Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, setiap dirinya bertemu dengan kepala negara, bertemu dengan investor-investor yang berada di luar negeri termasuk kemarin saat ke Saudi Arabia, mereka menyampaikan hal yang sama mereka, keinginan besar mereka untuk investasi di Indonesia.
Presiden bersyukur, bahwa peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia saat ini melonjak drastis. Dulu kita di angka 120, saat ini kita sudah berada pada angka 72, sebuah lompatan besar sebetulnya dalam kemudahan berusaha di Indonesia.
Tetapi dalam faktanya, menurut Presiden, banyak keinginan-keinginan investasi baik dari BUMN yang ada dari negara-negara lain atau investor-investor swasta yang ingin masuk ke Indonesia. Tetapi sebelum masuk mereka begitu sangat antusias, tetapi begitu masuk, kita tahu semuanya betapa masih ruwetnya mengurus perizinan di negara kita.
“Ruwet artinya lama, ruwet artinya biaya yang harus dibayar lebih mahal. Ini problem yang selalu saya dengar dari investor-investor yang ingin masuk ke Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Kongres XXIII Ikatan Notaris Indonesia (INI), di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/4).
Artinya apa? Menurut Presiden Jokowi, eksekusi kita ini lambat. Problemnya ada di diri kita sendiri, terlalu banyak peraturan.
Sport2 minggu agoHasil Drawing League Cup 2026/2027
Sport2 minggu ago38 Peserta League Cup 2026/27
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda
Sport1 minggu agoKlasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak
Sport2 minggu agoLeague Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final
Sport1 minggu agoJadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober











