Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Jakarta menggelar Musyawarah Perwakilan Mahasiswa Universitas (MPMU) 2019. Kegiatan tahunan tersebut, akan dilaksanakan selama tiga hari, Kamis-Sabtu (19-21/09), di Auditorium Harun Nasution, kampus I UIN Jakarta.
Kegiatan yang mengusung tema Peningkatan Peran Mahsiswa Pada Erta Demokrasi Demi Mewujudkan Good and Clean Governance Melalui Check and Balances tersebut, dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis, Kamis (19/09), di Aula Student Center, dan disaksikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Masri Mansoer, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, dan segenap pengurus SEMA, DEMA serta para mahasiswa UIN Jakarta.
Dalam sambutannya, rektor Amany Lubis menegaskan beberapa hal yang perlu dipahami oleh mahasiswa, melalui organisasi intra kampus dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
“Mahasiswa hendaknya ikut mendukung program-program kampus, di mana saat ini kita sedang dalam fase go internasional. Mari pikirkan UIN dari dalam, bagaimana menjadikan kampus ini lebih maju dan berkembang,” ujar rektor.
Selanjutnya, masih menurut rektor, organisasi hendaknya dijadikan wadah sekaligus cambuk untuk lebih berprestasi dalam hal akademik maupun non akademik. Melatih diri untuk mampu memimpin dan dipimpin.
“Implikasi dari aktif dalam berorganisasi, yaitu meningkatnya etos belajar kita, seperti itu lazimnya sekaligus harapan kita bersama. Berorganisasilah dengan baik, dan belajarlah dengan sungguh-sungguh,” tandas Guru Besar Sejarah Politik Islam tersebut.
Di tempat yang sama, dalam prakatanya, ketua SEMA, Jamsari mengatakan, bahwa acara tahunan ini akan membahas tentang AD ART dan GBHK di tubuh organisasi kemahasiswaan UIN Jakarta.
“Tujuan kegiatan ini, secara umum adalah bagaimana menjadikan organisasi kemahasiswaan di lingkungan UIN Jakarta mampu ikut menyokong cita-cita besar kampus tercinta ini, yaitu meningkatkan kualitas mahasiswa agar siap menjadi penerus estapeta perjuangan bangsa dan agama,” jelas Jamsari.
Sebagai informasi, setelah kegiatan tersebut dibuka, maka acara dilanjutkan dengan kuliah umum dengan mengusung tema Kemana Arah Pemira Kita? Demokrasi atau Perwakilan?, yang menghadirkan beberapa narasumber ahli di bidangnya.
Nasional2 minggu agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport2 minggu agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Sport2 minggu agoJadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober
Sport2 minggu agoTimnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2
Nasional2 minggu agoProfil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo
Nasional2 minggu agoSusunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif
Nasional2 minggu agoProfil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri












