Connect with us

Lifestyle

Pilihan Obat GERD dari Dokter dan Berbagai Perawatan Rumahan

Setiap orang yang mengalami GERD alias gastroesophageal reflux disease, biasanya akan mengeluhkan gejala berupa nyeri dada seolah terbakar. Kondisi tersebut dikenal sebagai heartburn. Namun, sebenarnya masih ada beragam gejala GERD yang kerap membuat pengidapnya merasa kurang nyaman. Kalau sudah begini, apa saja pilihan obat yang bisa diberikan untuk mengatasi penyakit GERD?

Pilihan obat medis untuk mengatasi penyakit GERD

Ketika mulai merasakan kemunculan gejala GERD, konsumsi obat-obatan medis biasanya menjadi pilihan pertama untuk membantu meredakan keluhannnya. Sebelum meminumnya, ketahui dulu 2 kelompok obat GERD yakni meliputi obat-obatan resep dan tanpa resep.

Obat GERD yang dijual bebas (OTC)

obat paten

Obat yang dijual bebas, atau disebut juga sebagai obat over the counter (OTC), merupakan obat-obatan yang bisa didapatkan secara bebas. Dengan kata lain, Anda tidak membutuhkan resep atau rekomendasi dari dokter untuk bisa memeroleh obat tersebut.

Advertisement

Itulah mengapa obat-obatan OTC ini bisa dengan mudah Anda dapatkan di apotek maupun warung. Berikut beberapa jenis obat yang dijual bebas untuk mengobati GERD:

1. Antasida

Antasida adalah jenis obat yang bekerja untuk membantu menetralisir jumlah asam, sekaligus meringankan naiknya asam lambung (heartburn) ringan.

Contoh obat antasida meliputi obat-obatan cair seperti Mylanta dan Maalox, serta obat-obatan yang tersedia dalam bentuk tablet kunyah seperti Rolaids, Riopan, dan Tums.

Namun di sisi lain, peradangan pada kerongkongan yang disebabkan oleh asam lambung tidak bisa disembuhkan hanya dengan minum obat antasida.

Advertisement

Penting untuk memerhatikan dosis minum obat ini sebelumnya, karena konsumsi dalam jangka panjang bisa berisiko menimbulkan efek samping. Misalnya seperti konstipasi (sembelit), diare, serta gangguan pada ginjal.

2. Obat H-2 receptor blockers

Obat H-2 receptor blockers bertugas untuk mengurangi produksi asam serta meredakan gejala. Contoh obat-obatan ini seperti cimetidine (Tagamet HB), famotidine (Pepcid AC), nizatidine (Axid AR) dan ranitidine (Zantac).

Dibandingkan dengan obat antasida, kerja obat H-2 receptor blockers memang tidak terlalu cepat. Meski begitu, jenis obat H-2 receptor blockers dapat membantu memulihkan gejala dalam kurun waktu yang lebih lama, sekitar 12 jam.

Jika Anda merasakan kenaikan asam lambung setelah makan, dokter biasanya akan menyarankan untuk minum obat antasida dan H-2 receptor blockers bersamaan. Di sini, obat antasida akan membantu menetralisir asam lambung, sementara obat H-2 receptor blockers menekan produksi asam pada lambung.

Advertisement

Anda bisa mendapatkan obat ini dalam dua versi, yakni dibeli secara bebas dan untuk dosis yang lebih kuat harus melalui resep dokter.

3. Obat proton pump inhibitors (PPI)

Obat protom pump inhibitors (PPI) juga bisa disebut sebagai obat penghambat pompa proton. Obat-obatan ini bekerja dengan cara menghambat produksi asam yang jauh lebih kuat ketimbang obat H-2 receptor blockers.

Selain itu, obat PPI juga bertugas untuk mengobati kerongkongan yang bermasalah akibat naiknya asam lambung. Berbagai macam obat-obatan PPI yang dijual bebas meliputi lansoprazole (Prevacid 24 HR) dan omeprazole (Prilosec OTC, Zegerid OTC).

Obat GERD yang diperoleh melalui resep dokter

pasien demensia tidak lupa minum obat

pasien demensia tidak lupa minum obat

Jika konsumsi obat OTC ternyata tidak cukup ampuh untuk meredakan gejala GERD, dokter dapat meresepkan obat dengan dosis yang lebih kuat, seperti:

Advertisement

1. Obat H-2 receptor blockers dengan resep

Cara kerja obat H-2 receptor blockers dengan resep ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yang didapatkan secara bebas. Hanya saja, dosis yang terkandung di dalam obat H-2 receptor blockers dengan resep ini jauh lebih kuat.

Contohnya seperti amotidine (Pepcid), nizatidine, dan ranitidine (Zantac). Ada aturan jangka waktu tertentu untuk mengonsumsi obat ini. Jika digunakan dalam waktu yang lama, bisa meningkatkan risiko patah tulang dan kekurangan vitamin B-12.

2. Obat proton pump inhibitors (PPI) dengan resep

Obat PPI dengan resep biasanya diberikan dokter untuk membantu mengatasi GERD dalam jangka panjang. Ada berbagai macam obat PPI yang diperoleh melalui resep.

Misalnya esomeprazole (Nexium), lansoprazole (Prevacid), omeprazole (Prilosec, Zegerid), pantoprazole (Protonix), rabeprazole (Aciphex), dan dexlansoprazole (Dexilant). Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan ada efek samping dari penggunaan obat ini untuk jangka panjang.

Advertisement

Mulai dari diare, sakit kepala, mual, kekurangan vitamin B-12, hingga meningkatkan risiko patah tulang pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang. Aturan terbaik untuk minum obat ini yakni saat perut sedang dalam keadaan kosong.

3. Obat penguat katup (sfringter) kerongkongan bagian bawah

Jenis obat yang bekerja untuk menguatkan sfringter kerongkongan adalah baclofen (Lioresal®). Obat ini menjalankan tugasnya dengan mengurangi kemungkinan otot bagian bawah kerongkongan untuk berelaksasi.

Dengan begitu, kerongkongan tidak akan dengan mudah terbuka secara tiba-tiba yang akhirnya membuat asam lambung naik. Namun, efek samping dari obat ini bisa menyebabkan mual dan kelelahan.

4. Prokinetik

Dokter juga bisa meresepkan obat prokinetik untuk membantu mempercepat pengosongan perut, sekaligus memperkuat otot kerongkongan bagian bawah. Obat prokinetik yang didapatkan melalui resep seperti bethanechol (Urecholine) dan metoclopramide (Reglan).

Advertisement

Kedua obat tersebut tidak lepas dari efek samping meliputi mual, diare, depresi, kelelahan, kecemasan, dan gerakan fisik yang abnormal. Obat prokinetik tidak boleh sembarangan dicampur dengan jenis obat-obatan lainnya.

Maka itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai semua jenis obat yang sedang rutin Anda minum.

Beragam perubahan gaya hidup untuk mengatasi penyakit GERD

tips berhenti merokok

tips berhenti merokok

Selain dengan rutin minum obat medis untuk mengatasi GERD, ada juga berbagai pengobatan rumahan yang bisa Anda lakukan.

1. Jaga berat badan tetap normal

Kelebihan berat badan, bahkan sampai obesitas, tanpa sadar dapat memberikan tekanan besar pada perut. Beban inilah yang seolah membuat perut terdorong, sehingga mengakibatkan kenaikan asam lambung ke kerongkongan (heartburn).

Advertisement

Maka itu, tidak ada salahnya untuk lebih mengontrol dan mengatur asupan beserta porsi makanan harian.

2. Hindari berbagai makanan dan minuman pemicu GERD

Bukan hanya mempertimbangkan bobot tubuh saja, tapi jenis makanan dan minuman yang Anda minum setiap harinya juga harus diperhatikan dengan baik. Pasalnya, ternyata ada berbagai macam makanan dan minuman yang bisa menjadi penyebab munculnya gejala GERD, seperti:

  • Makanan tinggi lemak, seperti makanan cepat saji, makanan berminyak, gorengan, dll
  • Bawang putih dan bawang merah
  • Saus tomat dan produk lainnya dengan bahan dasar tomat
  • Makanan pedas dan asin
  • Daun mint
  • Soda dan minuman berkarbonasi lainnya
  • Minuman berkafein seperti kopi, cokelat, dan teh
  • Minuman beralkohol

Membatasi konsumsi berbagai makanan dan minuman tersebut dapat membantu mengurangi risiko kambuhnya GERD, beserta tingkat keparahannya.

3. Berhenti merokok

Sebaiknya hentikan kebiasaan merokok segera mungkin jika Anda memiliki penyakit GERD. Ini karena merokok dapat mengganggu kemampuan sfringter kerongkongan bagian bawah untuk bekerja sebagaimana mestinya.

Padahal, sfringter di bagian bawah ini seharusnya bertugas untuk mencegah kenaikan asam lambung. Alhasil, ketika otot-otot sfringter ini melemah karena masih sering merokok, kondisi heartburn yang Anda alami pun akan semakin sering.

Advertisement

4. Posisikan kepala lebih tinggi saat tidur

Di samping dengan rutin minum obat medis, menempatkan kepala di posisi yang lebih tinggi saat tidur dapat turut membantu mengatasi GERD. Khususnya selama Anda tidur di malam hari.

Misalnya dengan meletakkan beberapa tumpukan bantal, sehingga menciptakan alas kepala yang lebih tinggi daripada tubuh.

5. Hindari kebiasaan langsung berbaring setelah makan

Jika tidak ingin asam lambung kembali naik ke kerongkongan, sebaiknya beri jeda waktu sekitar 2-3 jam untuk berbaring setelah makan.

Alasannya karena berbaring usai makan dapat memudahkan aliran asam lambung untuk naik ke kerongkongan, ketimbang ketika tubuh dalam posisi tegak.

Advertisement

6. Makan dalam jumlah sedikit

Ketimbang makan dalam porsi yang berlebih dan terlalu banyak, alangkah baiknya untuk makan sedikit saja tapi sering. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada lambung, sehingga mencegah asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

Pengobatan rumahan alami untuk memulihkan GERD

cara mengatasi nyeri haid

cara mengatasi nyeri haid

Menariknya, beberapa bahan alami digadang-gadang dapat membantu meredakan gejala GERD yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Ambil contohnya seperti baking soda dan teh jahe.

Cara konsumsinya yakni dengan melarutkan 1 sendok teh baking soda dengan 8 ons air mineral, kemudian minum. Namun, karena kandungan garamnya cukup tinggi, Anda tidak dianjurkan untuk minum obat alami GERD ini lebih dari seminggu.

Sementara teh jahe, bisa diolah dengan menghaluskan ruas-ruas jahe yang kemudian dimasak bersama air mineral. Penting untuk selalu mengonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi racikan obat GERD alami ini.

Advertisement

Pasalnya, belum ada penelitian medis yang cukup membuktikan keampuhan bahan-bahan alami tersebut untuk mengobati GERD. Bahkan, belum jelas diketahui apakah bahan-bahan alami ini berisiko mengganggu kerja obat-obatan medis.

Di sisi lain, mengunyah permen karet selama 30 menit setelah makan juga diyakini bisa mencegah kenaikan asam lambung.

Pengobatan medis lain untuk mengatasi penyakit GERD

darah menggumpal setelah operasi

darah menggumpal setelah operasi

Dalam kasus penyakit GERD yang sudah cukup parah, dokter biasanya akan merekomendasikan jalan tempuh berupa operasi atau pembedahan. Terlebih jika gejala GERD tidak mempan lagi diobati dengan obat medis maupun perawatan rumahan.

Menurut The American College of Gastroenterology guidline, ada beberapa cara mengobati GERD dengan prosedur operasi yaitu:

Advertisement

Fundoplikasi

Fundoplikasi adalah prosedur pembedahan yang paling umum untuk mengobati GERD. Tujuannya untuk menguatkan otot pada sfringter kerongkongan, sehingga mencegah kenaikan asam lambung.

Caranya dengan mengikat area otot pada kerongkongan bagian bawah, agar sfringter bisa lebih kuat untuk menahan naiknya asam lambung.

Endoskopi

Hampir sama dengan fundoplication, endoskopi juga membantu mengatasi GERD dengan cara mengencangkan otot sfringter kerongkongan. Namun, selain melibatkan jahitan kecil, prosedur ini juga membuat lesi atau luka panas guna menguatkan otot kerongkongan.

Hasil pembedahan dengan teknik endoskopi biasanya tidak sebagus fundoplikasi. Itu sebabnya, umumnya dokter lebih sering menggunakan teknik fundoplikasi ketimbang endoskopi.

Advertisement

LINX

Prosedur LINX juga membantu menguatkan otot pada sfringter kerongkongan. Namun, cararanya yakni dengan melilitkan cincin di bagian persimpangan antara perut dan kerongkongan. Kemudian akan muncul daya tarik magnetik yang memperkuat katup kerongkongan untuk menutup, sehingga mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Sport19 jam ago

Hasil Melbourne Victory vs Persib 1-2: Remontada Dramatis Maung Bandung di ACL Two

Sport19 jam ago

Hasil Melbourne Victory vs Persib Bandung 1-2 di ACL 2

Pendidikan21 jam ago

Program CATAR Dwiwarna Bantu Persiapan Tes Masuk IPDN

Hukum2 hari ago

Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Bareskrim Polri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta dan Eko Hadi Jadi Tersangka

Nasional2 hari ago

Konferensi Pers Polri soal Isu Penyadapan Presiden dan Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal Polisi

Hukum2 hari ago

Presiden Prabowo dan Seskab Teddy Disebut Jadi Target Penyadapan, Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap

Hukum2 hari ago

Sejumlah Jenderal Polisi Dikabarkan Ditangkap, Mabes Polri Angkat Bicara

Nasional2 hari ago

QUTB GLOBAL Apresiasi Doa Lintas Agama di Konser Andrea Bocelli

Jabodetabek3 hari ago

UIN Jakarta Gelar Seminar Kertas Tema SOM MABIMS ke-50

Sport3 hari ago

Hasil Persib vs Isenmulang Kalteng FC 4-0, Luka Menalo Cetak Brace dan Pangeran Biru Raih Kemenangan Terbesar Musim Ini

Sport4 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Hari Ini, Minggu 1 November: PSIM vs Borneo FC, Persib vs Isenmulang FC, dan Garudayaksa FC vs PSS Sleman

Sport4 hari ago

Persita Pesta Lima Gol di Kediri, Carlos Pena Puji Karakter Dan Mental Pemain

Sport4 hari ago

Hasil Dewa United vs Persija 2-1, Shin Tae-yong Sebut Kekalahan Jadi Alarm untuk Macan Kemayoran

Sport5 hari ago

Hasil Persik Kediri vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Bantai Tuan Rumah 1-5, Pablo Ganet Hattrick

Nasional5 hari ago

FISIP UIN Jakarta dan LW MUI Perkuat Kolaborasi Pengembangan Wakaf Produktif

Opini5 hari ago

Mengapa Aset PDAM Kabupaten Tangerang di Kota Tangerang Selatan Belum Juga Diserahkan?

Banten5 hari ago

Pelatihan Hidroponik PD Wanita Islam Kota Serang, Manfaatkan Pekarangan Rumah Jadi Kebun Produktif

Nasional6 hari ago

MA Kabulkan Kasasi Nomor 742 K/TUN/2026, Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka Dinyatakan Tidak Sah

Hukum6 hari ago

Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Desak Pembersihan Internal Polri dan Penegakan Sistem Merit

Sport6 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 30 Oktober 2026: Java United FC vs Bhayangkara FC dan Persebaya vs Persijap

Jabodetabek2 minggu ago

Wakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Sport3 minggu ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport3 minggu ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport3 minggu ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport3 minggu ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Serba-Serbi1 minggu ago

Link Download Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Persija vs Persik 2-1, Macan Kemayoran Tetap di Puncak Klasemen BRI Super League 2026/2027

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Sport3 minggu ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Banten2 minggu ago

80 Santri Mathla’ul Huda Kunjungi Perpusda Banten

Sport1 minggu ago

Prediksi Persija vs Persik Kediri di BRI Super League 2026/2027, Macan Kemayoran Diunggulkan

Sport3 minggu ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport3 minggu ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Nasional3 minggu ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Pemerintahan2 minggu ago

Pemkot Tangsel Tunda Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya, Penutupan Jalan Belum Berlaku

Serba-Serbi1 minggu ago

Teks Sumpah Pemuda

Pemerintahan2 minggu ago

Cegah TPPO, Pemkot Tangsel Terus Perkuat Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat

Nasional1 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Penguatan Pendampingan UMKM Cilacap

Pemerintahan2 minggu ago

Aspal Jalan Rawa Buntu Dikupas, Dinas SDABMBK Tangsel Tangani Dua Titik Beton Rusak

Populer