Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada masyarakat agar berhati-hati dalam menjadikan sertifikat tanah sebagai jaminan pinjaman ke bank. Ia menekankan, agar dikalkulasi betul besar angsuran pinjaman yang harus dibayar setiap bulannya.
“Tolong dihitung, tolong dikalkulasi. Dihitung, dikalkulasi bisa nyicil enggak, bisa ngangaur enggak. Kalau enggak, enggak usah yang namanya ini dipakai agunan, enggak usah. Simpan saja di rumah,” tutur Presiden Jokowi saat menyerahkan 1.500 Sertifikat Tanah untuk Rakyat di In Door Tennis, Jln. Dr. Soetomo No. 22, Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/2) siang.
Kalaupun dapat pinjaman dari bank, Presiden mengingatkan, jangan sampai uang pinjaman dari bank itu untuk beli hal-hal yang belum perlu. Kalau dapat Rp30 juta misalnya, Presiden Jokowi berpesan agar digunakan semuanya untuk modal investasi, untuk modal usaha, untuk modal kerja.
“Jangan sampai bawa (buat beli) motor, itu paling 6 bulan. Enggak bisa nyicil bank, ya kan, sertifikatnya hilang, enggak bisa nyicil dealer, motornya ditarik. 6 bulan gantengi, pun. Ngang ngeng ngang ngeng, 6 bulan, enggak lebih dari itu. Percaya saya,” ujarnya.
Jadi kalau mau beli motor itu, Presiden berpesan agar menggunakan Rp30 juta untuk modal usaha. Kalau untung Rp3 juta simpan alhamdulilah, untung Rp2 juta simpan alhamdulilah, numpuk, baru kalau mau beli dari keuntungan bukan dari modal pinjaman.
Dipercepat
Sebelumnya Presiden Jokowi menyampaikan alasan pemerintah mempercepat penyelesaian sertifikat atas tanah. Ia mengungkapkan, setiap turun ke desa, ske kampung, yang masuk ke telinganya adalah sengketa tanah, sengketa lahan, konflik tanah.
“Dimana-mana, tidak banya di Jawa, tidak hanya di Sumatra, tapi juga di Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTT, NTB, sampai Papua semuanya ada yang namanya sengketa lahan,” ujar Presiden.
Sengketa tanah itu terjadi, menurut Presiden, karena dari 126 juta yang harusnya disertifikatkan, baru 46 juta di 2015. Masih kurang 80 juta yang belum pegang sertifikat. Hal ini karena dulu satu tahun hanya dibuat sertifikat 500.000.
“Itulah kenapa sejak 2017 pembuatan sertifikat dipercepat semuanya. Setahun dulunya hanya 500 ribu. 2017 itu kita telah membuat 5 juta sertifikat. 2018, 7 juta sertifikat. Tahun ini harus keluar 9 juta sertifikat harus keluar,” tegas Presiden.
Dengan memegang sertifikat, Presiden meyakini tidak mudah lagi ada orang yang mengaku-ngaku punya tanah, karena di dalam sertifikat itu sudah tertulis nama pemilik, lokasi, dan luas tanahnya.
Untuk itu, Presiden Jokowi mengingatkan agar sertifikat yang sudah dimiliki warga diberi plastik dan difotokopi. Sehingga kalau hilang mudah untuk mengurusnya.
Banten1 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Sport3 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM
Sport3 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Nasional1 minggu agoPurbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Sport3 hari agoJadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga
Sport3 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Politik1 minggu agoWI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik
Sport3 hari agoTiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID







