Connect with us

Lifestyle

Ortu Sering Bertengkar di Depan Anak? Ketahui Efek Buruknya di Sini

Adanya beda pendapat sampai bertengkar di antara ibu dan ayah memang umum. Terkadang pertengkaran sekecil apa pun tidak bisa disembunyikan di depan buah hati. Namun, orangtua harus tahu bahwa bertengkar di depan anak harus dihindari sama sekali. Ini karena dapat membawa pengaruh negatif bagi kesehatan mental, bahkan menimbulkan trauma pada buah hati. Trauma apa yang bisa muncul dan bagaimana cara mengatasinya?

Tanda anak trauma setelah melihat ortu bertengkar

Orangtua bisa mengetahui dengan adanya perubahan perilaku pada anak. Setiap anak memiliki reaksi berbeda, tapi umumnya Anda bisa melihat perbedaan perilaku anak setelah kejadian tersebut. 

Misalnya sehabis anak melihat pertengkaran, sikapnya jadi takut pada Anda dan pasangan, atau bisa juga berusaha menghindar dari Anda berdua. Tak hanya itu, anak yang trauma akibat pertengkaran orangtuanya juga akan sering murung, banyak menyendiri, atau suka menangis. 

Anak dapat dengan mudah belajar dan merekam semua hal yang ia lihat, termasuk pertengkaran orangtuanya. Maka itu, sebisa mungkin bertengkar di depan anak harus dihindari. 

Advertisement

Cara menjelaskan arti bertengkar di depan anak 

cara mengatasi anak tidak mau mendengarkan orangtua

Jika pertengkaran tidak bisa dihindarkan hingga terlihat oleh si kecil, sebaiknya Anda dan pasangan segera memberikan ia pengertian. Jelaskan pada anak apa yang baru saja terjadi, agar ia tidak merasa tertekan bahkan sedih. 

Penjelasan  tentang apa itu bertengkar perlu disesuaikan dengan usia anak. Misalnya pada anak usia TK (4-6 tahun), Anda bisa jelaskan dengan kalimat seperti, “Adik, tadi Ibu dan Ayah cuma marahan sebentar, kayak kamu dan teman di sekolah, tapi kita udah baikan, kok”.

Jelaskan juga, dengan bertengkar ibu dan ayah jadi paham apa yang disukai dan tidak disukai, seperti si kecil dan temannya di sekolah. Katakan juga bahwa ibu dan ayah akan belajar agar bersikap lebih baik nantinya. 

Advertisement

Sedangkan jika bertengkar di depan anak yang berusia remaja, orangtua bisa menjelaskan dengan jujur.  Jelaskan bahwa setiap orang punya perbedaan pendapat, termasuk ibu dan ayah. 

Tidak lupa, jelaskan juga bahwa meskipun bertengkar, Anda dan pasangan sedang berusaha atau sudah menyelesaikan masalah beda pendapat tersebut. Arti bertengkar di depan anak remaja bisa dijelaskan sebagai proses belajar mengenal antara ayah dan ibu sembari memperbaiki diri.

Penjelasan yang jujur pada anak usia remaja ke atas penting dilakukan. Ini perlu dilakukan agar anak paham kondisi orang tua dan merasa dipercaya dan dilibatkan dalam keluarga. 

Bagaimana jika trauma anak dibiarkan begitu saja?

Bertengkar di depan anak bisa menyebabkan trauma mendalam dan efeknya ini akan berbahaya. Ibaratnya seperti luka kecil yang kalau dibiarkan lama-lama bisa menjadi infeksi dan membesar.

Advertisement

Contoh, misalnya trauma akan menyebabkan anak dipenuhi rasa ketakutan dan kecemasan akibat sering melihat orangtuanya bertengkar. Rasa takut dan cemas ini dapat mengganggu belajarnya di sekolah, pertemanan atau kehidupan sosialnya, bahkan memengaruhi aktivitasnya sehari-hari.

Anak juga dapat menilai hubungan pernikahan sebagai hal yang negatif atau tidak menyenangkan. Bahkan anak dapat merasa tidak nyaman di rumah dan mengalihkan rasa trauma tersebut ke pergaulan atau hal negatif seperti minum-minuman beralkohol.

Membiarkan trauma anak dapat membuat perasaan anak jadi tertekan, lalu mengarah ke depresi, dan sampai bisa melukai dirinya sendiri. 

Cara mengatasi trauma setelah bertengkar di depan anak

Apabila pertengkaran di depan anak betul-betul tidak dapat dihindari, ada beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua. Pertama, tanyakan apa yang dipikirkan dan apa perasaan anak setelah melihat Ibu dan Ayahnya bertengkar. Dengarkan penjelasan anak baik-baik, pahami persepsi dan perasaan mereka. 

Advertisement

Setelahnya, orangtua bisa melakukan edukasi. Edukasi maksudnya dengan memberikan penjelasan kepada anak tentang pertengkaran yang terjadi. Setidaknya, katakan pada anak, bahwa pertengkaran ini hanya sesaat, Ibu dan Ayah juga sudah berbaikan setelahnya. 

Ibu dan ayah bisa melihat bagaimana reaksi dan dampak ke anak beberapa hari atau minggu kemudian. Apabila sikap anak tidak berubah, masih ceria seperti biasa, orangtua sebisa mungkin jangan menunjukkan lagi pertengkaran tersebut.

Namun, bila masih ada keluhan, misalnya anak jadi murung terus menerus, dan masih takut kepada Ayah Ibu, sebaiknya segera dibawa ke profesional, misalnya psikolog.

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Sport3 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport3 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport3 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport3 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional4 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan4 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport5 hari ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport5 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport5 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan5 hari ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan5 hari ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan6 hari ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan1 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan1 minggu ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional1 minggu ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional1 minggu ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional1 minggu ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional1 minggu ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Nasional1 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport1 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Sport3 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional1 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport3 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Banten3 minggu ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport1 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis1 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport1 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis1 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis1 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis1 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Bisnis1 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis1 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis1 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Nasional1 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Populer