Connect with us

Lifestyle

Bisakah Dilakukan Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan Pada Bayi?

Risiko terjadinya penyakit bukan hanya muncul saat seseorang lahir atau tumbuh dewasa. Nyatanya, kemungkinan munculnya penyakit juga bisa mulai berkembang sejak janin di dalam kandungan, salah satunya penyakit jantung bawaan (PJB) pada bayi. Lantas, apakah mungkin untuk melakukan deteksi dini untuk mengetahui penyakit jantung bawaan?

Mungkinkah deteksi dini penyakit jantung bawaan dilakukan?

cara menggugurkan kandungan

Penyakit jantung bawaan alias PJB didefinisikan sebagai gangguan pada jantung yang terlihat sejak bayi baru lahir. Padahal, menurut dr. Winda Azwani, Sp.A(K), ahli jantung anak di RSAB Harapan Kita, deteksi dini penyakit jantung bawaan sudah bisa dilakukan sejak janin masih berada di dalam kandungan.

“Ada sekitar 50.000 bayi yang lahir dengan penyakit jantung bawaan setiap tahunnya. Entah itu PJB sianotik (cyanotic) maupun non-sianotik (acyanotic),” tutur dr. Winda ketika ditemui pada diskusi media di bilangan kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/7).

Advertisement

Ia kemudian melanjutkan, “PJB sianotik biasanya ditandai dengan mukosa bibir yang berwarna biru. Sementara PJB non-sianotik adalah kondisi kelainan jantung saat lahir  yang tidak menimbulkan kebiruan pada mukosa bibir bayi.”

Dari kedua jenis PJB saat lahir tersebut, perbedaan utama memang terletak di warna kebiruan yang tampak nyata pada bayi. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kadar oksigen di dalam darah, sehingga membuat area mukosa atau lapisan dalam bibir bayi berwarna kebiruan.

Kedua jenis penyakit jantung bawaan (PJB) ini, sianotik ataupun non-sianotik, telah bisa dideteksi sejak dini.

Bagaimana cara deteksi dini penyakit jantung bawaan?

usg kehamilan

usg kehamilan

Deteksi dini penyakit jantung bawaan pada bayi bisa dilakukan dengan menggunakan alat bernama fetal ecocardiography. “Alat ini baru mulai berkembang kurang lebih 10 tahun terakhir, dengan jumlah yang masih sangat sedikit di Indonesia,” ulas dr. Winda.

Advertisement

Namun sayangnya, deteksi dini penyakit jantung bawaan pada bayi dengan alat ini belum bisa dilakukan oleh semua dokter. “Biasanya hanya dokter obstetri dan ginekologi (obgyn) subspesialis fetomaternal dan dokter spesialis jantung anak, yang mempelajarimengenai kerja alat ecocardiography,” ujar dr. Winda.

Menariknya, deteksi dini penyakit jantung bawaan sekarang juga sudah mulai bisa diketahui melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). “Ketika pemeriksaan USG berlangsung, biasanya akan muncul beberapa kelainan yang diduga merupakan kemungkinan adanya PJB pada bayi.”

“Mulai dari ukuran tubuh janin yang kecil, terdapat cairan di jaringan tubuh (fetal hidrops), hingga tampak bibir sumbing yang bisa mengarah pada fungsi jantung,” ungkap dr. Winda.

Sedangkan untuk ibu hamil sendiri, dr. Winda menjelaskan tidak terlihat gejala apa pun pada ibu yang tengah mengandung bayi dengan PJB.

Advertisement

Meski tak ada tanda-tanda dari ibu hamil, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang ibu memiliki bayi dengan penyakit jantung bawaan.

“Contohnya jika ibu hamil mengalami diabetes gestasional, atau menggunakan beberapa jenis obat-obatan tertentu untuk mengatasi epilepsi atau kejang saat hamil. Beberapa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko PJB pada bayi nantinya saat lahir,” sambung dr. Winda.

Meski begitu, dr. Winda mengatakan bahwa tidak semua ibu hamil yang mengalami kondisi tersebut lantas akan melahirkan bayi dengan PJB. Hanya saja, memang ada beberapa kondisi tertentu yang dapat meningkatkan peluang bayi mengalami PJB.

Adakah cara untuk mengurangi risiko terjadinya PJB pada bayi?

hb rendah pada bayi

hb rendah pada bayi

Sebelum melakukan deteksi dini penyakit jantung bawaan pada bayi, mungkin Anda bertanya-tanya cara mencegah kondisi ini. Dokter Winda, yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Kardiologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jaya, menjelaskan hal ini.

Advertisement

“Sebenarnya belum ada banyak penelitian yang mengulas lebih jauh mengenai sebab dan akibat dari PJB pada bayi. Namun, pada dasarnya berdasarkan penelitian yang ada, ibu hamil maupun yang sedang merencakan kehamilan, dianjurkan untuk menerapkan pola makan seimbang,” ucap dr. Winda.

Ia juga menyarankan para ibu hamil atau yang tengah merencanakan kehamilan untuk memperbanyak makan buah, sayur, serta makanan sumber protein.

Penting pula untuk ibu dan calon bu hamil untuk mengurangi faktor risiko lain, seperti merokok dan minum minuman beralkohol.

Masih menurutnya, gaya hidup sehari-hari yang sehat dan baik, sebenarnya bisa menurunkan risiko atau mencegah kelainan jantung bawaan.

Advertisement

“Tapi lagi-lagi, hal tersebut belum tentu benar-benar dapat menghilangkan kemungkinan PJB pada bayi di dalam kandungan. Sebab, belum diketahui dengan jelas penelitian mengenai hal tersebut,” tuturnya.

Melakukan deteksi dini penyakit jantung bawaan dapat menurunkan risiko kematian bayi baru lahir akibat masalah ini. “Setidaknya bisa cepat dilakukan penanganan saat lahir jika deteksi penyakit jantung bawaan sudah dilakukan sejak dini. Dengan begitu, kemungkinan nantinya bayi tumbuh sehat pun lebih besar,” pungkas dr. Winda.

Di sinilah pentingnya melakukan pemeriksaan secara rutin dan berkala selama masa kehamilan. Baik untuk mengetahui kesehatan ibu, maupun bayi di dalam kandungan. Termasuk untuk melakukan deteksi dini penyakit jantung bawaan pada bayi.

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Sport6 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport6 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport6 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport6 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional7 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan7 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport1 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan1 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan1 minggu ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan1 minggu ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan1 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan1 minggu ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional1 minggu ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional1 minggu ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional2 minggu ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional2 minggu ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis3 minggu ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Sport3 minggu ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Populer