Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pasokan vaksin COVID-19 tiba dalam jumlah cukup banyak di Tanah Air pada bulan Mei ini dan Juni mendatang. Oleh karena itu, pemerintah akan kembali mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengenai Penanganan Pandemi COVID-19, Senin (17/05/2021), di Jakarta,
“Sesudah kita agak mengurangi laju vaksinasi karena kurangnya jumlah vaksin di akhir April dan juga masuk bulan Ramadan dan Lebaran, ini saatnya kita menggenjot kembali vaksinasi,” ujarnya.
Menkes meminta agar cakupan vaksinasi bagi kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) juga terus ditingkatkan karena kelompok ini memiliki tingkat kerentanan yang tinggi jika terpapar COVID-19.
“Tolong pastikan vaksinasinya ditingkatkan lagi, diperbanyak lagi terutama untuk para lansia karena merekalah yang paling rentan, kemungkinan masuk rumah sakitnya tinggi, dan wafatnya tinggi,” ujarnya.
Diungkapkan Budi, daerah seperti DI Yogyakarta mengalami kenaikan fatality rate karena masih banyak lansia yang belum divaksinasi. “Lansia yang paling banyak divaksin adalah DKI Jakarta dan Bali, dan itu mudah-mudahan bisa mengurangi jumlah orang yang masuk rumah sakit dan wafat,” imbuhnya.
Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19
Dalam keterangan persnya, Menkes juga memastikan bahwa pihaknya telah mengantisipasi potensi lonjakan kasus COVID-19 pasca libur Lebaran, mulai dari ketersediaan ruang perawatan, tenaga kesehatan, hingga obat-obatan.
“Total tempat tidur tersedia, isolasi untuk pasien COVID-19 sekarang secara nasional ada 70 ribu, keterisiannya sampai sekarang 20 ribu, jadi masih ada buffer/cadangan sebanyak 50 ribu atau 250 persen dari keterisian tempat tidur isolasi,” ujarnya.
Sementara untuk tempat tidur intensive care unit (ICU), papar Menkes, dari total kapasitas 7.500 yang dialokasikan, baru terisi sebanyak 2.500 tempat tidur sehingga masih tersedia sekitar 200 persen dari keterisian saat ini.
“Mudah-mudahan pasca liburan panjang Lebaran kenaikannya tidak akan setinggi itu sehingga cadangan ruangan tempat tidur, baik tempat tidur isolasi maupun ICU yang ada tidak usah sampai penuh,” ujarnya.
Lebih lanjut Menkes memaparkan, pihaknya juga terus memastikan ketersediaan obat-obatan serta tenaga kesehatan di fasilitas layanan kesehatan.
“Kita persiapkan rumah sakitnya, tempat tidurnya, dokternya, obat-obatannya, mudah-mudahan cukup untuk bisa menampung kalau pun ada kenaikan dari kasus konfirmasi pasca liburan Lebaran. [Namun] kita berdoa mudah-mudahan [lonjakan] itu tidak terjadi,” pungkas Menkes Budi G. Sadikin. (rls)
Nasional2 minggu agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport2 minggu agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Nasional2 minggu agoG30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia
Sport2 minggu agoJadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Sport2 minggu agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Bisnis2 minggu agoBogasari Baking Center Latih Puluhan UKM
Bisnis2 minggu agoIndustri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi
Sport2 minggu agoTimnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2











