Hingga saat ini tingkat penggunaan tempat tidur bagi pasien COVID-19 di rumah sakit belum seluruhnya. Masih ada kurang lebih setengah dari keselurah tempat tidur yang disediakan.
Terkait hal tersebut Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dr. Achmad Yurianto mengatakan tidak ada kekhawatiran terjadi kekurangan tempat tidur untuk merawat pasien positif COVID-19 dengan gejala berat.
“Tingkat penggunaan tempat tidur hanya berisi 53,50%. Artinya kita masih punya separuh kapasitas tempat tidur lain yang belum diisi,” katanya pada konferensi persi di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (4/7).
Pemerintah juga telah menetapkan 839 rumah sakit rujukan COVID-19 yang terdiri dari 132 RS rujukan COVID-19 yang ditetapkan Kemenkes dan 707 sumah sakit yang ditetapkan melalui SK Pemerintah Daerah. Dari jumlah tersebut, total tempat tidur yang dimanfaatkan untuk COVID-19 sejumlah 188.510 tempat tidur dan 23.519 tempat tidur isolasi.
Pada level pelayanan dasar, sebanyak 3.000 Puskesmas juga melaksanakan tindakan prevensi, deteksi, respons dalam penanganan COVID-19, di antaranya dengan menyiapkan pedoman/panduan Puskesmas dan program kesehatan di masa pandemi COVID-19, pemenuhan sumber daya Puskesmas termasuk logistik, SDM, dan peningkatan kompetensi Petugas, serta pembinaan Puskesmas. (rls/fid)
Nasional1 minggu agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport1 minggu agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Nasional1 minggu agoG30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia
Sport1 minggu agoJadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Sport1 minggu agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Bisnis1 minggu agoBogasari Baking Center Latih Puluhan UKM
Sport1 minggu agoTimnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2
Bisnis1 minggu agoIndustri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi











