Connect with us

Lifestyle

Kedekatan Emosional Penyebab Pola Hubungan Tidak Sehat

Suatu hubungan bisa terjalin karena adanya kedekatan emosional yang terbangun. Dengan siapa pun Anda berinteraksi dan menjalin hubungan, kedekatan emosional ini pasti ada. Bahkan, hubungan emosi akan mulai terbentuk sejak seorang bayi baru lahir. Sebenarnya, apa itu kedekatan emosional? Apakah

Kedekatan emosional terbentuk sejak kecil

Kedekatan emosional juga bisa disebut dengan ikatan emosi yang terjalin dalam suatu hubungan. Tanpa sadar, setiap orang sudah membangun kedekatan emosionalnya sejak dalam kandungan, bayi dan sang ibu.

Ikatan ini akan terus ada dan terbentuk ketika Anda menjalin hubungan dengan siapa pun. Kedekatan ini bisa terbentuk dengan baik jika kebutuhan emosionalnya terpenuhi dengan beragam respon yang di dapat.

Advertisement

Maka itu, kedekatan emosional akan terbentuk dengan baik ketika seseorang sudah merasa kebutuhan emosionalnya terpenuhi.

Menurut sebuah artikel yang dilansir dari Psychology Today, saat masih anak-anak, dua kebutuhan emosional utama yang sangat mendasar dan dimiliki oleh setiap manusia adalah kebutuhan untuk merasa dicintai dan kebutuhan untuk diberi penghargaan yang positif.

Pemenuhan kebutuhan ini kemudian membantu terbentuknya kedekatan emosional antara Anda dengan orang tua atau pengasuh. Hal ini disebabkan orang tua atau pengasuh Anda adalah sosok yang dapat menenangkan dan membantu memenuhi kebutuhan emosional Anda. 

Kedekatan emosional berpengaruh ketika seseorang menjalin hubungan

Nah, sayangnya tidak semua orang bisa mendapatkan kebutuhan emosionalnya sejak kecil. Mungkin ada yang kebutuhan emosionalnya tidak terpenuhi dengan baik sejak kecil.

Advertisement

Misalnya di masa kecil, ia tidak mendapatkan perhatian atau merasa kurang disayang oleh orang-orang di sekitarnya, hal ini akan memengaruhi kebutuhan emosionalnya kelak.

Akibat kebutuhannya tak terpenuhi, kedekatan emosional yang terbentuk juga tidak baik yang akhirnya berpengaruh ketika ia menjalin hubungan dengan orang lain.

Orang yang seperti ini biasanya cenderung akan mencari perhatian lebih pada orang lain. Selain itu, ia juga tidak dapat menghadapi segala bentuk perpisahan.

Hal ini memicu orang tersebut untuk melakukan berbagai macam cara demi mendapatkan perhatian orang lain, atau bisa juga disebut ‘cari perhatian’. Perilaku ini diterapkan hanya untuk memenuhi kebutuhan emosionalnya.

Advertisement

Jika sudah demikian, sikap cari perhatian ini akan terus berulang. Mengapa? Karena orang ini menganggap bahwa ia hanya akan mendapatkan perhatian jika melakukan hal-hal negatif tersebut.

Jika sudah demikian, orang tersebut tentu cenderung memiliki pola berhubungan yang tidak sehat. Hal ini bisa dipicu karena kurangnya kedekatan emosional yang terbentuk dengan orang terdekat membuatnya kurang paham mengenai konsep hubungan sehat.

4 ciri pola berhubungan yang tidak sehat

Orang yang kebutuhan emosionalnya tidak terpenuhi dengan baik cenderung membentuk pola berhubungan yang tidak sehat. Tahukah kamu apa saja ciri dari pola hubungan tak sehat?

1. Terlalu cepat akrab

Akrab dengan orang lain bukanlah sebuah masalah. Namun, hal ini dapat menjadi masalah jika Anda telah menentukan bahwa orang yang baru saja Anda kenal adalah sahabat sejati Anda atau belahan jiwa Anda.

Advertisement

Anda mungkin merasa bahwa Anda memiliki kedekatan emosional dengan orang yang baru Anda temui sehingga Anda langsung menganggapnya sebagai teman baik Anda dan memercayakan segala sesuatu padanya. Padahal, orang tersebut belum tentu merasakan hal yang sama terhadap Anda. Bisa saja, lawan bicara Anda ini berpikir sebaliknya tentang diri Anda.

Oleh sebab itu, jika suatu hari orang tersebut mengecewakan Anda atau melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasi Anda, perasaan terlalu cepat akrab ini dapat menjadi boomerang bagi kesehatan mental Anda.

2. Merasa ingin selalu bersama dengan pasangan

Perilaku Anda dalam sebuah hubungan romantis juga salah satu refleksi dari kedekatan emosional yang Anda miliki saat masa pertumbuhan. Jika kebutuhan Anda untuk meningkatkan rasa percaya diri tidak dipenuhi oleh orang tua atau pengasuh, maka rasa minder atau tidak percaya diri akan terpupuk sejak dini. Hal ini menunjukkan proses terbentuknya kedekatan emosional dengan orang tua atau pengasuh tidak berjalan dengan baik.

Hal ini memicu rasa khawatir akan ditinggalkan terus muncul sekalipun  Anda merasa hubungan dengan pasangan baik-baik saja. Oleh sebab itu, untuk menampik rasa tidak percaya diri tersebut, Anda berusaha untuk mendapatkan jaminan tidak akan ditinggalkan oleh pasangan, salah satunya dengan cara selalu berdekatan bahkan hingga terobsesi untuk selalu bersama dengan pasangan.

Advertisement

3. Merasa orang asing sebagai salah satu orang terdekat

Kurangnya kedekatan emosional juga berpotensi membuat Anda memiliki kecenderungan memposisikan orang asing yang memberikan Anda sedikit perhatian, sebagai salah satu orang terdekat dalam hidup Anda. Padahal, ini hanyalah perasaan Anda saja, bukan sebuah fakta yang harus Anda percaya.

Perasaan ini memicu Anda untuk merasa memiliki hak tertentu pada orang asing tersebut. Misalnya, Anda memiliki perasaan bahwa Anda berhak untuk sedih, marah, dan kecewa terhadap berbagai keputusan pribadi yang dibuat oleh orang lain.  Hanya karena Anda merasa seharusnya Anda terlibat dalam pengambilan keputusan itu, bukan berarti Anda memang memiliki hak tersebut.

Hal itu terjadi karena ada kebutuhan emosional dalam diri Anda yang sedang berusaha Anda penuhi dengan membentuk suatu kedekatan emosional semu yang Anda buat sepihak.

4. Merasa butuh pengakuan publik

Kurangnya rasa percaya diri yang dirasakan oleh orang yang kebutuhan emosionalnya tidak terpenuhi dengan baik, dapat berujung pada sikap meniru orang lain yang dianggapnya sebagai role model atau panutan.

Advertisement

Saat ia mengagumi orang lain, ia akan berusaha untuk mendapatkan label yang melekat pada orang tersebut. Hal ini dilakukan dengan harapan ia akan mendapatkan pengakuan yang sama dengan pengakuan yang didapatkan oleh orang yang sedang ditirunya.

Bahkan, pada situasi tertentu, orang ini mungkin rela mengubah bentuk fisiknya. Hal ini dilakukan agar ia bisa menjadi benar-benar mirip baik secara fisik maupun sifat dan sikap dengan orang yang ditirunya.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Sport5 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport5 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport5 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport5 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional6 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan6 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport7 hari ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan1 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan1 minggu ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan1 minggu ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan1 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan1 minggu ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional1 minggu ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional1 minggu ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional1 minggu ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional1 minggu ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis3 minggu ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Sport3 minggu ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Populer