Connect with us

Lifestyle

Obsesi Makan Sehat? Ini Bahayanya Buat Kesehatan Tubuh

Pola makan sehat sudah sejak lama digaungkan di tengah masyarakat untuk mempromosikan gaya hidup sehat. Manfaat makan sehat pun tidak sekadar jargon. Membiasakan makan sehat benar-benar dapat memelihara kesehatan tubuh dan menjauhkan Anda dari risiko penyakit. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan makan sehat bisa menjadi obsesi yang berbahaya? Kondisi ini disebut orthorexia.

Bagaimana kebiasaan makan sehat jadi obsesi yang berbahaya

Orthorexia adalah gangguan makan yang membuat seseorang menerapkan gaya hidup sehat secara ekstrem.

Hingga saat ini belum ada batasan jelas terkait pola makan seperti apa yang mengacu othorexia. Pasalnya, makanan yang dihindari pengidap orthorexia memang sudah sesuai anjuran hidup sehat yang seharusnya. Di antaranya adalah membatasi asupan garam, gula, dan lemak trans.

Advertisement

Pengidap orthorexia juga akan menghindari makanan dengan bahan pengawet (termasuk pewarna dan penambah rasa), produk hewani, produk rekayasa genetika, produk anorganik, serta jenis makanan lain yang dianggap tidak sehat.

Lantas, kapan kebiasaan makan sehat dikategorikan sebagai obsesi berbahaya bagi kesehatan? Jawabannya adalah ketika kebiasaan makan sehat membuat Anda terlalu terobsesi sehingga tidak menikmati hidup.

Seseorang yang memiliki orthorexia awalnya memulai kebiasaan makan sehat murni bertujuan untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Namun lambat laun, pemikiran hidup sehat itu berubah menjadi sebuah obsesi karena terlalu fokus memikirkan apa yang harus dimakan dan kandungan di dalamnya.

Para peneliti mengatakan orang yang memiliki riwayat gangguan makan, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), citra tubuh yang buruk, lebih mungkin untuk terobsesi dengan makan sehat atau hanya mau makan makanan sehat.

Advertisement

Apa tandanya kebiasaan makan sehat sudah berubah jadi obsesi?

Obsesi tersebut membuatnya memiliki pandangan tersendiri terkait pola makan yang dianggapnya paling sehat. Tidak jarang, pemikirannya itu justru membuat dirinya sangat membatasi makan hanya yang rendah atau hampir nol kalori agar tidak sampai kegemukan.

Sebagian pengidap orthorexia bahkan rela hanya makan sedikit atau justru tidak makan sama sekali, daripada harus makan makanan yang menurutnya tidak sehat. Berikut ini kondisi lain yang dicurigai mengarah pada orthorexia:

  • Merasa bersalah ketika harus makan makana yang dianggap kurang atau tidak sehat
  • Terlalu pilih-pilih makanan yang hanya diyakininya dapat meningkatkan kesehatan secara optimal.
  • Muncul rasa cemas, malu, marah, kecewa berlebihan saat melanggar aturan diet yang dibuat sendiri. Kondisi ini disertai juga dengan kekhawatiran akan jatuh sakit dan perubahan suasana hati.
  • Penurunan berat badan drastis dan disertai dengan gejala fisik lain, seperti mudah lelah, tubuh lemas, kekurangan gizi, dan kondisi medis lainnya.
  • Obsesi berlebihan untuk menghindari jenis makanan tertentu dengan berbagai alasan kondisi kesehatan seperti alergi, masalah pencernaan, gangguan mood, dan sebagainya.
  • Menghindari jenis makanan tertentu tanpa saran medis yang jelas.
  • Lebih memilih konsumsi suplemen dan obat-obatan herbal dibandingkan makanan.
  • Terlalu khawatir tanpa alasan yang jelas terhadap cara penyajian makanan, khususnya cara membersihkan makanan.

Namun kenyataannya, apa yang ia jalani tidak membuatnya menjadi lebih sehat. Sering kali obsesi ini menyebabkan orang tersebut malah mengalami stres dan kecemasan berlebih terhadap pola makan dan berat serta bentuk badannya. Ia juga rentan mengalami kekurangan gizi (malnutrisi) yang berdampak negatif bagi kesehatan.

Bahaya yang muncul akibat terlalu terobsesi selalu makan sehat

Dikutip melalui Healthline.com, berikut tiga bahaya yang rentan dialami pengidap orthorexia:

  • Dampak fisik. Berupa kekurangan gizi, anemia, dan detak jantung melambat. Konsekuensi yang ditimbulkan akibat pola makan sehat terlalu ekstrem adalah gangguan pencernaan, ketidakseimbangan elektrolit dan hormonal, asidosis metabolik, serta gangguan kesehatan tulang.
  • Dampak psikologis. Pengidap orthorexia rentan mengalami frustasi ketika kebiasaan makan sehatnya terganggu. Perasaan negatif yang muncul juga dapat berupa perasaan bersalah, membenci diri sendiri, hingga melakukan “penghapusan dosa” dengan berpuasa. Bahkan, pengidap orthorexia akan menghabiskan waktu untuk “meneliti” makanan yang dikonsumsi agar terjamin kebersihannya. Menurut sebuah studi yang dikutip melalui Healthline.com, hal ini berdampak negatif pada kemampuan mengingat dan fokus saat beraktivitas.
  • Dampak sosial. Pola makan yang diterapkan pengidap orhtorexia membuatnya kesulitan untuk makan bersama dengan teman dan keluarga. Keyakinannya juga terkadang mengganggu hubungan sosialnya, karena ia menanggap apa yang diyakininya paling benar.

Itulah alasan mengapa kebiasaan makan sehat bisa menjadi obsesi yang berbahaya. Kalau Anda merasa memiliki gejala serupa, jangan ragu untuk berbicara pada dokter ahli untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Sport17 jam ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport17 jam ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport17 jam ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport17 jam ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional2 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan2 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport2 hari ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 hari ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport2 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport2 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 hari ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan3 hari ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan3 hari ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan3 hari ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan5 hari ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan5 hari ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional5 hari ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional5 hari ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional5 hari ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional6 hari ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Sport3 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport3 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport3 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Nasional7 hari ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport3 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Banten3 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport3 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport3 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Sport2 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Banten2 minggu ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Nasional1 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Nasional3 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport3 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Populer