Sport
Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sejumlah sanksi kepada pemain, klub, ofisial, dan panitia pelaksana pertandingan dalam hasil sidang pada 1, 7, dan 8 Oktober 2026. Persiraja Banda Aceh menjadi salah satu klub yang mendapat sorotan setelah menerima tiga denda dengan total Rp75 juta akibat pelanggaran suporter dalam pertandingan melawan Sumsel United.
Sanksi tersebut mencakup larangan bermain bagi pemain yang menerima kartu merah langsung, denda akibat perilaku suporter, pelanggaran ofisial, hingga kegagalan penyelenggaraan pertandingan. Keputusan ini mencakup kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 serta Elite Pro Academy (EPA) ONE 2026/2027.
Berdasarkan hasil sidang yang diumumkan Komdis PSSI pada 13 Oktober 2026, terdapat tiga kelompok keputusan yang dijatuhkan dalam sidang pada 1, 7, dan 8 Oktober 2026.
Hasil Sidang Komdis PSSI 1 Oktober 2026
Dalam sidang 1 Oktober 2026, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi kepada dua pemain dalam pertandingan Adhyaksa FC Bekasi melawan PSMS Medan serta panitia pelaksana pertandingan Persiku Kudus kontra PSIS Semarang.
Berikut rincian keputusannya:
1. Rundell Renold Winchester (Adhyaksa FC Bekasi)
Rundell Renold Winchester mendapat sanksi tambahan larangan bermain sebanyak dua pertandingan dan denda Rp5 juta.
Sanksi dijatuhkan karena pemain Adhyaksa FC Bekasi tersebut melakukan pelanggaran serius berupa tindakan kasar dengan menggunakan tubuh secara berlebihan terhadap pemain lawan hingga menerima kartu merah langsung.
Pelanggaran terjadi dalam pertandingan Adhyaksa FC Bekasi melawan PSMS Medan pada 27 September 2026 di kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.
2. Asyraq Gufran Rachmadan (PSMS Medan)
Pemain PSMS Medan, Asyraq Gufran Rachmadan, juga mendapat tambahan larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp5 juta.
Jenis pelanggaran yang dikenakan sama, yakni melakukan tindakan kasar dengan menggunakan tubuh secara berlebihan terhadap pemain lawan dan mendapatkan kartu merah langsung dalam pertandingan melawan Adhyaksa FC Bekasi pada 27 September 2026.
3. Panitia Pelaksana Pertandingan Persiku Kudus
Komdis PSSI menjatuhkan sanksi kepada panitia pelaksana pertandingan Persiku Kudus setelah dinilai gagal menjalankan tanggung jawab penyelenggaraan pertandingan.
Pelanggaran tersebut mengakibatkan laga Persiku Kudus melawan PSIS Semarang pada 27 September 2026 tidak terlaksana sesuai jadwal.
Atas kejadian tersebut, panitia pelaksana diwajibkan mengganti kerugian materiil yang dialami tim PSIS Semarang dan membayar denda sebesar Rp40 juta.
Hasil Sidang Komdis PSSI 7 Oktober 2026
Pada sidang 7 Oktober 2026, Komdis PSSI menjatuhkan delapan keputusan terkait pertandingan Pegadaian Championship 2026/2027. Sanksi diberikan kepada pemain Persipura Jayapura, Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, Persikad, serta panitia pelaksana pertandingan Persiraja.
1. Lazarus Anthonius Wilem Christian Sinim (Persipura Jayapura)
Pemain Persipura Jayapura, Lazarus Anthonius Wilem Christian Sinim, mendapat tambahan larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp5 juta.
Sanksi tersebut diberikan karena melakukan pelanggaran serius berupa tindakan kasar dengan menggunakan tubuh secara berlebihan terhadap pemain lawan hingga menerima kartu merah langsung.
Pelanggaran terjadi dalam pertandingan De Red FC melawan Persipura Jayapura pada 2 Oktober 2026.
2. Faris Adit Saputra (Persiraja Banda Aceh)
Faris Adit Saputra dijatuhi tambahan larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp5 juta.
Pemain Persiraja Banda Aceh itu dinilai melakukan pelanggaran serius berupa tindakan menginjak pemain lawan dan mendapatkan kartu merah langsung dalam pertandingan melawan Sumsel United pada 2 Oktober 2026.
3. Persiraja Didenda Rp15 Juta akibat Yel-yel Suporter
Klub Persiraja Banda Aceh dijatuhi denda Rp15 juta setelah suporter mereka meneriakkan yel-yel bernada provokatif dan menghina perangkat pertandingan di seluruh tribun.
Pelanggaran tersebut terjadi dalam pertandingan Persiraja Banda Aceh melawan Sumsel United pada 2 Oktober 2026.
4. Persiraja Didenda Rp30 Juta akibat Pembakaran Spanduk
Persiraja Banda Aceh kembali menerima sanksi berupa denda Rp30 juta setelah terjadi pembakaran satu buah spanduk di Tribun Utara yang dilakukan oleh suporter klub tersebut.
Insiden itu juga terjadi dalam pertandingan melawan Sumsel United pada 2 Oktober 2026.
5. Lima Suporter Persiraja Masuk Lapangan
Komdis PSSI menjatuhkan denda Rp30 juta kepada Persiraja Banda Aceh setelah lima orang suporter memasuki area lapangan dari Tribun Utara seusai pertandingan melawan Sumsel United berakhir.
Pelanggaran tersebut menjadi salah satu dasar penjatuhan sanksi terhadap klub dalam hasil sidang 7 Oktober 2026.
Dengan demikian, Persiraja Banda Aceh menerima tiga denda terkait perilaku suporter dengan total Rp75 juta, terdiri atas Rp15 juta untuk yel-yel provokatif dan penghinaan terhadap perangkat pertandingan, Rp30 juta untuk pembakaran spanduk, serta Rp30 juta akibat lima suporter memasuki lapangan.
6. Panitia Pelaksana Persiraja Didenda Rp20 Juta
Selain sanksi kepada klub, Komdis PSSI juga menjatuhkan denda Rp20 juta kepada panitia pelaksana pertandingan Persiraja Banda Aceh melawan Sumsel United.
Panitia dinilai tidak menyediakan pengawalan kepulangan bagi perangkat pertandingan dari stadion menuju hotel setelah pertandingan pada 2 Oktober 2026.
7. Ade Suryana (Persikad)
Pemain Persikad, Ade Suryana, mendapat tambahan larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp5 juta.
Sanksi diberikan karena melakukan pelanggaran serius berupa tindakan menginjak pemain lawan hingga mendapatkan kartu merah langsung dalam pertandingan PSMS Medan melawan Persikad pada 3 Oktober 2026.
8. PSMS Medan Didenda Rp15 Juta
PSMS Medan dijatuhi denda Rp15 juta setelah suporter mereka meneriakkan yel-yel bernada provokatif dan menghina perangkat pertandingan dari Tribun Selatan.
Pelanggaran tersebut terjadi dalam pertandingan PSMS Medan melawan Persikad pada 3 Oktober 2026.
Hasil Sidang Komdis PSSI 8 Oktober 2026
Sidang 8 Oktober 2026 mencakup tujuh keputusan dalam kompetisi EPA ONE U16, U18, dan U20 2026/2027. Sanksi diberikan kepada ofisial Java United, pelatih Garuda United U18, serta tim Persebaya Surabaya U18 dan U20, juga seorang pemain PSM Makassar U18.
1. Ofisial Java United Ditegur Keras dan Didenda Rp12,5 Juta
Ofisial Java United, Achmad Resal Octavian, mendapat teguran keras dan denda Rp12,5 juta setelah dinilai tidak mematuhi hukuman larangan memasuki stadion yang telah dijatuhkan sebelumnya.
Dalam pertandingan Java United FC U16 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC U16 pada 4 Oktober 2026, Achmad Resal Octavian diketahui memasuki ruang ganti tim Java United U16 dan berada di area pinggir lapangan saat pertandingan dimulai.
2. Pelatih Garuda United U18 Dilarang Mendampingi Tim Empat Pertandingan
Pelatih Garuda United U18, Furqon, dijatuhi sanksi larangan mendampingi tim selama empat pertandingan dan denda Rp12,5 juta.
Sanksi tersebut diberikan karena melakukan tindakan tidak sportif terhadap perangkat pertandingan, yakni menarik dan mendorong wasit cadangan.
Insiden terjadi dalam pertandingan Borneo FC Samarinda U18 melawan Garuda United U18 pada 3 Oktober 2026.
3. Persebaya Surabaya U18 Didenda Rp15 Juta
Tim Persebaya Surabaya U18 mendapat denda Rp15 juta setelah enam pemainnya menerima kartu kuning dalam pertandingan melawan PSS Sleman U18 pada 3 Oktober 2026.
Pertandingan tersebut merupakan bagian dari kompetisi EPA ONE U18 2026/2027.
4. Ofisial Java United U18 Kembali Ditegur dan Didenda Rp12,5 Juta
Achmad Resal Octavian kembali mendapat teguran keras dan denda Rp12,5 juta dalam perkara berbeda yang berkaitan dengan pertandingan Java United FC U18 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC U18 pada 4 Oktober 2026.
Dalam keputusan tersebut, ia dinilai tidak mematuhi larangan memasuki stadion karena memasuki area lapangan pertandingan.
5. Pemain PSM Makassar U18 Dilarang Bermain Satu Pertandingan
Pemain PSM Makassar U18, Michelangelo Emmanuel Jones Kaudis, mendapat tambahan larangan bermain satu pertandingan dan denda Rp10 juta.
Sanksi diberikan karena dengan sengaja menghalangi peluang mencetak gol menggunakan tangan di luar kotak penalti hingga menerima kartu merah langsung.
Pelanggaran terjadi dalam pertandingan Persik Kediri U18 melawan PSM Makassar U18 pada 4 Oktober 2026.
6. Ofisial Java United U20 Ditegur Keras dan Didenda Rp12,5 Juta
Achmad Resal Octavian kembali dijatuhi teguran keras dan denda Rp12,5 juta dalam kompetisi EPA ONE U20 2026/2027.
Dalam pertandingan Java United FC U20 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC U20 pada 3 Oktober 2026, ia dinilai tidak mematuhi hukuman larangan memasuki stadion karena berada di area lapangan pertandingan.
Dengan demikian, berdasarkan tiga keputusan terpisah yang tercantum dalam hasil sidang 8 Oktober 2026, Achmad Resal Octavian menerima tiga teguran keras dengan total denda Rp37,5 juta.
7. Persebaya Surabaya U20 Didenda Rp12,5 Juta
Persebaya Surabaya U20 dijatuhi denda Rp12,5 juta setelah empat pemain dan satu ofisial tim menerima kartu kuning dalam pertandingan melawan PSS Sleman U20 pada 3 Oktober 2026.
Sanksi tersebut dijatuhkan dalam kompetisi EPA ONE U20 2026/2027.
Daftar Klub dan Pihak yang Mendapat Sanksi Komdis PSSI
Berdasarkan hasil sidang pada 1, 7, dan 8 Oktober 2026, berikut beberapa pihak yang menerima sanksi:
- Persiraja Banda Aceh: tiga denda kepada klub dengan total Rp75 juta akibat pelanggaran suporter.
- PSMS Medan: denda Rp15 juta akibat yel-yel suporter yang provokatif dan menghina perangkat pertandingan.
- Persebaya Surabaya U18: denda Rp15 juta akibat enam pemain menerima kartu kuning.
- Persebaya Surabaya U20: denda Rp12,5 juta akibat empat pemain dan satu ofisial menerima kartu kuning.
- Panitia pelaksana Persiku Kudus: denda Rp40 juta dan kewajiban mengganti kerugian materiil PSIS Semarang.
- Panitia pelaksana Persiraja Banda Aceh: denda Rp20 juta karena tidak menyediakan pengawalan kepulangan perangkat pertandingan.
- Achmad Resal Octavian: tiga teguran keras dan total denda Rp37,5 juta dalam perkara berbeda di kompetisi EPA ONE U16, U18, dan U20.
- Sejumlah pemain: tambahan larangan bermain satu hingga dua pertandingan serta denda sesuai jenis pelanggaran.
Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi atas Berbagai Pelanggaran
Rangkaian keputusan Komdis PSSI tersebut menunjukkan bahwa penegakan disiplin dalam kompetisi sepak bola Indonesia tidak hanya menyasar pemain yang melakukan pelanggaran di lapangan. Klub, ofisial, dan panitia pelaksana juga dapat dikenai sanksi atas perilaku suporter, ketidakpatuhan terhadap hukuman, maupun kelalaian dalam penyelenggaraan pertandingan.
Dalam kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027, sejumlah sanksi berkaitan dengan kartu merah langsung, perilaku suporter, dan aspek keamanan pertandingan. Sementara itu, dalam EPA ONE 2026/2027, keputusan Komdis PSSI mencakup pelanggaran oleh ofisial dan pelatih serta akumulasi kartu kuning pemain.
Hasil sidang ini menjadi pengingat bagi seluruh peserta kompetisi agar mematuhi regulasi, menjaga perilaku sportif, dan memastikan penyelenggaraan pertandingan berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.
Nasional2 minggu agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport2 minggu agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Nasional2 minggu agoG30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia
Sport2 minggu agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Sport2 minggu agoJadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Bisnis2 minggu agoBogasari Baking Center Latih Puluhan UKM
Bisnis2 minggu agoIndustri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi
Bisnis2 minggu agoBank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove































