JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, pemerintah memberikan respek yang sangat tinggi kepada para bidan desa, karena profesi ini sangat terkait dengan kemanusiaan.
Moeldoko menyatakan, pekerjaan bidan adalah pekerjaan kemanusiaan, karena yang diperjuangkan adalah nyawa. “Bahkan, Konvensi Jenewa 1949 yang menekankan perlindungan bagi warga sipil di dan sekitar zona perang, mencantumkan dengan jelas proteksi bagi para pekerja kesehatan. Pelanggaran terhadap hal itu dapat dikategorikan sebagai Pelanggaran HAM berat,” kata Panglima TNI 2013-2015 ini.
Apresiasi itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan saat menerima 30 orang perwakilan Federasi Organisasi Bidan Desa (Forbides) Indonesia di Bina Grha, Kantor Staf Presiden, Senin pagi, 5 Maret 2018.
Moeldoko mengungkapkan, pemerintah serius menerima berbagai aspirasi dan menaruh rasa hormat pada ibu-ibu bidan desa di lapangan. “Bagaimanapaun, ibu-ibu ini bertugas di ujung garis terdepan, di daerah-daerah perbatasan dan terpencil, demi kemanusiaan,” katanya.
Terkait aspirasi masih ada 4.153 bidan desa berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang belum diangkat menjadi calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Kepala Staf Kepresidenan menyatakan, permohonan mereka tak lama lagi akan terealisasi. Seperti diketahui, sebelum ini, dari 47 ribu bidan desa PTT di Indonesia, sudah 37 ribu bidan desa mendapat status CPNS. Sisanya terkendala administrasi, terutama karena usia mereka di atas 35 tahun.
“Kami berharap yang empat ribu orang ini bisa segera terselesaikan statusnya, agar tak lagi dikejar-kejar pungutan liar setiap perpanjangan kontrak,” kata Ketua Forum Bidan Desa Indonesia Lilik Dian Eka Sari.
Selain mengangkat terkait status kepegawaian, Lilik juga memaparkan kondisi bidan desa yang kerap bertugas di desa-desa terpencil dengan keterbatasan air bersih, listrik, dan juga infrastruktur.
“Kami pula yang berada di garis depan melakukan sosialisasi pelaksanaan Kartu Indonesia Sehat di masyarakat,” kata bidan asal Karawang, Jawa Barat, itu.
Didampingi Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho, Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo dantaf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Eddy Soepadmo, Moeldoko menjelaskan, draft keputusan presiden pengangkatan bidan desa sudah difinalisasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
“Ini draftnya sudah jadi, Bu. Tenanan ki, kerjo beneran,” seloroh Moeldoko.
Ia mengungkapkan, draft keppres itu sedang dalam tahapan sinkronisasi di Kementerian Polhukam. “Prinsipnya sudah disetujui, apalagi yang ditunggu? Tugas KSP mendesak para menteri terkait untuk merealisasikannya,” kata Moeldoko.
Kepala Staf Kepresidenan memberikan motivasi kepada para bidan desa, karena dari sebagian tangan mereka akan lahir generasi hebat di masa datang. “Generasi yang memiliki daya saing, bagian dari sumber daya unggul, karenanya harus disiapkan gizi dan kesehatannya sejak dini,” paparnya. (rls/ind)
Sport6 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan ke-8, 30 Oktober–1 November
Nasional6 hari agoKonser Andrea Bocelli Digelar 31 Oktober di Borobudur dan 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran
Sport6 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 30 Oktober 2026: Java United FC vs Bhayangkara FC dan Persebaya vs Persijap
Nasional5 hari agoMA Kabulkan Kasasi Nomor 742 K/TUN/2026, Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka Dinyatakan Tidak Sah
Hukum1 hari agoPresiden Prabowo dan Seskab Teddy Disebut Jadi Target Penyadapan, Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap
Hukum5 hari agoKoalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Desak Pembersihan Internal Polri dan Penegakan Sistem Merit
Sport3 hari agoJadwal BRI Super League 2026/2027 Hari Ini, Minggu 1 November: PSIM vs Borneo FC, Persib vs Isenmulang FC, dan Garudayaksa FC vs PSS Sleman
Sport3 hari agoHasil Dewa United vs Persija 2-1, Shin Tae-yong Sebut Kekalahan Jadi Alarm untuk Macan Kemayoran











