Connect with us

Bisnis

Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional

Arus peti kemas nasional terus menunjukkan tren positif pada semester I 2026. PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat throughput mencapai 6,63 juta TEUs atau tumbuh 5,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut didorong oleh ekspansi layanan pelayaran melalui pembukaan rute baru, penambahan kunjungan kapal (extra call), serta meningkatnya aktivitas perdagangan.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra menyebut pertumbuhan terjadi baik pada peti kemas domestik maupun internasional. Arus peti kemas luar negeri mencapai 2,27 juta TEUs atau tumbuh 9,13%, sedangkan domestik mencapai 4,36 juta TEUs atau tumbuh 3,72%. Dari sisi perdagangan internasional, arus impor mencapai 1,11 juta TEUs (tumbuh 11,67%) dan ekspor mencapai 1,13 juta TEUs (tumbuh 6,70%). Angka ini menunjukkan aktivitas perdagangan Indonesia masih tumbuh positif di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas pelayaran, pembukaan layanan (service) baru, penambahan kunjungan kapal, direct call internasional di kawasan Indonesia Timur, hingga meningkatnya kebutuhan logistik untuk mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN),” ungkap Widyaswendra, Senin (27/07).

Selain itu modernisasi terminal, peningkatan konektivitas antarpelabuhan, serta penguatan layanan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan daya saing logistik Indonesia.

Advertisement

Wakil Ketua Umum Bidang Maritim dan Pelabuhan DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Harry Sutanto, menilai pertumbuhan arus peti kemas menjadi salah satu indikator penting untuk membaca kondisi perekonomian nasional. Pertumbuhan tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Meski ekspor mengalami penurunan dibandingkan impor, kondisi ini tetap berdampak positif karena sekitar 78 persen impor merupakan bahan baku dan mesin yang dibutuhkan industri manufaktur.

“Kalau impor naik, sekitar 78 persen di antaranya merupakan bahan baku dan mesin. Artinya prospek ekonomi, terutama sektor manufaktur, masih tumbuh,” katanya saat dihubungi, Kamis (23/7/2026).

Peningkatan aktivitas perdagangan turut mendorong pembukaan layanan pelayaran dan penambahan kunjungan kapal di sejumlah pelabuhan. Salah satu yang mencatat pertumbuhan tinggi adalah Pelabuhan Panjang di Lampung dengan kenaikan arus peti kemas mencapai 17,4 persen. “Hampir semua pelabuhan menunjukkan pertumbuhan positif, meskipun tidak sama besar. Di Sumatra misalnya, Pelabuhan Panjang tumbuh cukup tinggi. Pelabuhan-pelabuhan Pelindo sendiri mewakili sekitar 90 persen aktivitas perdagangan nasional,” ujarnya.

Harry menilai perusahaan pelayaran masih berhati-hati dalam membuka rute baru. Pembukaan layanan dilakukan setelah mempertimbangkan ketersediaan muatan agar operasional tetap berkelanjutan.

Advertisement

“Perusahaan pelayaran sangat berhitung dalam membuka rute baru. Mereka harus memastikan muatannya tersedia dan berkelanjutan sebelum memutuskan membuka layanan secara rutin,” katanya.

Harry juga mengingatkan sektor pelayaran internasional masih menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik. Perubahan rute pelayaran menyebabkan biaya angkutan laut meningkat, terutama pada jalur Asia-Eropa yang mengalami kenaikan tarif freight sekitar 30–70 persen. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi tantangan karena meningkatkan biaya impor.

Indikator Positif

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), Carmelita Hartoto, menilai pertumbuhan arus peti kemas pada Semester I 2026 menjadi indikator positif bagi perekonomian nasional.

Advertisement

“Pertumbuhan arus peti kemas nasional pada Semester I 2026 merupakan sinyal yang positif bagi ekonomi kita (Indonesia). Ini tentu sinyal (positif) bahwa pertumbuhan ekonomi dan arus barang di pelabuhan tetap terjaga, meski di tengah tekanan ekonomi global,” kata Carmelita saat dihubungi, Kamis (23/7/2026).

Carmelita berharap tren tersebut dapat dipertahankan melalui penguatan ekosistem logistik nasional, mulai dari peningkatan efisiensi pelabuhan, konektivitas antardaerah, hingga kelancaran operasional pelayaran.

“Kita harap ini dapat terus terjaga dengan menjaga iklim usaha yang baik di dalam ekosistem logistik nasional, seperti efisiensi pelabuhan, peningkatan konektivitas nasional, kelancaran operasional pelayaran dan lainnya. Jadi pertumbuhan ini terus berkelanjutan,” tandasnya.

Pakar logistik maritim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Raja Oloan Saut Gurning, menilai kenaikan throughput peti kemas merupakan konsekuensi logis dari meningkatnya aktivitas ekonomi dan perdagangan.

Advertisement

“Urutannya dimulai dari pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika ekonomi tumbuh, interaksi perdagangan secara keseluruhan juga meningkat. Dari situ perdagangan melalui laut ikut bertumbuh, kemudian aktivitas ekonomi maritim yang mencakup logistik dan pelayaran juga meningkat, hingga akhirnya mendorong permintaan layanan terminal peti kemas,” terangnya saat dihubungi Rabu (22/7/2026).

Menurut Saut Gurning, dalam industri maritim terdapat konsep ships follow the trade, yakni aktivitas pelayaran berkembang mengikuti pertumbuhan perdagangan. “Dalam industri maritim ada istilah ships follow the trade. Jadi kapal dan aktivitas terminal peti kemas mengikuti pertumbuhan perdagangan. Perdagangan sendiri merupakan turunan dari pertumbuhan ekonomi. Itu urutannya,” jelasnya.

Ia menjelaskan berbagai penelitian empiris menunjukkan pertumbuhan throughput peti kemas memiliki efek pengganda terhadap aktivitas ekonomi. Meski demikian, besarnya efek tersebut masih dipengaruhi kualitas sistem logistik nasional. Belum termasuk ketika terjadi hambatan lain, seperti keterbatasan infrastruktur, konektivitas antarmoda, kemacetan distribusi, regulasi, hingga proses customs, immigration, and quarantine (CIQ).

Kualitas Layanan

Advertisement

Peningkatan daya saing perdagangan Indonesia sangat bergantung pada kualitas layanan terminal peti kemas. Kinerja layanan terminal peti kemas yang andal akan membuat biaya logistik melalui laut menjadi lebih efisien. Setelah biaya logistik turun, daya saing perdagangan meningkat, volume perdagangan bertambah, dan pada akhirnya pilihan pengguna jasa terhadap terminal tersebut juga akan semakin tinggi.

Sementara, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menjelaskan bahwa jalur peti kemas merupakan salah satu tulang punggung logistik, baik untuk distribusi domestik maupun kegiatan ekspor dan impor. Namun, ia mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dibenahi, seperti ketidakseimbangan arus peti kemas antardaerah, keterbatasan kapasitas pelabuhan, hingga pendangkalan alur pelayaran yang dapat mengurangi efisiensi distribusi barang.

“Kalau alur pelayaran mengalami pendangkalan, kapal tidak bisa beroperasi secara optimal. Kapal akhirnya mengurangi muatan agar tetap aman berlayar, sehingga kapasitas angkut berkurang dan distribusi barang menjadi kurang efisien,” katanya saat dihubungi Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, pengerukan alur pelayaran, modernisasi fasilitas, serta investasi pada peralatan bongkar muat perlu terus dilakukan agar produktivitas terminal semakin meningkat. Investasi pada peralatan bongkar muat, modernisasi fasilitas, hingga peningkatan kapasitas pelabuhan perlu terus dilakukan agar produktivitas terminal semakin baik.

Advertisement

Ia juga mendorong percepatan pembangunan pelabuhan transhipment internasional agar Indonesia tidak bergantung pada pelabuhan negara lain. “Saat ini sebagian arus peti kemas internasional masih harus melalui pelabuhan di negara tetangga sebelum menuju tujuan akhir. Jika Indonesia memiliki pelabuhan transhipment yang kuat, efisiensi logistik akan meningkat dan nilai tambahnya dapat dinikmati di dalam negeri,” katanya.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sport4 jam ago

Hasil Persija vs Persik 2-1, Macan Kemayoran Tetap di Puncak Klasemen BRI Super League 2026/2027

Jabodetabek9 jam ago

Bobotoh Meninggal Dunia Usai Nonton Persib vs Garudayaksa FC di Pakansari Bogor

Sport12 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Selasa 27 Oktober: PSS Sleman vs Borneo FC Samarinda

Sport12 jam ago

Prediksi Persija vs Persik Kediri di BRI Super League 2026/2027, Macan Kemayoran Diunggulkan

Sport12 jam ago

Persija vs Persik Kediri, Shin Tae-yong Bidik Tiga Poin di JIS

Sport12 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Senin 26 Oktober: Persebaya vs Madura United, Bhayangkara FC vs PSM Makassar, dan Persija vs Persik

Sport1 hari ago

Hasil Garudayaksa FC vs Persib Bandung 1-2

Sport1 hari ago

Arema FC Hajar Dewa United 4-0, Kekalahan Perdana Banten Warriors di BRI Super League 2026/27

Sport1 hari ago

Hasil Arema vs Dewa United 4-0 di BRI Super League 2026/27 Pekan ke-7

Sport1 hari ago

Hasil Pertandingan Persita Tangerang Vs Bali United Berakhir 1-1

Nasional3 hari ago

4 Pernyataan Sikap MUI Soal Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Tangerang Selatan3 hari ago

Warga Kelurahan Kranggan Apresiasi Program Penataan Kawasan Kumuh Tangsel

Nasional3 hari ago

Sambut Konser Andrea Bocelli, Pemuda Ekonomi Syariah Dorong Sinergi Musik, Pendidikan, dan Ekonomi Kemanusiaan

Jabodetabek3 hari ago

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Asta Cita Prabowo Penting untuk Generasi Mendatang

Jabodetabek3 hari ago

Wakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Pemerintahan5 hari ago

Bali Tech Week 2026, Diskominfo Tangsel Dukung Transformasi Digital

Pemerintahan5 hari ago

Cegah TPPO, Pemkot Tangsel Terus Perkuat Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat

Pemerintahan5 hari ago

Diskominfo Tangsel Gandeng Onno W Purbo Gelar Pelatihan AI bagi Ibu-Ibu

Pemerintahan5 hari ago

Pemkot Tangsel Tunda Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya, Penutupan Jalan Belum Berlaku

Nasional5 hari ago

Prof Asep Saepudin Jahar: Santri Bukan Penonton, Harus Jadi Penggerak Perubahan Bangsa

Sport3 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport3 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Sport2 minggu ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport2 minggu ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Nasional2 minggu ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Sport2 minggu ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport3 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport3 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Jabodetabek3 hari ago

Wakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Sport1 minggu ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Nasional2 minggu ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Sport1 minggu ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport1 minggu ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport1 minggu ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Populer