Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Narasi yang salah. Faktanya, Chief Executive Officer (CEO) Nissan Makoto Uchida mengumumkan penutupan pabrik Nissan di Indonesia pada 28 Mei 2020 sebagai bagian dari upaya penghematan biaya dan membentuk kembali operasional serta meningkatkan profitabilitas.
Selengkapnya di bagian penjelasan.
====
Kategori: Konten yang Menyesatkan
====
Sumber: Twitter
https://archive.vn/jJiCu 
====
Narasi:
“Pabrik Mobil Nissan umumkan tutup usahanya bulan Maret 2021.
Lho…
Sudah dibuatkan Undang Undang Omnibus Law kok malah TUTUP alias KABUR ke Thailand…?
Emang UU itu tidak ampuh, tho…?
Oala biyung…biyung…
Komen dilarang kalap…”
====
Penjelasan:
Akun Twitter tengkuzulkarnain (@ustadtengkuzul) mengunggah cuitan berupa narasi yang menyebutkan bahwa pabrik mobil Nissan umumkan tutup usahanya bulan Maret 2021 setelah dibuatkannya UU Omnibus Law. Cuitan yang diunggah pada 26 Oktober 2020 telah mendapat respon sebanyal 517 retweet, 318 balasan, dan 3,346 suka.
Berdasarkan hasil penelusuran, narasi cuitan tersebut tidak tepat. Mengutip dari portal Bisnis, CEO Nissan Makoto Uchida mengatakan pada Kamis (28/5/2020) bahwa produksi di Eropa akan dipusatkan di pabrik Inggris di Sunderland dan produksi dari Indonesia akan dialihkan ke Thailand. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah bagian dari upaya penghematan biaya dan membentuk kembali operasional serta meningkatkan profitabilitas.
Nissan melaporkan kerugian 671,2 miliar yen (US$6,2 miliar) untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret. Ini merupakan kerugian tahunan pertama sejak 2009, setelah dilanda krisis keuangan global. Dikatakan produksi kendaraan global turun 62 persen pada April dari tahun sebelumnya menjadi 150.388 kendaraan. Sementara itu, penjualan kendaraan global merosot hampir 42 persen bulan April lalu.
Mengutip dari portal Detik, Nissan Motor Company di Thailand merekrut 2.000 karyawan baru. Penambahan Sumber Daya Manusia ini lantaran pabrik berskala besar yang tersisa di Asia Tenggara (pasca pabrik di Indonesia tutup) mengalami permintaan yang meningkat khususnya dua model, yakni Nissan Navara dan Nissan Kicks e-Power.
“Peningkatan produksi ini terjadi seiring dengan pertumbuhan bisnis ekspor, khususnya untuk Nissan Kicks e-POWER dan Nissan Navara. Di Thailand, kami juga melihat permintaan yang kuat untuk Nissan Almera baru, sedan perkotaan yang cerdas, dan Kicks e-POWER, “kata Ramesh Narasimhan, Presiden Nissan Thailand.
Dengan demikian, cuitan unggahan akun Twitter tengkuzulkarnain (@ustadtengkuzul) dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan karena pengumuman penutupan pabrik Nissan di Indonesia pada 28 Mei 2020 sebagai bagian dari upaya penghematan biaya dan membentuk kembali operasional serta meningkatkan profitabilitas.
====
Referensi:

Jabodetabek6 hari agoWakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia
Sport3 hari agoHasil Persija vs Persik 2-1, Macan Kemayoran Tetap di Puncak Klasemen BRI Super League 2026/2027
Serba-Serbi2 hari agoLink Download Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026
Sport3 hari agoPrediksi Persija vs Persik Kediri di BRI Super League 2026/2027, Macan Kemayoran Diunggulkan
Serba-Serbi1 hari agoTeks Sumpah Pemuda
Sport4 hari agoArema FC Hajar Dewa United 4-0, Kekalahan Perdana Banten Warriors di BRI Super League 2026/27
Sport3 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Senin 26 Oktober: Persebaya vs Madura United, Bhayangkara FC vs PSM Makassar, dan Persija vs Persik
Sport4 hari agoHasil Pertandingan Persita Tangerang Vs Bali United Berakhir 1-1













