Connect with us

Lifestyle

Melawan Kanker Anak dengan Memperkuat Orangtua

Pilihan pengobatan kanker di Indonesia pada tahun 1990-an masih terbatas. Hal tersebut menjadi kendala bagi orangtua yang hendak berjuang melawan kanker pada anak. Rumah sakit macam RS Dharmais baru berdiri di akhir tahun 1993. Karena itu, saling memperkuat antar-orangtua adalah salah satu kunci pengobatan. 

Cerita orangtua yang melawan kanker pada anak

Saat putri bungsu Retno Soepardji divonis leukemia pada tahun 1990, dia tidak berpikir dua kali untuk menerbangkan putrinya ke Amsterdam, Belanda.

“Dua hari di RSCM, tanpa pulang ke rumah saya langsung terbang ke Amsterdam. Saat itu pengobatan kanker anak di Indonesia belum membahana,” kata Retno bercerita kepada Hello Sehat, Rabu (5/2). Retno adalah salah satu pendiri Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI).

Retno membawa putrinya untuk ditangani dokter di Rumah Sakit Academic Medical Center (AMC) Amsterdam, rumah sakit pendidikan yang berafiliasi dengan Universitas van Amsterdam.

Advertisement

Rumah Sakit AMC van Amsterdam

Menyerahkan pengobatan putrinya ke ahli yang terpercaya saja ternyata tidak cukup menghilangkan kekhawatirannya.

Ketidakpastian kesembuhan, bayang-bayang kematian dan kehilangan putri tercinta menjadi serangan psikologis yang kuat untuk Retno.

“Di depan anak kita selalu pasang wajah manis, ceria, tapi tumpah menangis tersedu-sedu di dalam kamar mandi,” kata Retno.

Advertisement

Keteguhan hati Retno, putrinya, dan kekuatan seluruh anggota keluarga membuah hasil. Tiga tahun total pengobatan, tahun 1993, putri Retno dinyatakan survive. Mereka lalu kembali ke Indonesia.

Kanker kembali datang

Tapi ujian sebagai orangtua yang melawan kanker anak kembali datang. Tahun 1994 kanker yang tertidur kembali lagi. Retno pun kembali membawa putrinya ke Amsterdam, dan kini mencoba menguatkan diri menjalani serangkaian pengobatan yang lebih panjang dari sebelumnya.

Sel kanker yang kembali muncul ini bermutasi dari tipe O menjadi tipe T yang menurut keterangan dokter adalah tipe yang lebih berbahaya.

“Tujuh bulan pengobatan beratnya, lalu empat tahun perawatan maintenance-nya. Jadi total semua pengobatan itu delapan tahun dari 1990-1998,” jelas Retno.  

Advertisement

Retno bercerita, betapa mendampingi anak yang mengidap kanker sangat berat. Rumitnya memahami istilah medis, menahan emosi yang berlebihan, dan tekanan-tekanan lainnya. “Orangtua butuh kekuatan super,” ungkapnya.

Retno masih bersyukur karena memiliki finansial yang cukup untuk melawan kanker anak di tempat yang menurutnya terbaik. Ia juga dikelilingi oleh keluarga yang paham tentang medis karena dua adiknya adalah dokter. Sehingga proses pengobatan yang melelahkan ini bisa dilewati.

Menurutnya banyak orangtua yang butuh dukungan finansial dan moral dalam pengobatan kanker. Sebagian dari mereka tidak memahami penyakit tersebut dan perawatannya.

Untuk itu, dia bertekad untuk menolong para orangtua yang membutuhkan dukungan. Sebab, dia yakin dengan cara memperkuat orangtua, maka anak-anak pun bisa semakin kuat.

Advertisement

“Makanya, sekarang semua keberuntungan yang saya dapatkan itu membuat saya bertekad untuk membantu anak kanker, membantu orangtua menghadapi ujian ini,” kata Retno.

Anak-anak kanker di YOAI

Anak-anak kanker di YOAI

YOAI komunitas berbagi untuk orangtua melawan kanker anak

Sejak saat itu berbagi dan membantu orangtua lain yang mempunyai anak pengidap kanker menjadi tekad Retno. Ia dan lima rekan sesama orangtua yang anaknya berhasil melawan kanker, sering bertemu. Mereka membahas pembentukan wadah untuk membantu anak pengidap kanker dan orangtuanya. 

“Pendirian YOAI adalah ungkapan rasa syukur karena putra/putri kami berhasil melawan kanker berkat bantuan banyak pihak, dokter relawan, simpatisan, psikolog,” tulis para pendiri YOAI dalam websitenya.

Sejak berdiri 26 tahun lalu, YAOI telah membantu anak-anak pengidap kanker dengan berbagai macam bantuan. Di antaranya membantu biaya pengobatan, pendampingan kesehatan jiwa untuk anak dan orangtua.

Advertisement

“Sepuluh tahun pertama yang kita cari itu pasti uang ya,” tutur Retno. Ia mengatakan betapa yang pentingnya kecukupan ekonomi dalam pengobatan bagi orangtua yang melawan kanker anak, karena pemerintah tidak menanggung penuh biaya pengobatan kanker. 

Misalnya biaya perawatan maintenance, di mana anak kanker yang sudah selesai menjalani pengobatan penuh harus terus melakukan pengecekan secara rutin. Sehingga ketika kanker itu kembali bisa ditangani lebih dini. 

Gejala kembalinya kanker pada anak cenderung tidak terlihat, ketika kanker sudah terlihat biasanya kondisi tersebut sudah pada tahap stadium lanjut. 

“Tapi kalau checkupnya nggak dibayarin, anak-anak didiemin, ketika dia sudah menjadi parah biayanya semakin mahal, kemungkinan sembuh makin kecil,” tegas Retno.

Advertisement

Selain biaya pengobatan, yang menjadi perhatian Retno dan YOAI adalah memberi kekuatan dan motivasi pada anak dan orangtua dalam menjalani pengobatan kanker.

Pentingnya saling memperkuat antara Orangtua 

Patterson, profesor psikologi Universitas Minesota dalam Jurnal The impact of childhood cancer on the family menjelaskan bagaimana diagnosis kanker pada anak akan berpengaruh pada psikologi seluruh anggota keluarga.

Vonis kanker pada anak mengharuskan keluarga untuk membuat penyesuaian terhadap kehidupan sehari-hari mereka yang dapat menyebabkan tidak hanya keregangan pada setiap individu tetapi pada sistem keluarga secara keseluruhan.

Jika dilihat dari perspektif sistem keluarga, apa yang terjadi pada satu anggota keluarga mempengaruhi anggota lainnya, terutama bagi orangtua yang berusaha melawan kanker anak.

Advertisement

Maria Bjork dalam jurnal onkologi pediatrik berjudul Living an Everyday Life Through a Child’s Cancer Trajectory menuliskan dukungan yang memadai dapat membantu keluarga mengatasi berbagai krisis yang disebabkan oleh penyakit dan masa perawatannya. 

“Maka, orang tua yang anaknya mengidap kanker membutuhkan dukungan untuk meringankan beban mereka pada masa awal diagnosis, selama perawatan, di akhir perawatan, bahkan setelah menyelesaikan perawatan,” tulisnya.

Orangtua yang melawan kanker anak butuh kesabaran dan perhatian ekstra. Ketelitian mengingat tanggal kontrol dan minum obat, tekanan biaya yang tinggi, dan mengelola emosi tetap terjaga.

Saat berkumpul bersama, anak-anak juga bisa melatih diri untuk bersosialisasi, bercerita, dan bermain, membuat mereka menjadi anak yang normal. Hal ini diperlukan bukan hanya untuk anak yang masih dalam pengobatan, tapi juga untuk survivor yang dalam masa pemulihan.

Advertisement

diabetes anak sekolah

diabetes anak sekolah

Kabartangsel.com

Source

Nasional1 jam ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan6 jam ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport17 jam ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport23 jam ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport23 jam ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport24 jam ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport24 jam ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan1 hari ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan1 hari ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan2 hari ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan3 hari ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan3 hari ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional3 hari ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional3 hari ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional4 hari ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional4 hari ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Pemerintahan4 hari ago

Gantikan Mukroni, H Ika Resmi Jadi Plt Kepala Dispora Tangsel

Pemerintahan4 hari ago

Alasan Mukroni Mundur dari Jabatan Kadispora Tangsel

Pemerintahan4 hari ago

Kadispora Tangsel Mengundurkan Diri, Pemkot Tangsel Pastikan Pelayanan Dispora dan Persiapan Porprov Banten 2026 Tetap Berjalan

Pemerintahan4 hari ago

Ular Sanca Masuk Permukiman Warga di Rempoa, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi

Sport3 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport3 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport3 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport3 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional5 hari ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport6 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Sport3 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport3 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Banten2 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Sport2 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Banten2 minggu ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Nasional3 minggu ago

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Bermasalah, Mentan Andi Amran Sulaiman: Tarik, Cabut Izin, Proses Hukum!

Nasional2 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Populer