Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok secara terbuka menyatakan dirinya telah bergabung dengan PDI Perjuangan. Ahok mengaku ideologi PDIP sejalan dengan garis perjuangan dirinya.
Kabar ini pun ramai karena Ahok sebelumnya pernah bersama Joko Widodo (Jokowi) memimpin DKI Jakarta dan sempat bersinggungan dengan Ma’ruf Amin. Lantas, apakah kehadirannya mampu mendongkrak elektabilitas Jokowi-Ma’ruf?
“Apakah Ahok memberi dampak positif terhadap peningkatan elektabilitas Jokowi, tentu perlu disurvei. Namun harus dicatat, bagaimanapun Ahok punya pendukung yang dikenal dengan sebutan Ahoker, mungkin saja mereka jadi makin solid memilih Jokowi setelah sebelumnya kecewa karena Jokowi menunjukan Kiai Ma’ruf yang ‘menyeret’ Ahok ke penjara,” kata Direktur Utama Konsepindo Research and Consulting, Veri Muhlis Arifuzzaman, kepada wartawan, Jumat (8/2/2019).
Diketahui, MUI, yang saat itu diketuai Ma’ruf, meneken pendapat dan sikap keagamaan tentang kasus Ahok. Ahok dikategorikan sebagai penghina Alquran dan ulama. Fatwa itu keluar di tengah pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Setelah melewati serangkaian proses, kasus Ahok masuk pengadilan. Ma’ruf menjadi salah satu saksi memberatkan Ahok.
Karena itu, menurut Veri, Ahok tak perlu dilibatkan langsung dalam kegiatan kampanye Jokowi-Ma’ruf. Dia khawatir kehadiran Ahok malah membuat sejumlah pemilih paslon nomor urut 01 itu kabur.
“Hanya saja kalau Ahok terlibat dalam kampanye Jokowi, saya menduga akan memunculkan memori kolektif, terutama soal kasus penistaan agama itu. Jadi bisa saja pemilih muslim akan terhenyak, karena Ahok ikut berkampanye untuk Jokowi. Menurut saya, tidak urgen juga Ahok kampanye, sebaiknya tidak ikut cawi-cawi. Biarkan Jokowi konsentrasi untuk pilpres, kalau pun membantu ya diam-diam saja, underground, sapa grup internal, dan pendukungnya saja,” ujar Veri.
“Prinsipnya kampanye adalah upaya mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk bergabung, jangan justru karena ada tokoh tertentu malah yang tadinya bergabung jadi hengkang,” tegas dia.
Diberitakan, Ahok terdaftar sebagai kader PDIP sejak 26 Januari 2019. Namun kabar itu baru diumumkan pada Jumat (8/2) saat berkunjung ke kantor DPD PDIP Bali. Sekitar dua jam berada di kantor DPD Bali, Ahok memberikan kejutan dengan keluar memakai jaket PDIP.
“Memang sesuai garis ideologi perjuangan saya,” kata Ahok ketika ditanya soal alasannya bergabung dengan PDIP.
Dia juga mengaku sudah mantap bergabung dengan partai berlambang banteng moncong putih itu. Ahok mengatakan tertarik kembali berpolitik untuk membagikan pengalamannya.
“Supaya bisa membagikan ilmu saya yang didapat mungkin bisa bermanfaat,” tuturnya.
Tangsel4 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan4 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan4 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Tangerang Selatan4 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoBenyamin Davnie: Pemkot Tangsel Dukung LANTIP Perkuat Program Kesehatan dan Pemberdayaan Lansia
Serba-Serbi2 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku








