Connect with us

Serba-Serbi

Pasar Otomotif Tanah Air Diprediksi Positif Tahun Ini

Kabartangsel.com, JAKARTA – pengamat otomotif yang juga dosen Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu memprediksi pasar otomotif dalam negeri tahun ini akan melaju ke arah yang lebih positif.

Terdapat sejumlah faktor yang melatarbelakangi pendapatnya tersebut, di antaranya tren daya beli masyarakat yang terus tumbuh, nilai tukar rupiah terhadap dolar yang berangsur menguat, situasi politik yang relatif kondusif menjelang pemilihan umum serta hadirnya model-model terbaru baik dari kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Kalau lihat trennya sekarang ini, pasar otomotif di Indonesia akan cenderung lebih positif dibanding tahun 2018,” ujar Yannes, Kamis (3/1).

Selain itu, Yannes juga melihat sektor ekspor kendaraan roda empat yang terus meningkat. Dia menilai produk kendaraan ekspor dalam negeri, terutama pada segmen low MPV (multi purpose vehicle) memiliki pasar yang cukup potensial, termasuk di kawasan Asia Tenggara.

Advertisement

“Pasar ekspor akan terus meningkat untuk pasar Asean. Salah satu yang menonjol adalah produk low – medium MPV yang dibangun di industri-industri multinasional yang ada di Indonesia,” ucap Yannes

“Khusus untuk Xpander, tren minat pasar Asean tampaknya semakin meningkat, kelihatannya booming di pasar Filipina dan Malaysia, dan harga di sana lebih bagus dibanding pasar lokal,” ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara saat dihubungi terpisah mengatakan pada tahun 2019 pihaknya menargetkan total penjualan kendaraan roda empat sebanyak 1,1 juta unit. Angka tersebut sama seperti yang ditargetkan pada tahun lalu.

Kendati target penjualan yang dicanangkan pada tahun ini sama seperti tahun lalu, Kukuh optimis pasar otomotif di Indonesia masih akan terus bergeliat.

Advertisement

“Kami harapkan indikatornya selama ini ekonomi relatif tumbuh di kisaran 5,1 persen, lalu kemudian Indonesia relatif masuk dalam kategori yang cukup baik di antara negara-negara lain, jadi kami harapkan masih bisa mencapai sekitar 1,1 juta mobil di tahun 2019 walaupun kita agak hati-hati karena akan ada tahun politik,” ucap Kukuh.

Kukuh melihat ada sejumlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan kendaraan di tahun ini. Salah satunya pembangunan infrastruktur yang terus digalakkan pemerintah di berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang masif dan merata dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah-daerah, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap peningkatan daya beli.

Meski cukup optimistis, namun Kukuh tetap mewaspadai faktor-faktor eksternal yang mungkin akan mempengaruhi penjualan kendaraan di tahun 2019.

Advertisement

“Walaupun optimis, tapi di dunia ini kan ada perang dagang, dan lain sebagainya, ketidakpastian juga. Tapi kalau kita bisa mencapai (target) setidaknya sama dengan 2018 itu bagus dong. jumlah ekspornya juga bisa meningkat,” ucap Kukuh.

 

Menanti regulasi kendaraan listrik

Tahun 2019 diperkirakan juga akan menjadi momentum hadirnya era baru kendaraan listrik di Indonesia. Pasalnya, pemerintah dalam waktu dekat akan segera menyelesaikan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang kendaraan listrik.

Advertisement

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko beberapa waktu lalu menyebut bahwa rancangan Peraturan Presiden tentang kendaraan bermotor listrik ditargetkan akan selesai pada awal 2019.

“Ya targetnya (selesai) awal 2019,” ujar Moeldoko saat ditemui di Jakarta, Rabu (5/12).

Yannes meyakini apabila nantinya kendaraan listrik di Indonesia telah memiliki regulasi yang jelas, maka besar kemungkinan penjualan kendaraan di Tanah Air akan melonjak.

“Contohnya dulu tahun 2013-2014 zaman pak SBY (Soesilo Bambang Yudhoyono) keluarkan kebijakan LCGC (low cost green car), penjualan langsung naik kan, karena anak milenial langsung tertarik (mobil LCGC). Nah ini kan mau keluar lagi aturan baru (untuk kendaraan listrik), pasti banyak anak-anak generasi muda yang tertarik, karena mereka concern terhadap teknologi,” ujar Yannes.

Advertisement

Bila nantinya aturan tersebut telah rampung dan terealisasi, Yannes memprediksi pasar otomotif Tanah Air akan diwarnai dengan kemunculan berbagai sepeda motor listrik dengan harga yang menarik.

Produsen sepeda motor listrik diperkirakan membidik segmen generasi milenial (26-35 tahun, sekitar 50 persen dari pangsa pasar) dan generasi-Z (17-25 tahun, sekitar 20 persen dari pangsa pasar).

Jika tren kendaraan listrik nantinya berlangsung positif, dan pemerintah dinilai konsisten dalam menjalankan kebijakan kendaraan ramah lingkungan dengan misalnya menyiapkan grid system pengisian daya listrik di tempat-tempat umum, dan berbagai kemudahan lainnya yang membuat harga kendaraan listrik dan operasional untuk keseharian semakin terpercaya dan mudah, Yannes optimis para pelaku bisnis kendaraan listrik akan semakin berkembang.

 

Advertisement

Masih didominasi segmen MPV

Segmen MPV diperkirakan masih akan menjadi pilihan utama masyarakat di tahun 2019, dibawah bayang-bayang segmen SUV (sport utility vehicle) yang pamornya kian menanjak.

“Untuk sementara MPV akan masih dominan, walaupun ada pergeseran ke arah SUV dan kemudian juga jenis-jenis lain. Tapi MPV masih dominan,” ucap Kukuh.

Sementara itu, pasar city car atau LCGC juga diyakini akan terus membesar di 2019. “Para milenial cenderung lebih tertarik untuk membeli mobil baru dan hanya membawa keluarga inti saja (empat orang) sehingga, city car lah jawabannya (disamping SUV), dengan harganya yang terjangkau, tren citycar pelan tapi pasti akan semakin menggerogoti pasar MPV tujuh tempat duduk yang umumnya lebih diminati oleh generasi babyboomer,” kata Yannes.

Advertisement

Lebih lanjut Yannes mengatakan bahwa pabrikan mobil asal China juga akan terus meramaikan pasar otomotif di tahun 2019. Kehadiran Wuling dan DFSK akan membuat persaingan kendaraan roda empat semakin kompetitif, bersama dengan produsen kendaraan asal Jepang, Korea Selatan, Eropa dan Amerika Serikat. (Antara)

Source

Nasional1 hari ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Sport1 hari ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport1 hari ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport2 hari ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport2 hari ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport2 hari ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport2 hari ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport2 hari ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Nasional4 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional4 hari ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional4 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport6 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport6 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport2 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport2 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport3 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional3 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport3 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis3 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis3 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis3 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Sport3 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis3 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis3 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Sport3 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis3 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional3 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis3 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Sport2 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional3 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Populer