketika usus buntu pecah adalah rasa sakit yang samar di sekitar pusar. Saat peradangan berkembang, rasa sakit bergerak ke arah sisi kanan tubuh, biasanya ke arah pinggul. Gejala lain yang berkembang selama 24 jam berikutnya mungkin termasuk mual, muntah, dan demam. Dalam beberapa kasus pasien juga mungkin mengalami perut bengkak, sakit punggung, atau bahkan sembelit.

Saat usus mulai terinfeksi, bakteri buruk yang ada di usus akan mulai berkembang biak dengan cepat. Akibatnya, usus akan mengalami peradangan dan terisi dengan nanah yang mengandung bakteri, sel jaringan, serta sel darah putih yang mati.

Infeksi ini akan menyebabkan tekanan pada usus buntu meningkat tajam. Darah yang mengalir melalui dinding organ pun akan mengalami penurunan sehingga jaringan pada usus akan kekurangan darah dan mati secara perlahan. Proses ini akan terus berlanjut sampai dinding otot pada usus menjadi sangat tipis dan akhirnya pecah.

Advertisement

Maka dari itu, apabila Anda mengalami berbagai gejala usus buntu yang telah dijelaskan di atas, segera cari bantuan medis. Semakin dini penyakit usus buntu Anda terdiagnosis, maka peluang untuk terbebas dari risiko komplikasi pun akan semakin besar.

Bagaimana cara mendiagnosis usus buntu?

Usus buntu diwarisi dari orangtua

Sama seperti penyakit lainnya, dokter mungkin akan menanyakan seputar riwayat kesehatan Anda secara keseluruhan. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan cara menekan atau menepuk perut bagian kanan bawah secara perlahan-lahan. Dalam banyak kasus orang yang sakit usus buntu umumnya akan merasa kesakitan ketika perut bagian kanan bawahnya ditekan atau ditepuk meski hanya perlahan.

Untuk memantapkan diagnosis, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan lanjutan yang melibatkan:

  • Pemeriksaan darah untuk melihat adanya infeksi.
  • Pemeriksaan urin untuk memastikan nyeri Anda tidak disebabkan oleh infeksi saluran kencing atau batu ginjal.
  • Pemeriksaan imaging seperti rontgen, USG perut, atau computerized tomography (CT) untuk melihat kondisi usus buntu pasien.

Dokter mungkin juga akan melakuan pemeriksaan organ intim atau tes kehamilan bagi wanita yang belum memasuki masa menopause. Hal ini dilakukan guna memastikan apakah gejala yang dikeluhkan pasien memang benar karena usus buntu atau justru penyakit yang berhubungan dengan organ reproduksi.

Apa saja pilihan pengobatan usus buntu?

Sumber: University of Rochester

Dalam kasus usus buntu yang masih tergolong ringan, dokter mungkin akan meresepkan obat pereda nyeri dan antibiotik sebagai obat usus buntu. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of American Medical Association menemukan bahwa antibiotik dapat membantu mengurangi rasa sakit pasien dengan radang usus buntu akut.

Meski begitu, bukan berarti dengan hanya mengonsumsi obat antibiotik maka radang usus buntu bisa sembuh begitu saja. Pasalnya, masih ada kemungkinan jika radang usus buntu kambuh kembali, bahkan jika Anda sudah minum antibiotik sampi habis.

Advertisement

Jika pemberian obat-obatan tidak membantu meringankan gejala usus buntu, maka dokter biasanya akan merekomendasikan pasiennya untuk melakukan operasi pengangkatan usus buntu. Dalam banyak kasus, operasi usus buntu bisa jadi cara terbaik. Perlu diketahui bahwa usus buntu sebenarnya tidak memiliki fungsi yang cukup penting bagi tubuh manusia, sehingga pengangkatannya tidak akan menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari.

Usus buntu yang meradang dapat diangkat lewat pembedahan yang disebut apendektomi, alias operasi usus buntu. Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan di perut bagian kanan bawah.

Ada 2 jenis apendektomi, yaitu:

  1. Laparoskopi apendektomi. Sebuah selang (scope) yang dimasukkan ke perut untuk melihat dan mengangkat usus buntu. Biasanya prosedur ini dilakukan pada kasus usus buntu yang ringan. Kebanyakan orang lebih memilih melakukan prosedur ini karena masa pemulihannya cenderung lebih cepat.
  2. Apendektomi terbuka. Sebuah operasi yang memotong perut kanan bawah untuk mengangkat usus sekaligus membersihkan rongga perut. Berbeda dari prosedur laparaskopi, prosedur satu ini diperuntukan jika usus buntu sudah pecah atau infeksinya sudah menyebar. Karena melibatkan bedah terbuka, prosedur ini membutuhkan masa pemulihan yang lebih lama.

Jika usus buntu Anda tergolong ringan, biasanya Anda cukup dirawat selama 1 hari atau dapat pulang di hari yang sama dengan operasi. Sementara untuk kasus yang berat di mana usus buntu sudah pecah, biasanya dokter akan mengharuskan pasien dioperasi dan dirawat inap lebih lama.

Walapun sudah dioperasi, usus buntu mungkin saja bisa kambuh. Namun, kejadiannya sangat jarang. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa peluang usus buntu kambuh bisa disebabkan karena ketika operasi masih ada bagian usus buntu yang masih tertinggal.

Advertisement

Studi lain juga menyatakan hal yang sama. Bila infeksi berikutnya terjadi pada bekas operasi, bisa disebabkan karena masih ada bagian usus buntu yang tersisa sekitar 3-5 milimeter. Ketika radang usus buntu kambuh, maka hal ini biasanya akan ditangani dengan cara melakukan operasi lagi.

Bagaimana cara mengatasi usus buntu saat hamil?

mengatasi usus buntu saat hamil

Hal terpenting yang bisa dilakukan jika Anda mengalami gejala usus buntu saat hamil, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Tidak ada perawatan atau pengobatan yang bisa dilakukan di rumah untuk mengatasi penyakit ini ketika Anda hamil.

Pasalnya, usus buntu saat hamil yang dibiarkan tanpa penanganan yang tepat dapat meningkatkan risiko keguguran serta kelahiran prematur. Apalagi jika Anda sudah memasuki kehamilan trimester ketigas, alias kehamilan tua. Usus buntu yang meradang lama kelamaan akan menyebabkan usus berlubang, sehingga isi dalam usus yang berisi banyak kuman bisa keluar ke dalam rongga perut. Jika hal tersebut terjadi, maka akan berbahaya baik bagi ibu maupun janin.

Biasanya dokter akan memberikan antibiotik jika usus buntu yang Anda alami masih tahap yang ringan. Namun, apabila radang usus buntu sudah memasuki status akut, operasi bisa menjadi satu-satunya jalan keluar yang akan dilakukan dokter.

Advertisement

Jika Anda masih di trimester pertama atau kedua, dokter cukup melakukan operasi laparoskopi yang hanya melibatkan sayatan sangat kecil di bagian perut Anda. Tapi jika Anda berada di trimester ketiga, Anda mungkin memerlukan operasi dengan sayatan yang lebih besar.

Perencanaan operasi usus buntu saat hamil akan melibatkan dokter kandungan dan juga spesialis anestesi supaya rahim pasien tidak terjadi kontraksi saat operasi berlangsung. Sekitar 80 persen wanita yang menjalani operasi usus buntu saat hamil mengalami kontraksi prematur. Meski begitu Anda jangan khawatir. Meski mengalami kontraksi prematur, kebanyakan wanita tidak mengalami persalinan prematur karena kontraksi ini.

Ibu hamil yang menjalani usus buntu tetap mampu melanjutkan kehamilan dan melahirkan bayi yang sehat. Jadi, operasi usus buntu selama kehamilan aman dilakukan, asalkan Anda tanggap dengan kondisi ini.

Oleh sebab itu, apabila Anda mengeluhkan gejala usus buntu selama kehamilan segeralah berkonsultasi ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Sport6 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport6 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport6 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport6 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional7 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan7 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport1 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan1 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan1 minggu ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan1 minggu ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan1 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan1 minggu ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional1 minggu ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional1 minggu ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional2 minggu ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional2 minggu ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis3 minggu ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Sport3 minggu ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Populer