Connect with us

Nasional

Hery Haryanto Azumi Yakin Prabowo Subianto Mampu Warnai Board of Peace

Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo Subianto mampu memberikan warna dan arah strategis dalam keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, di tengah menguatnya kontroversi publik terkait posisi Indonesia dalam forum perdamaian internasional tersebut.

Dalam sebulan terakhir, keterlibatan Indonesia di Board of Peace menuai kritik dari sejumlah pihak. Kekhawatiran utama publik adalah potensi Indonesia dimanfaatkan sebagai pemberi legitimasi politik bagi kepentingan Israel, khususnya dalam konteks pascaperang Gaza.

Bahkan, beberapa entitas masyarakat sipil, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), secara terbuka meminta Indonesia untuk mundur dari keanggotaan forum tersebut.

Menanggapi polemik tersebut, GKB-NU menilai bahwa keikutsertaan Indonesia justru merupakan langkah multilateral yang sah dan strategis, sejalan dengan mandat internasional.

Advertisement

“Board of Peace merupakan pelaksana dari Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 yang lahir pascagencatan senjata Hamas–Israel. Indonesia hadir bukan untuk melegitimasi penjajahan, tetapi untuk memastikan proses perdamaian berjalan adil dan berkelanjutan,” tegas Inisiator GKB-NU, Hery Haryanto Azumi, dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (3/2/2026).

GKB-NU menjelaskan bahwa dalam skema perdamaian tersebut, Komite Eksekutif Board of Peace akan bekerja sama dengan National Committee for the Administration of Gaza (NCAG), sebuah badan teknokrat Palestina yang beranggotakan 15 orang dan diberi kewenangan administratif atas Gaza selama dua tahun ke depan. NCAG akan menjalankan mandatnya baik di Zona Merah (wilayah yang sebelumnya dikuasai Hamas) maupun Zona Hijau (wilayah yang sebelumnya berada di bawah kendali Israel).

Untuk menjaga stabilitas, dibentuk International Stabilization Force (ISF) yang bertugas mendukung kepolisian Palestina—yang saat ini tengah menjalani pelatihan di Yordania dan Mesir—dalam menegakkan hukum dan ketertiban sipil.

Menurut GKB-NU, kehadiran Indonesia dalam struktur ini justru krusial untuk memastikan bahwa rekonstruksi Gaza tidak terlepas dari agenda besar Solusi Dua Negara (Two-State Solution).

Advertisement

“Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim dan rekam jejak panjang membela Palestina, Indonesia memiliki posisi moral dan politik yang kuat untuk memastikan bahwa prinsip koeksistensi dan kemerdekaan Palestina berjalan beriringan,” lanjut Hery.

GKB-NU juga menegaskan bahwa kesepakatan damai antara Hamas dan Israel mengandung dua syarat utama yang tidak terpisahkan: perlucutan senjata Hamas (disarmament) di Zona Merah dan penarikan mundur Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dari Zona Hijau. Kedua syarat ini dipandang sebagai fondasi mutlak bagi rekonstruksi Gaza yang berkeadilan.

Dalam konteks ini, GKB-NU menyatakan keyakinannya terhadap kapasitas kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang secara konsisten menekankan prinsip politik luar negeri Bebas Aktif dan Non-Blok.

“Indonesia tidak kehilangan kompas. Komitmen final Indonesia terhadap terwujudnya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat tetap menjadi pijakan utama. Board of Peace justru menjadi arena strategis untuk memperjuangkan itu,” ujar Hery.

Advertisement

Lebih jauh, GKB-NU menyerukan kepada publik Indonesia untuk memberi ruang dan kepercayaan agar misi diplomatik tersebut dapat berjalan optimal tanpa prasangka berlebihan.

Selain Board of Peace, GKB-NU juga menyatakan dukungannya terhadap partisipasi aktif Indonesia dalam panggung geopolitik global, termasuk bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS serta inisiatif de-eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Menurut GKB-NU, langkah-langkah tersebut mencerminkan cara pandang outward looking dan kepercayaan diri Indonesia sebagai aktor penting dalam tatanan dunia multipolar.

Sebagai bagian dari kontribusi konkret, GKB-NU menyatakan akan menguatkan diplomasi publik Jalur Ketiga (track three diplomacy) melalui pendekatan people-to-people.

Advertisement

“Jaringan lintas komunitas dan relasi internasional yang telah dibangun selama puluhan tahun akan dimaksimalkan untuk mendorong de-eskalasi konflik dan membuktikan bahwa perdamaian bukan utopia,” jelasnya.

“Peace is possible. Perdamaian bukan sekadar slogan, tetapi jalan terbaik bagi kemanusiaan,” pungkas Hery.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional16 jam ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Sport17 jam ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport19 jam ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport1 hari ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport2 hari ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport2 hari ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport2 hari ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport2 hari ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Nasional3 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional3 hari ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional4 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport5 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport5 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport5 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport5 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport2 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport2 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport3 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional3 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis3 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis3 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis3 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Sport3 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis3 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis3 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis3 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional3 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis3 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Sport2 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional3 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Populer