Meningkatnya kasus ketidaksuburan (infertilitas) bagi para pasangan di Indonesia merupakan suatu permasalahan yang sangat nyata. Menurut data World Bank, Total Fertility Rate (TFR) di Indonesia pada tahun 2012 adalah 2,2, menurun dibandingkan pada tahun 2000 dengan angka 2,6. Tercatat pula bahwa di negeri ini kasus infertilitas telah meningkat diatas 10%. Bahkan menurut data WHO tahun 2015, 1 dari 6 pasangan di dunia setidaknya memiliki permasalahan infertilitas, dimana prevalensi infertility sekitar 9% pada wanita usia 20-44 tahun. Selain disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, kasus tersebut seringkali terjadi karena adanya gangguan sistem reproduksi baik pada pria ataupun wanita. Padahal kesehatan reproduksi merupakan aspek yang sangat penting bagi setiap pasangan yang telah atau bahkan yang akan menikah agar mereka dapat menikmati kehidupan seksualnya dan mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksi secara sehat dan aman.
Penyebab infertilitas yang umumnya ditemukan pada pria diantaranya gangguan seksual, menderita diabetes melitus, adanya kelainan hormonal, sumbatan pada saluran sperma, infeksi buah zakar dan kelainan bawaan dalam struktur organ reproduksinya. Selain itu, produksi sperma dapat mengalami kondisi abnormal, disebabkan oleh gangguan hormonal dan non hormonal (suhu panas, riwayat penyakit diabetes melitus, infeksi, varises pada testis atau varicoceles, merokok, dan kebiasaan mengonsumsi alkohol). Sedangkan pada wanita, penyebab gangguan kesehatan reproduksi bisa beragam, mulai dari gangguan hormon, penyakit infeksi panggul, infertilitas, kista hingga kanker leher rahim. Hal inilah yang seringkali dihadapi para pasangan sehingga sulit untuk memperoleh keturunan.
Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan suatu pemeriksaan khusus bagi para pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Pemeriksaan lengkap ini tercakup dalam suatu panel khusus yang disediakan oleh Laboratorium Klinik Prodia, yaitu Premarital Check Up. Tes yang dilakukan dalam Premarital Check-Up ini antara, lain Hematologi rutin, Darah tepi, Hemoglobin BPLC, Ferritin, Badan Inklusi HbH, Golongan darah & Rhesus, Urine rutin, Glukoka puasa, HBsAg, VDRL/RPR, dan untuk calon yang perempuan ditambahkan 3 pemeriksaan, yaitu Anti-Rubella IgG, Anti-Toxoplasma IgG, dan Anti-CMV IgG.
Panel ini merupakan sekumpulan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan status kesehatan kedua calon mempelai, terutama untuk mendeteksi adanya penyakit menular, menahun atau diturunkan yang dapat mempengaruhi kesuburan pasangan maupun kesehatan janin. Pemeriksaan ini juga berfungsi sebagai tindakan preventif/pencegahan terhadap masalah kesehatan terkait kesuburan dan penyakit yang diturunkan secara genetik. (pr/fid)
Banten1 minggu agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional4 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Sport4 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional4 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional4 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf











