Connect with us

Lifestyle

Perbedaan Osteopenia dan Osteoporosis yang Perlu Anda Ketahui

Tulang dan gigi adalah bagian terkuat dari tubuh Anda. Namun, seiring waktu kepadatan tulang akan menurun dan menimbulkan masalah kesehatan, seperti osteopenia dan osteoporosis. Meskipun terdengar serupa dan sama-sama menyerang tulang, keduanya berbeda. Apa saja perbedaan osteopenia dan osteoporosis? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Perbedaan osteopenia dan osteoporosis yang perlu Anda ketahui

Osteopenia dan osteoporosis adalah masalah kesehatan yang menyerang tulang. Berdasarkan definisinya, osteopenia adalah penurunan kepadatan tulang di bawah batas normal. Kondisi ini umum terjadi pada orang yang berusia 50 tahun.

Sementara, osteoporosis adalah penyakit tulang keropos. Kondisi ini menggambarkan hilangnya massa tulang akibat kekurangan nutrisi pendukung. Jadi, osteopenia adalah masa peralihan dari tulang sehat menuju osteoporosis.

Agar Anda lebih paham, mari mengulas satu per satu perbedaan osteopenia dan osteoporosis.

Advertisement

1.Tingkat kepadatan tulang

penyebab demensia

Kedua kondisi ini sama-sama menyebabkan Anda mengalami penurunan kepadatan tulang. Hanya saja, perbedaan antara osteoporosis dan osteopenia terletak pada tingkat kepadatan tulang.

Bila Anda kena osteoporosis, kepadatan tulang yang Anda miliki akan lebih rendah ketimbang osteopenia.

Saat memasuki usia 30 tahun, tingkat kepadatan tulang akan berkurang dari jumlah normal. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penurunan densitas mineral tulang (BDM) sekitar -0,1 hingga -2,5 Anda akan didiagnosis osteopenia. Bila hasilnya lebih dari -2,5 diagnosis osteoporosis akan ditegakkan.

Advertisement

Pemeriksaan ini dilakukan dengan tes pemindaian dengan sinar X pada tulang kering, tulang belakang, punggung, pergelangan tangan, atau tumit. Agar diagnosis lebih tepat, tes Dual Energy X-ray Absorptiometry (DEXA) perlu dilakukan untuk menilai kadar kalsium dalam tulang.

2. Penyebab

Selain tingkat kepadatan tulang, perbedaan osteopenia dan osteoporosis dapat dilihat dari penyebabnya. Penyebab osteopenia berkaitan erat dengan penuaan, seperti berkurangnya estrogen pada wanita yang menopause.

Menurunnya kepadatan tulang lebih parah yang menyebabkan osteoporosis, tidak hanya disebabkan oleh penuaan. Gaya hidup seperti pilihan makanan yang buruk dan kurang olahraga serta masalah kesehatan juga bisa menyebabkan pengeroposan tulang.

Begitu pula dengan orang yang memiliki masalah genetik sehingga mempersulit penyerapan nutrisi penting yang dibutuhkan tulang, seperti vitamin D dan kalsium.

Advertisement

3. Gejala yang ditimbulkan

Perbedaan osteopenia dan osteoporosis juga dapat dilihat dari gejala yang muncul. Osteopenia diketahui tidak menimbulkan gejala apa pun. Jika sudah menimbulkan gejala, kemungkinan besar osteopenia sudah berkembang menjadi osteoporosis.

Setiap orang memang mengalami gejala osteoporosis yang berbeda-beda. Akan tetapi, dikutip dari laman Mayo Clinic gejala yang umum terjadi, meliputi:

  • Nyeri punggung karena adanya tulang belakang yang patah
  • Tubuh tidak lagi tegak dan terus membungkuk seiring waktu
  • Tulang di bagian tertentu jadi sangat mudah patah

4. Pengobatan

obat asma alergi

obat asma alergi

Osteopenia dan osteoporosis juga memiliki perbedaan dalam hal pengobatan. Pasien osteopenia memang dapat diobati dengan obat osteoporosis, seperti bisphosphonate. Akan tetapi, tidak semua pasien bisa diberikan obat ini, itu pun hanya jenis-jenis obat tertentu.

Untuk mencegah efek samping dan kelebihan dosis, dokter biasanya akan merekomendasikan untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat, terutama memenuhi asupan vitamin D dan kalsium.

Advertisement

Sementara pasien osteoporosis perlu minum obat untuk mencegah kondisi bertambah buruk dilengkapi dengan perawatan di rumah dan perubahan gaya hidup.

5. Komplikasi

kebiasaan bikin nyeri punggung

kebiasaan bikin nyeri punggung

Osteopenia yang tidak diobati akan berkembang menjadi osteoporosis. Sementara osteoporosis yang bertambah parah akan menyebabkan patah tulang belakang karena terjatuh dan akhirnya membungkuk ke depan. Pada beberapa kasus, tubuh dapat membungkuk seiring waktu tanpa terjatuh.

Untuk menurunkan risiko terjadinya osteopenia dan osteoporosis, Anda perlu meningkatkan asupan makanan yang menyehatkan tulang, seperti vitamin D, kalsium, dan fosfor.

Selain itu, imbangi dengan olahraga yang menguatkan tulang dan menjaga keseimbangan tubuh, seperti lari, jogging, atau taichi. Jangan lupa untuk menjalani pemeriksaan kepadatan tulang, untuk memantau kesehatan tulang secara berkala.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Sport2 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport2 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport2 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport2 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional3 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan4 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport4 hari ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport4 hari ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport4 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport4 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport4 hari ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan5 hari ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan5 hari ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan5 hari ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan6 hari ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan6 hari ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional7 hari ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional7 hari ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional1 minggu ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional1 minggu ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Nasional1 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport1 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Sport3 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Banten3 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Nasional1 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport3 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Banten2 minggu ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport1 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport3 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis1 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis1 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis1 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis1 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Bisnis1 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Populer