Connect with us

Internasional

Profil Presiden Ibrahim Traoré, Pimpin Burkina Faso Lewat Kudeta

Ibrahim Traoré adalah sosok perwira muda asal Burkina Faso yang mencuri perhatian dunia sejak memimpin kudeta pada 30 September 2022. Dalam usia yang relatif muda, sekitar 34 tahun saat itu, ia berhasil menggulingkan Paul-Henri Sandaogo Damiba dan naik sebagai kepala pemerintahan transisi dengan mengatasnamakan Gerakan Patriotik untuk Perlindungan dan Pemulihan.

Latar Belakang dan Pendidikan

Traoré lahir sekitar tahun 1988. Masa mudanya diwarnai dengan pendidikan di Universitas Ouagadougou, di mana ia aktif dalam Asosiasi Mahasiswa Muslim. Tak lama setelah itu, pada tahun 2010 ia memutuskan bergabung dengan Tentara Burkina Faso, sebuah langkah yang kemudian membawanya ke garis depan konflik bersenjata di negaranya.

Karier Militer dan Kontroversi Unit “Cobra”

Pada tahun 2020, Traoré dipromosikan menjadi Kapten. Nama Traoré mulai dikenal karena perannya dalam memimpin operasi militer di Kaya, wilayah utara Burkina Faso yang rawan serangan kelompok jihadis.

Meski begitu, catatan mengenai unit militernya masih simpang siur. Beberapa sumber seperti BBC, Al Jazeera, dan Die Tageszeitung menyebutnya bagian dari pasukan elit kontraterorisme “Cobra”, yang dibentuk tahun 2019. Namun, majalah Jeune Afrique menegaskan bahwa ia bukan bagian dari Cobra, melainkan seorang perwira di resimen artileri.

Advertisement

Keterlibatan dalam Kudeta

Traoré sebelumnya terlibat dalam kudeta Januari 2022, ketika kelompok militer menggulingkan Presiden Roch Marc Christian Kaboré dan membawa Damiba berkuasa. Namun, seiring waktu, ketidakpuasan meluas di kalangan perwira muda. Damiba dinilai gagal menanggulangi pemberontakan jihadis yang semakin meluas, ditambah lagi isu penundaan pembayaran gaji pasukan Cobra yang menambah keresahan.

Menurut Traoré, ia dan rekan-rekannya sempat berusaha mendorong Damiba lebih fokus pada perang melawan jihadis. Namun, mereka menilai ambisi Damiba telah “menyimpang dari tujuan awal.” Akhirnya, kelompok perwira muda ini melancarkan kudeta baru pada 30 September 2022.

Traoré, dengan pangkat Kapten, muncul sebagai figur utama dalam operasi tersebut. Kudeta berjalan relatif cepat, dengan dukungan pasukan garis depan yang memang telah lama tidak puas dengan situasi.

Pemimpin Transisi Termuda di Dunia

Setelah keberhasilan kudeta, Traoré segera menyatakan dirinya sebagai kepala baru Gerakan Patriotik untuk Perlindungan dan Pemulihan sekaligus pemimpin sementara Burkina Faso. Langkah ini menjadikannya salah satu kepala negara termuda di dunia, sekaligus simbol perwira muda yang naik lewat jalur kudeta.

Advertisement

Meski berhasil merebut kekuasaan, jalan Traoré tidak mudah. Ia menghadapi tugas berat untuk memulihkan keamanan, menstabilkan politik, dan mengembalikan kepercayaan masyarakat Burkina Faso yang telah lama dilanda konflik bersenjata dan krisis ekonomi.

Profil Ibrahim Traoré

Ibrahim Traoré (lahir 14 Maret 1988) adalah seorang perwira militer asal Burkina Faso yang kini menjabat sebagai Presiden sementara Burkina Faso sejak kudeta 30 September 2022. Ia menggulingkan Paul-Henri Sandaogo Damiba dan memimpin Gerakan Patriotik untuk Perlindungan dan Pemulihan (MPSR2).

Biografi

Ibrahim Traoré lahir pada 14 Maret 1988 di Kéra, dalam wilayah komune Bondokuy, Boucle du Mouhoun, Burkina Faso. Ia menempuh pendidikan dasar di sekolah negeri Bondokuy, kemudian melanjutkan sekolah menengah di Lycée Mixte d’Accart-Ville di Bobo-Dioulasso, pusat ekonomi Burkina Faso.

Pada tahun 2006, ia lulus Baccalauréat série D (setara SMA jurusan sains). Tahun yang sama, ia diterima di Universitas Ouagadougou (kini Universitas Joseph Ki-Zerbo), fakultas Sains dan Teknologi, jurusan Kimia-Biokimia-Biologi-Geologi. Pada 2010, ia berhasil meraih maîtrise (S2/strata satu plus) di bidang Geologi.

Advertisement

Setelah menyelesaikan studi, Traoré masuk ke Akademi Militer Georges Namoano (AMGN) di Pô, provinsi Nahouri, untuk pendidikan perwira. Dua tahun kemudian ia lulus sebagai vice-major angkatannya dengan pangkat Sous-Lieutenant (Letnan Dua).

Karier militernya terus berkembang:

  • 2014 → naik pangkat menjadi Letnan

  • 2020 → resmi menyandang pangkat Kapten

Dalam dinas militernya, Traoré ditugaskan di berbagai daerah rawan konflik, khususnya di wilayah Sahel, Utara, Tengah-Utara, dan Timur Burkina Faso yang dilanda serangan jihadis. Ia juga pernah terlibat dalam misi penjaga perdamaian PBB, serta mengikuti berbagai pelatihan militer di luar negeri.

Pada Maret 2022, Traoré ditunjuk sebagai Komandan Resimen Artileri (RA) di Kaya, wilayah Centre-Nord. Dari posisi inilah ia memainkan peran kunci dalam kudeta September 2022.

Advertisement

Kudeta dan Kepemimpinan

Traoré sebelumnya mendukung kudeta Januari 2022 yang mengantarkan Paul-Henri Damiba berkuasa. Namun, ketidakpuasan terhadap Damiba yang dianggap gagal menanggulangi pemberontakan jihadis membuat Traoré dan kelompok perwira muda lain bergerak.

Pada 30 September 2022, Traoré memimpin kudeta dengan dukungan unit militer garis depan. Operasi ini berlangsung cepat, dan ia kemudian mendeklarasikan diri sebagai Ketua Gerakan Patriotik untuk Perlindungan dan Pemulihan (MPSR2).

Hanya beberapa pekan kemudian, pada 21 Oktober 2022, ia dilantik secara resmi oleh Dewan Konstitusi sebagai Presiden Burkina Faso, Kepala Negara, sekaligus Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Nasional.

Profil Singkat

  • Nama Lengkap: Ibrahim Traoré

  • Agama: Islam
  • Lahir: 14 Maret 1988, Kéra, Bondokuy, Boucle du Mouhoun

  • Pendidikan: Universitas Ouagadougou (Sains & Geologi)

  • Karier Militer:

    • Bergabung dengan militer (2010)

    • Sous-Lieutenant (2012)

    • Letnan (2014)

    • Kapten (2020)

    • Komandan Resimen Artileri, Kaya (2022)

  • Jabatan Politik: Presiden Transisi Burkina Faso (sejak 30 September 2022)

  • Perang/Konflik: Pemberontakan Jihadis di Burkina Faso

  • Kudeta: Januari 2022 & September 2022

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer