Connect with us

Lifestyle

Tips Membangun Kembali Kepercayaan Ortu Pada Anak

Menjaga kepercayaan itu tidak pernah mudah. Sekali hancur, ​​maka akan sulit sekali untuk memperbaikinya. Analoginya seperti sebuah gelas kaca yang pecah. Anda mungkin bisa mengambil serpihannya dan membentuknya kembali menjadi gelas, tapi rupanya tidak lagi sama karena retakannya tetap terlihat. Nah, bagaimana kalau yang merusak kepercayaan Anda adalah buah hati sendiri?

Dengan strategi dan pendekatan yang tepat, Anda bisa membuka pintu maaf dan membangun kembali kepercayaan yang sempat hilang. 

Tips membangun kembali kepercayaan ortu ke anak

Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada dikecewakan darah daging sendiri. Bagaimana tidak, sebab Andalah yang sudah susah payah sedari dulu menanamkan nilai-nilai hidup yang sifatnya prinsipil. Misalnya, menjauhi narkoba dan minuman beralkohol, tidak menipu, apalagi mencuri dan mencelakai orang lain.

Meski begitu, sekeras apa pun Anda menggojlok anak akan nilai-nilai kebajikan, mungkin akan tetap ada celah baginya untuk berulah. Tidak mengherankan, karena sifat naluriah anak memang cenderung suka penasaran dan mudah terpengaruh pergaulannya.

Advertisement

Marah dan kecewa itu wajar. Anda mungkin butuh waktu yang tidak sebentar untuk bisa kembali percaya ke anak. Meski begitu, jangan jadikan ini sebagai akhir dari hubungan Anda dengan anak. Supaya tidak berlarut-larut, berikut beberapa tips yang bisa dicoba para ortu untuk membangun kepercayaan kembali ke anak.

1. Jangan langsung menghakimi

remaja memberontak

Anak, terutama saat usia remaja, pada dasarnya impulsif dan emosional. Mereka tidak selalu dapat berpikir jangka panjang dan menyadari risiko atas perilaku serta tindakan yang mereka lakukan. Jadi, wajar saja bila Anda sering melihat anak-anak yang menyalahkan orang lain atau menyalahkan keadaan jika dirinya melakukan kesalahan.

Hal ini diamini oleh Joseph Shrand, MD, seorang kepala divisi Psikiatri Adolescent, di High Point Treatment Centers , Brockton, Massachusetts, Amerika Serikat.

Advertisement

Menurutnya, orang dewasa sudah memiliki kemampuan bernalar untuk mengantisipasi konsekuensi dari setiap tindakan, tapi remaja belum tentu begitu.

Anak Anda mungkin tidak pernah bermaksud untuk merusak kepercayaan orangtuanya. Mereka mungkin hanya berniat melakukan apa yang mereka inginkan, mencoba hal baru, bersosialisasi, dan merasakan kesenangan.

Maka dari itu, sebelum menghakimi anak, pastikan Anda tahu dulu apa alasan mereka melakukan hal tersebut. Jangan sampai emosi membutakan hati Anda untuk mendengarkan anak.

2. Pahami perasaan anak

diabetes pada remaja

diabetes pada remaja

Salah satu cara membangun kepercayaan yang sering diabaikan oleh orangtua adalah memahami perasaan anak. Seberapa marah dan kecewanya Anda pada anak, ia juga punya perasaan yang perlu diperhatikan dan didengar.

Advertisement

Anak Anda mungkin sama marahnya dengan Anda. Mereka bisa saja marah dan malu pada dirinya sendirinya karena telah berperilaku demikian. Itu kenapa langsung ngomel atau bahkan menghukum anak tidak akan menyelesaikan masalah. Cara ini justru memicu masalah baru.

Bukannya introspeksi diri, perlakuan yang buruk dari orangtuanya malah akan membuat anak semakin berontak dan menarik diri. Anak juga dapat menganggap orangtua sebagai musuhnya.

Alhasil, anak akan terus melakukan hal tersebut sehingga orangtua tidak akan pernah memahami apa yang memotivasi mereka untuk berperilaku buruk.

3. Kendalikan kemarahan Anda

penyebab depresi keturunan ibu anak orangtua remaja

penyebab depresi keturunan ibu anak orangtua remaja

Anak adalah peniru yang ulung. Cara Anda menghadapi masalah akan memengaruhi bagaimana anak menyelesaikan masalahnya pula.

Advertisement

Maka, jangan kepalang emosi dulu ketika Anda mengetahui bahwa anak berulah yang sifatnya prinsipil. Dengarkan dulu penjelasan dari anak sampai tuntas, barulah Anda jujur menyampaikan rasa kecewa di hadapannya.

Namun, Anda tetap harus memberi tahu dengan nada suara yang hangat dan lembut. Jangan dengan nada yang memojokkan atau merendahkan

Jadi, dinginkan dulu kepala dan isi hati Anda sebelum mengajak anak bicara empat mata. Bila dilakukan dengan bijak, cara ini efektif untuk membantu membangun kembali kepercayaan orangtua terhadap anak.

4. Beri kesempatan anak untuk memperbaikinya

menghindari pergaulan bebas remaja

menghindari pergaulan bebas remaja

Walau Anda merasa kecewa, katakan padanya bahwa Anda percaya ia mampu berubah menjadi lebih baik. Tidak hanya untuk Anda, tapi juga untuk dirinya sendiri.

Advertisement

Jelaskan bahwa membuat kesalahan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan; asal kita bisa belajar dari itu dan tidak terus mengulangi kesalahan yang sama.

Coba tanyakan kepada anak Anda apa yang telah ia pelajari dari kesalahannya. Selain itu, tanyakan kepadanya apa yang bisa mereka lakukan untuk membangun kembali kepercayaan Anda. Hal ini dapat memacu anak belajar bertanggung jawab menghadapi sebuah masalah, memikirkan apa risiko yang akan dihadapi, dan akhirnya bisa mengambil keputusan yang paling tepat.

Tekankan juga bahwa sebagai orangtua, Anda merasa lebih tenang dan lega bila mereka selalu berkata jujur meski hal tersebut menyakitkan, ketimbang mencoba menyembunyikannya.

Cara membangun kepercayaan ini penting dilakukan untuk membantu Anda memantau setiap tindakannya.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Sport4 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport4 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport4 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport4 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional5 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan5 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport5 hari ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport6 hari ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport6 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport6 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport6 hari ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan6 hari ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan6 hari ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan6 hari ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan1 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan1 minggu ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional1 minggu ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional1 minggu ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional1 minggu ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional1 minggu ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Nasional1 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Banten3 minggu ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport1 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis3 minggu ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Nasional1 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport2 minggu ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Nasional1 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Populer