Connect with us

Nasional

[SALAH] “Narkoba dari China Melalui Tiang Pancang Proyek Infrastruktur”

Pelintiran daur ulang, tidak ada kaitannya dengan proyek infrastruktur. Foto yang digunakan adalah foto-foto mengenai pengungkapan jaringan narkoba dengan modus dimasukkan di dalam pipa, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Konten yang Salah.

======

Advertisement

SUMBER

http://bit.ly/2ELd0UA https://archive.fo/Tiwlx, post oleh akun “Okto Humala Siahaan” (facebook.com/okto.h.siahaan.1), sudah dibagikan 7.693 kali per tangkapan layar dibuat.

======

NARASI

Advertisement

“ANDA PERCAYA TIDAK TERLIBAT ORANG PENTING DIINDONESIA?

Omong kosong bila ini bukan diimpor bagian dari politik neo PKI…”

Salinan narasi selengkapnya di (4) bagian REFERENSI.

======

Advertisement

PENJELASAN

(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah

Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

  • Post SUMBER membagikan foto-foto di acara rilis pers mengenai pengungkapan jaringan narkoba dengan modus dimasukkan di dalam pipa.
  • Post SUMBER menambahkan narasi untuk membangun premis pelintiran yang tidak sesuai dengan konteks yang sebenarnya dari foto yang digunakan, dihubung-hubungkan dengan proyek infrastruktur.

——

(2) Beberapa artikel sumber foto:

Advertisement
  • VIVA(dot)co(dot)id: “Sabu Pipa Besi Ternyata Jaringan Freddy Budiman”, selengkapnya di (1) bagian REFERENSI.
  • Aktual(dot)com: “BNN: Kita Akan Putus Mata Rantai Peredaran Sabu Dalam Pipa”, selengkapnya di (2) bagian REFERENSI.

======

REFERENSI

(1) http://bit.ly/2IQII34 VIVA(dot)co(dot)id: “Sabu Pipa Besi Ternyata Jaringan Freddy Budiman

Tim VIVA »
BERITA > METRO
Rabu, 15 Juni 2016 | 18:07 WIB

(foto)
Photo: VIVA.co.id/Irwandi
Kepala BNN Komjen Budi Wseso (kemeja putih)

Advertisement

VIVA.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Ditjen Bea Cukai berhasil mengungkap sindikat narkotika jenis sabu jaringan Freddy Budiman di sebuah pergudangan di kawasan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa, 14 Juni 2016.

Dalam penggerebekan itu, BNN berhasil menyita sembilan buah pipa besi berbahan baja yang total di dalamnya terdapat kurang lebih 50 kilogram sabu kristal yang diselundupkan dari Guangzhou, China. BNN juga berhasil mengamankan enam tersangka atas hasil pengembangan sebelumnya.

“Kita berhasil mengungkap jaringan pengiriman narkoba jenis sabu,” kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu, 15 Juni 2016.

Mantan Kabareskrim Polri ini menjelaskan, modus penyelundupan barang haram tersebut terbilang cukup rapi. Mereka mengirimkan sabu dengan cara dimasukkan ke dalam pipa besi dengan berat 200 kilogram serta ketebalan besi 4 sentimeter dan diameter 16 sentimeter.

Advertisement

Modus tersebut sengaja dilakukan oleh para pelaku untuk mengelabui petugas agar tidak terdeteksi oleh alat pemindai dan tercium oleh anjing pelacak. Pelaku juga melengkapi dokumen sehingga terlihat seperti normal.

“Modusnya barunya adalah dimasukkan dalam pipa. Pipa ini adalah rencana untuk pipa untuk tiang pancang. Dimasukkan dari Guangzhou China melalui pengiriman,” ungkap pria yang akrab disapa Buwas tersebut.

Buwas menjelaskan, sindikat pengedar narkotika jenis sabu itu merupakan jaringan yang berhubungan dengan terpidana mati kasus narkoba, Freddy Budiman.

“Jaringan ini berhubungan langsung dengan Freddy Budiman. Ini jaringan lama. Ini bukti kehebatan dari jaringan ini,” ungkapnya.

Advertisement

Mantan Kabareskrim Polri ini membeberkan, dari pengungkapan kasus tersebut, BNN mengamankan enam orang tersangka. Masing-masing berinisial HE, EN, ED, GN, DD dan AK. Tersangka ED, GN dan DD diamankan petugas di lokasi kejadian, sementara HE dan istrinya yakni EN, diamankan di kediamannya di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

HE merupakan mantan narapidana Lapas Cipinang yang berstatus bebas bersyarat. HE mengenal AK semasa berada di dalam Lapas yang sama dan AK memiliki kendali penuh terhadap penyelundupan sabu tersebut.

“AK pengendali dan pemesan. Dia narapidana Lapas Cipinang. Pelaku lama. Ini membuktikan permasalahan narkoba di Lapas tidak pernah selesai,” ujar Buwas.

Seolah tak jera, pada masa pembebasan bersyaratnya, HE kembali berulah. Dalam melakukan transaksi, HE menggunakan identitas EN untuk membuka rekening dan alamat tujuan pengiriman barang.

Advertisement

“Pengakuan mereka sudah 3 kali. Lolos semua sebelumnya. Sudah beredar di Indonesia khususnya di Jakarta,” lanjut Buwas.

Buwas mengatakan, pengungkapan kasus sindikat narkoba jenis sabu itu sama halnya telah menyelamatkan 250 ribu jiwa generasi Indonesia dari ancaman dan bahaya narkoba.

Atas tindakannya tersebut, keenam tersangka terpaksa mendekam dibalik jeruji besi rumah tahanan BNN. Mereka dikenakan pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.”

——

Advertisement

(2) http://bit.ly/2F1oMf7 Aktual(dot)com: “BNN: Kita Akan Putus Mata Rantai Peredaran Sabu Dalam Pipa

Agustus 25, 2016 18:11

(foto)
Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso (kedua kiri) dan Dirjen Bea Dan Cukai Heru Pambudi (ketiga kiri) menjelaskan barang bukti tiang pancang baja penyimpanan sabu saat rilis hasil penggerebekan gudang narkoba Rawa Bebek di Kantor BNN, Cawang, Rabu (15/6). Dalam penggerebekan di pabrik mie tersebut BNN berhasil menyita 40 kg sabu yang disembunyikan dalam sembilan buah pipa baja yang berasal dari Guangzhou, Tiongkok. ANTARA FOTO/Teresia May/aww/16.

Jakarta, Aktual.com – Kepala Bidang Analisis Perundang-undangan Badan Narkotika Nasional (BNN) Supardi menegaskan, pihaknya tidak akan membiarkan sindikat peredaran sabu dalam pipa tetap berkeliaran.

Advertisement

“BNN tidak pernah kompromi terhadap bandar narkoba. Kita serius, kita putus mata rantai dari hulu,” tegas Supardi, di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Salemba, Jakarta, Kamis (25/8).

Tapi sayangnya, anak buah Komjen Pol Budi Waseso ini enggan menjelaskan saat dikonfirmasi ihwal penangan kasus yang berhasil diungkap beberapa waktu lalu. Dia justru melemparkan tanggung jawab itu ke pihak Humas BNN.

“Masih proses dengan tim. Detilnya itu tugas Humas di BNN, saya belum tau sampai sejauh mana,” ucapnya.

Seperti diketahui, pertengahan Juni 2016 lalu BNN berhasil mengungkap penyelundupan sabu yang disembunyikan dalam pipa besi, di Penjaringan, Jakarta Utara. Saat peyergapan pihak BNN juga meringkus 4 orang yang diuga sebagai kurir.

Advertisement

Kata Kepala Bagian Humas BNN, Slamet Pribadi peredaran sabu dalam pipa ini dikendalikan oleh jaringan yang berhubungan dengan Fredy Budiman, yanki Chandra Halim alias Akiong.

“Sabu dalam pipa bukan ulah Fredy. Tapi masih jaringannya dia, namanya Akiong,” jelas Slamet saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (9/8).

Akiong sendiri sudah divonis hukuman mati usai terbukti menyelundupkan 1,4 juta pil ekstasi pada 2012 silam. Dia kemudian divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Barat telah terbukti bersalah dalam kasus kepemilikan 1,4 juta pil ekstasi.

Dalan kasus ini, Akiong tak bermain sendiri. Ada enam orang lainnya yang terlibat, termasuk oknum TNI, yakni Sema Supriyadi.

Advertisement

Laporan: M Zhacky Kusumo

(Nebby)”.

——

(3) [SALAH] “Narkoba Dikirim dari China Melalui Tiang Pancang Proyek Infrastruktur”, post sebelumnya di http://bit.ly/2EOjFvn.

Advertisement

——

(4) Narasi selengkapnya oleh post SUMBER: “ANDA PERCAYA TIDAK TERLIBAT ORANG PENTING DIINDONESIA?

Omong kosong bila ini bukan diimpor bagian dari politik neo PKI…
Omong kosong ada manusia hanya 4 tahun mendadak kaya raya dan berani memecat Budi Waseso yang getol gagalkan impor sabu Cina Komunis Biadab…
Omong kosong tak ada terlibat bisnis emas putih yang harganya lebih mahal dari produk emas freeport…
Uang telah membutakan, dan keserakahan membunuh rakyat bukan hanya dari mengimpor beras plastik dan produk makanan mematikan lainnya dari Tiongkok.

Apakah anda tidak heran kasus beras plastik dulu tak pernah terungkap?
Tiongkok bukan negara produsen beras…
Tetapi diimport dari Cina?
Saya masih menyimpan Koran yang membuat judul berita….
Cina siap mengganti beras yang terbukti sudah diuji laboratorium….
Emang Cina negara apa? siap mengganti bila bukan mereka impor dari Cina? Ujungnya bagaimana?
Kejahatan yang dilakukan kelompok neo PKI itu hingga kini aman…

Advertisement

Anda percaya bahwa mereka tidak dicecoki bisnis menggiurkan Sabu?
Pandainya mereka menguasai Hoax maling teriak maling menuduh pasangan 02 didukung bandar sabu…. Padahal partai koalisi laknatlah terbukti bisnis itu…
Para boneka setan penghancur bangsa yang pantas diberangus dari muka bumi…

Anda percaya ada pemimpin klaim sama dengan duterte anti kartel narkoba?
Tapi faktanya peredaran sabu kian meluas…
Mereka ingin semua warga pribumi jadi pasien RSJ….
Neo PKI biadab yang mereka katakan mustahil bangkit…
Bahkan si Rommy biadab bilang pasangan 02 akan mengganti Pancasila dimana kubu merekalah kumpulan para binatang turunan PKI dan raja Hoax melibatkan oknum aparat…
Mereka berupaya membalik sejarah PKI tidak bersalah, namanya tercemar seolah mereka ini penjaga Pancasila…
Mengerikan negeri ini hanya dipimpin 1 periode sebegini hebat kehancuran bangsa kita…
Apalagi 2 periode?

By okto”.

——

Advertisement

(5) Pertanyaan dari salah satu anggota FAFHH.

======

Sumber: https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/851833188482551/

Copyright ©

Advertisement
Advertisement

Nasional11 jam ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional12 jam ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional1 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport3 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport3 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport3 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport3 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport1 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport1 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport1 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional1 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan1 minggu ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport2 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport2 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport2 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan2 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Bisnis2 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Populer